Wanda Hamidah Gagal ke Gaza, Ini Penyebab Utamanya

Posted on

Perjalanan Kemanusian Wanda Hamidah Menuju Gaza yang Tertunda

Wanda Hamidah, seorang artis dan aktivis kemanusian ternama asal Indonesia, memiliki niat kuat untuk menuju Gaza. Ia berangkat menggunakan kapal Nusantara, namun perjalanannya terhambat. Hingga saat ini, mereka belum sampai ke Gaza dan masih tertahan di Italia.

Wanda tidak sendirian dalam perjalanan ini. Ia bersama dengan seorang pria bernama Muhammad Fatur Rohman. Keberadaan Wanda Hamidah akhirnya diketahui setelah pelayaran kemanusiaan yang ia ikuti melalui kapal Nusantara mendapatkan perhatian luas.

Kapal Nusantara merujuk pada sebuah kapal yang disiapkan oleh aktivis kemanusian Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, pada akhir tahun 2024 dan 2025.

Wanda Hamidah adalah figur publik yang dikenal sebagai model, aktris, aktivis, dan politikus. Ia telah berkarier di berbagai bidang dan dikenal karena rekam jejaknya yang aktif, terutama dalam perjuangan hak asasi manusia.

Saat ini, Wanda tengah berada di pulau Sisilia, Italia, setelah misi pelayaran menuju Gaza yang mereka tumpangi gagal diselesaikan. Ia secara terbuka mengumumkan kegagalan pelayaran tersebut, yang awalnya merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, sebuah aksi solidaritas yang digagas oleh sekelompok aktivis internasional yang berupaya membantu penduduk Gaza.

Misi utama mereka adalah mengirimkan pasokan makanan dan kebutuhan dasar lainnya untuk meringankan dampak krisis kemanusian yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.

Dalam kapal Nusantara, yang merupakan salah satu armada Global Sumud Flotilla, terdapat dua warga negara Indonesia (WNI). Selain Wanda Hamidah, ada juga Muhammad Fatur Rohman yang berasal dari Aqsa Working Group. Hingga saat ini, kedua pegiat kemanusiaan tersebut masih bertahan di Sisilia, menunggu perkembangan selanjutnya.

“Kami tertahan di Sisilia, Italia, karena masalah teknis kapal,” ungkap Wanda saat dihubungi dari Jakarta pada Kamis malam, 2 Oktober 2025. Ia menambahkan bahwa dirinya bersama Fatur sudah menghabiskan waktu dua pekan di Sisilia, menghadapi ketidakpastian dalam melanjutkan misi mereka.

Global Sumud Flotilla terdiri dari sepuluh kapal yang berangkat dari Tunisia dengan semangat besar untuk menembus blokade dan mengantarkan bantuan ke Gaza. Namun, kendala teknis menjadi hambatan utama. Kapal-kapal yang mereka gunakan dinilai terlalu tua dan tidak layak untuk melanjutkan pelayaran ke tujuan akhir, yaitu Jalur Gaza.

Meski demikian, Wanda dan seluruh aktivis yang terlibat tidak kehilangan harapan. Mereka masih berusaha menunggu kesempatan berikutnya untuk melanjutkan perjalanan.

Sehari sebelumnya, Wanda melalui unggahan video di Instagram, Rabu (1/10/2025), menceritakan sudah 31 hari meninggalkan Indonesia untuk ikut berlayar. Dalam sepekan terakhir, Wanda berada di kapal Nusantara, kapal yang semula dianggap paling siap melanjutkan perjalanan dibanding kapal lain. Namun, pihak penyelenggara Sumud Nusantara tidak memberikan izin bagi kapal tersebut untuk berlayar lebih jauh.

Padahal, kapal Nusantara mengangkut 11 aktivis dari enam negara yang sebelumnya terpaksa pindah dari kapal lain yang tak bisa melanjutkan perjalanan.

“Mungkin ini adalah akhir dari perjalanan saya berlayar ke Gaza. Saya sangat bersedih hati, karena keinginan ke Gaza ini sudah bulat. Tapi qadarullah mungkin saya harus kembali ke Indonesia,” kata Wanda, dikutip dari Kompas.com.

Meski gagal mencapai Gaza, Wanda menegaskan tekadnya belum surut. Ia berjanji akan kembali ke Tanah Air untuk menyiapkan armada Indonesia sendiri agar bisa kembali mengirim bantuan kemanusian.

“Insyaallah kita akan punya kapal sendiri yang lebih hebat lagi, yang bisa kita naiki sendiri. Kita akan punya pejuang-pejuang Indonesia yang sudah muak melihat penjajahan, melihat kezaliman, dan melihat genosida,” tuturnya.

Sementara itu, konvoi besar Global Sumud Flotilla yang terdiri dari sekitar 45 kapal masih terus berlayar di Laut Mediterania dan mulai memasuki zona berisiko tinggi. Perwakilan Indonesia lainnya, Muhammad Husein, melaporkan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (30/9/2025) bahwa ia masih berada di antara kapal-kapal flotilla tersebut.

Meski merasakan kesedihan karena perjalanannya hampir tak bisa dilanjutkan menuju Gaza, Wanda Hamidah masih berusaha optimis. Ia masih berusaha mencari kapal lainnya yang menuju Gaza untuk melanjutkan perjalanan.

“Qadarullah .. Sedih sedih sedih , tapi tidak apa-apa. Masih berusaha menunggu kapal apa aja yang lewat sini ke Gaza, aku akan segera lompat. But time is running.. I will be back stronger to Gaza with you guys my Indonesian warriors!” tulis Wanda Hamidah di Instagram.

Daftar Kapal yang Terkonfirmasi Dicegat Tentara Israel

Free Willy – Berbendera Polandia

Captain Nikos – Berbendera Polandia

Florida – Berbendera Polandia

All In – Berbendera Prancis

Karma Oxygono – Berbendera Polandia

Mohammad Bhar – Berbendera Belanda

Jeannot – Berbendera Spanyol

Seulle – Berbendera Polandia

Hio – Berbendera Polandia

Morgana – Berbendera Italia

Otaria – Berbendera Italia

Grande Blu – Berbendera Polandia

Deir Yassine – Berbendera Aljazair

Huga – Berbendera Polandia

Aurora – Berbendera Italia

Yulara – Berbendera Spanyol

Spectre – Berbendera Spanyol

Adara – Berbendera Spanyol

Alma – Berbendera Inggris

Sirius – Berbendera Inggris

Daftar Kapal yang Hilang Kontak dan Diyakini Dicegat secara Ilegal

MiaMia – Berbendera Italia

Vangleis – Berbendera Polandia

Pavlos – Berbendera Polandia

Wahoo – Berbendera Polandia

Inana – Berbendera Inggris

Maria – Berbendera Italia

Alakatalla – Berbendera Italia

Meteque – Berbendera Italia

Mango – Berbendera Polandia

Adagio – Berbendera Spanyol

Ahed Tamimi – Berbendera Polandia

Australe – Berbendera Polandia

Amsterdam – Berbendera Belanda

Ohwayla – Berbendera Inggris

Selvaggia – Berbendera Italia

Catalina – Berbendera Jerman

Estrella – Berbendera Spanyol

Fair Lady – Berbendera Italia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *