Teka-Teki Sosok di Balik Rombongan Tot Tot Wuk Wuk Saat Dampingi AHY

Posted on

Viral! Mobil Pribadi Sultan DIY Antre di Jalan, Ternyata Ada Pesan Sederhana di Baliknya

Video yang menampilkan mobil pribadi Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sedang antre di jalan raya dan disusul oleh rombongan yang menggunakan alat peraga “tot tot wuk wuk” telah viral di media sosial. Peristiwa ini tidak hanya mengundang perhatian netizen, tetapi juga membawa pesan penting tentang sikap seorang pemimpin yang tidak memperlihatkan kesombongan.

Dalam video tersebut, terlihat Sultan DIY yang menggunakan mobil pribadinya berada dalam antrean lalu lintas seperti masyarakat biasa. Namun, rombongan yang menyusul mobil Sultan menggunakan alat peraga khas pengawalan pejabat, yaitu “tot tot wuk wuk”. Meski begitu, hal ini justru menjadi bukti bahwa Sultan tidak sering menggunakan pengawalan resmi, bahkan saat mendampingi tokoh nasional.

Menurut Ditya Nanaryo Aji, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) IKP Dinas Kominfo DIY, mobil yang terekam dalam video adalah milik Sultan HB X. Saat itu, Sultan sedang mendampingi Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan ke beberapa daerah di DIY.

  • Ditya menjelaskan bahwa Sultan menggunakan mobil pribadinya saat mendampingi AHY.
  • Rombongan yang menyusul kemungkinan berasal dari kementerian, meskipun masih diperlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Sikap Sultan DIY yang Menjadi Contoh

Sultan DIY dikenal sebagai pemimpin yang jarang menggunakan fasilitas pengawalan, baik saat bertugas menuju kantor maupun saat berkunjung ke lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak merasa memiliki hak istimewa dibanding masyarakat lainnya. Bahkan, saat mendampingi tokoh nasional, Sultan tetap memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi tanpa perlindungan khusus.

Dukungan dari Anggota DPR RI

Di sisi lain, ada anggota DPR RI yang memberikan dukungan terhadap gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk”, yaitu Soedeson Tandra. Ia mengkritik penggunaan sirene dan strobo oleh pejabat yang tidak sesuai aturan. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya melukai perasaan rakyat, tetapi juga menciptakan ketidakadilan.

  • Soedeson Tandra menegaskan bahwa penggunaan sirene dan strobo seharusnya tidak dijadikan alasan untuk merasa lebih penting dibanding masyarakat lain.
  • Ia mencontohkan dirinya sendiri yang selalu berangkat lebih awal jika ada kepentingan agar tidak kena macet.
  • Menurutnya, hanya Presiden atau tamu negara yang pantas mendapat prioritas di jalan raya.

Aturan Penggunaan Strobo dan Sirine

Aturan penggunaan strobo dan sirine sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Berdasarkan undang-undang tersebut, hanya kendaraan tertentu yang berhak menggunakan alat tersebut, seperti:

  • Kendaraan pemadam kebakaran
  • Pemimpin lembaga negara dan tamu negara
  • Kendaraan kepolisian
  • Ambulans
  • Mobil jenazah
  • Kendaraan patroli jalan tol
  • Mobil derek atau pengangkut barang khusus

Kendaraan sipil atau oknum aparat yang menyalahgunakan strobo maupun sirine bisa dikenai sanksi pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda Rp 250.000.

Pentingnya Disiplin dan Kesetaraan

Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” lahir dari kejenuhan publik terhadap maraknya penyalahgunaan strobo dan sirine oleh kendaraan yang tidak berhak. Masyarakat ingin merasakan kesetaraan di jalan, bukan hanya prioritas bagi pejabat. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan aturan lalu lintas dan mematuhi hukum dengan benar.

Sebagai wakil rakyat, Soedeson Tandra memberikan contoh yang baik dengan memilih berangkat lebih awal daripada meminta hak istimewa. Sikap seperti ini bisa menjadi teladan bagi pejabat lainnya, sehingga masyarakat lebih percaya pada wakil mereka. Di era keterbukaan informasi, disiplin dan taat aturan justru menjadi cermin kepemimpinan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *