Prediksi Soal Sejarah SMA 2025: Konflik Gowa vs VOC

Posted on

Prediksi Soal TKA Sejarah SMA Sederajat 2025

Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK tahun 2025 mencakup berbagai mata pelajaran, salah satunya adalah Sejarah. TKA bertujuan untuk menilai kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan merenungkan peristiwa sejarah dalam konteks ruang dan waktu. Materi yang dipelajari mencakup berbagai periode sejarah Indonesia, mulai dari kerajaan Hindu-Buddha dan Islam hingga era reformasi.

Berikut ini adalah beberapa contoh soal TKA Sejarah SMA Sederajat 2025 beserta kunci jawaban:

Contoh Soal dan Jawaban

  1. Sejarawan R. Moh. Ali mendefinisikan sejarah sebagai ilmu yang menyelidiki perkembangan mengenai peristiwa dan kejadian di masa lampau.

    Berdasarkan pengertian tersebut, apa ciri utama sejarah sebagai ilmu?

    A. Disusun berdasarkan kesaksian lisan dari para pelaku

    B. Mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis dan berdasarkan

    C. Menyelidiki perubahan dan kesinambungan tradisi dalam

    D. Mempelajari semua peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.

    E. Menyusun narasi tentang kejadian di masa lalu berdasarkan imajinasi.

    Jawaban: B

  2. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, seperti Demak, Aceh, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore, telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan budaya masyarakat.

    Manakah yang merupakan peninggalan budaya dari masa kerajaan Islam yang masih berlanjut di masa kini?

    A. Upacara Kasada

    B. Tradisi Sekaten

    C. Tradisi Trabuik

    D. Wayang Topeng Malangan

    E. Tari Reog Ponorogo

    Jawaban: B, C

  3. Sultan Hasanuddin merupakan salah satu penguasa lokal yang tidak mau tunduk pada monopoli dagang VOC sehingga menimbulkan konflik bersenjata selama beberapa tahun.

    Pilihlah Tepat atau Tidak Tepat pada pernyataan berikut yang menggambarkan kondisi konflik GOWA dengan VOC!

    A. VOC berusaha melemahkan Gowa karena posisinya yang strategis dalam perdagangan di kawasan timur kepulauan Nusantara.

    B. Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya untuk memperoleh konsesi dagang yang lebih luas.

    C. Perjanjian Bongaya memperkuat kedudukan VOC dalam monopoli perdagangan di Nusantara.

    Jawaban: A = Tepat, B = Tidak Tepat, C = Tepat

  4. Pada masa-masa akhir pendudukannya di Indonesia, Jepang semakin terdesak dalam Perang Asia Timur Raya.

    Dari berbagai latar belakang politik dan militer saat itu, pilih yang menjadi alasan paling tepat dan mendalam bagi Jepang membentuk BPUPK?

    A. Menjaga citra baiknya di mata rakyat Indonesia setelah kekalahan mulai tampak.

    B. Memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa Asia.

    C. Percaya bahwa rakyat Indonesia sudah siap memimpin negaranya sendiri tanpa intervensi asing.

    D. Menghindari tekanan dari negara-negara Barat dengan menunjukkan kemajuan politik di wilayah jajahannya.

    E. Terdesak dalam perang dan perlu dukungan rakyat Indonesia, maka memberi janji kemerdekaan sebagai strategi politik.

    Jawaban: E

  5. Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami ketidakstabilan politik akibat sering bergantinya kabinet.

    Pada peristiwa Pemilu 1955 pada masa Demokrasi Liberal, manakah pernyataan berikut yang menggambarkan perkembangan politik Indonesia saat itu?

    A. Pemilu 1955 bertujuan menyederhanakan partai politik dan mewujudkan sistem parlementer yang stabil.

    B. Salah satu hasil Pemilu 1955 adalah terbentuknya sistem pemerintahan presidensial yang kuat dan stabil.

    C. Partisipasi pemilih dalam Pemilu 1955 menunjukkan antusiasme rakyat terhadap demokrasi.

    Jawaban: A = Tepat, B = Tidak Tepat, C = Tepat

  6. Pada akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami krisis multidimensi.

    Sebutkan faktor-faktor utama penyebab lahirnya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998!

    A. Ketidakmampuan pemerintah menangani krisis ekonomi yang melanda seluruh sektor.

    B. Kemenangan kubu oposisi dalam pemilihan umum yang demokratis.

    C. Desakan internasional agar Indonesia menerima bantuan IMF dengan syarat reformasi.

    D. Kekecewaan masyarakat terhadap rezim Orde Baru yang dianggap antidemokratis.

    E. Suksesnya pembangunan infrastruktur nasional secara merata.

    Jawaban: A, C, D

  7. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang penting dan monumental.

    Manakah yang merupakan sumber sejarah primer dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945?

    A. Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6.

    B. Berita koran Asia Raya tanggal 18 Agustus 1945 tentang Proklamasi.

    C. Film dokumenter produksi Museum Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan.

    D. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta.

    E. Foto suasana pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

    Jawaban: B, D, dan E

  8. Kesultanan Aceh merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam di Nusantara.

    Berdasarkan informasi diatas, apa yang menyebabkan ekonomi Kesultanan Aceh pada abad ke-16 berkembang pesat?

    A. Tanah yang sangat subur untuk pertanian.

    B. Kekayaan alam berupa hasil-hasil tambang.

    C. Hubungan persahabatan dengan kerajaan-kerajaan lain.

    D. Kerajaan Aceh saat itu sedang mencapai puncak kejayaan.

    E. Lokasi yang strategis dalam jalur perdagangan internasional.

    Jawaban: E

  9. Bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20.

    Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang menunjukkan karakteristik dalam strategi perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20?

    A. Dilakukan secara sporadis di berbagai daerah.

    B. Dipimpin oleh tokoh, ulama, atau bangsawan setempat.

    C. Kurangnya koordinasi yang baik antarwilayah.

    D. Dilakukan menggunakan strategi diplomasi.

    E. Memanfaatkan organisasi modern.

    Jawaban: A, B, dan C

  10. Perlawanan terhadap pendudukan Jepang muncul di berbagai daerah, termasuk pemberontakan PETA di Blitar dan perlawanan rakyat Kalimantan Barat.

    Bagaimana strategi perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap Jepang yang sesuai dengan teks tersebut?

    A. Perlawanan dilakukan secara spontan tanpa strategi sehingga menunjukkan lemahnya perlawanan.

    B. Pemberontakan PETA di Blitar menunjukkan adanya perlawanan militer terorganisasi terhadap Jepang.

    C. Rencana perlawanan di Kalimantan Barat bocor karena kurangnya koordinasi dan infiltrasi mata-mata.

    Jawaban: A. Tidak Tepat, B. Tepat, C. Tepat








Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *