Kehidupan Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Kampung Curug
Di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, warga yang terdampak pergerakan tanah masih menunggu kejelasan tentang rencana relokasi pemukiman. Meskipun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memimpin Indonesia selama setahun, sejumlah warga mengaku belum merasakan perubahan berarti di wilayah mereka.
Umay, salah satu warga terdampak pergeseran tanah pada 2022 lalu, mengatakan bahwa tidak ada pembangunan apa pun di Desa Bojong Koneng selama pemerintahan Prabowo-Gibran. “Tidak ada perubahan apapun, sama saja,” katanya saat ditemui di Bojong Koneng. Ia juga menagih kejelasan soal relokasi yang dijanjikan pemerintah.
Saat ini, Umay tinggal di rumah semi permanen dekat rumah lamanya yang retak dan tidak bisa ditinggali lagi. “Kami berharap agar Presiden Prabowo bisa membantu kami mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ujarnya. Dia juga berharap Prabowo-Gibran sukses memimpin Indonesia hingga 2034 dan menciptakan pembangunan yang merata.
M. Sanusi, warga lainnya yang juga terdampak pergeseran tanah di RT 02/RW 09 Kampung Curug, mengaku belum merasakan dampak dari pemerintahan Prabowo-Gibran. “Di luar Bojong Koneng seperti di Cijayanti ada pembangunan infrastruktur. Kalau di sini tidak ada perubahan apa-apa,” ungkapnya. Menurut Sanusi, jika ada perhatian dari Presiden Prabowo, nasib korban pergerakan tanah tidak mungkin dibiarkan tarkatung-katung.
Sanusi dan keluarganya harus mengungsi ke kontrakan karena rumahnya mengalami amblas pada Maret 2025. “Kondisi saya sekarang mah tidak karu-karuan. Soalnya uang untuk kontrakan sudah habis, sementara uang untuk membangun rumah baru belum ada,” katanya. Ia juga mengeluhkan uang sewa kontrakan yang diberikan Pemkab Bogor selama 7 bulan sudah habis pada awal Oktober 2025.
Relokasi Korban Pergerakan Tanah Masih Tertunda
Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Bojong Koneng, Wildan, menjelaskan bahwa relokasi korban terdampak pergerakan tanah di Kampung Curug belum bisa dilakukan tahun ini karena keterbatasan anggaran. “Informasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, relokasi akan dilakukan tahun 2026,” ujarnya.
Wildan menambahkan bahwa warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali sama sekali telah diberikan uang sewa rumah selama 7 bulan. “Sekarang sudah habis 7 bulan, rencananya akan diperpanjang uang sewa kontrak rumahnya,” beber Wildan. Ada 104 kepala keluarga yang rencananya akan direlokasi ke Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Lokasi sudah disiapkan oleh PT Sentul City, dan rumah akan dibangun oleh Pemkab Bogor.
Pembangunan Infrastruktur di Sekitar Kediaman Presiden
Berbeda dengan nasib warga terdampak pergeseran tanah, geliat pembangunan tampak terasa di Kecamatan Babakan Madang, khususnya Desa Bojongkoneng, yang menjadi tempat kediaman Presiden Prabowo. Sepanjang Jalan Raya Bojongkoneng, tampak berdiri berbagai kafe dan restoran serta proyek perumahan.
Ujang Zaenal Abidin, Kepala Seksi Pelayanan Desa Bojong Koneng, mengatakan bahwa Jalan Raya Bojong Koneng kini sedang dalam perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. “Saat ini sedang ada perbaikan drainase di Jalan Raya Bojong Koneng. Nanti dilanjutkan dengan perbaikan badan jalan,” ujarnya.
Jalan Raya Bojong Koneng sering menjadi perlintasan Prabowo Subianto menuju Jakarta sebelum dilantik sebagai Presiden RI. Namun setelah dilantik, Presiden Prabowo lebih sering menggunakan Jalan Mukodi di Desa Cijayanti yang lebih lebar badan jalannya.
Pantauan PasarModern.com menunjukkan geliat pembangunan infrastruktur di Kecamatan Babakan Madang sangat terasa selama setahun terakhir. Ketika ada jalan berlubang, dengan sigap Pemerintah Kabupaten Bogor dan Jawa Barat memperbaikinya. Bahkan Pemkab Bogor dan pengembang Sentul City membangun jalur pintas yang dinamakan Shortcut Subianto agar rombongan Presiden Prabowo tidak perlu memutar jauh saat melintas dari Bojong Koneng ke pintu tol Sentul Selatan.
Pembangunan Jalan dan Infrastruktur Lainnya
Geliat pembangunan juga terasa di Jalan Mukodi, Desa Cijayanti, yang menjadi rute alternatif menuju kawasan Puncak. Jalan ini kini makin kinclong setelah menjadi perlintasan utama Presiden Prabowo dari exit Tol Sentul Selatan menuju kediamannya di Garudyaksa, Bojong Koneng.
Sejak diperbaiki tahun lalu, Jalan Raya Cijayanti ini makin lebar dan mulus dengan penerangan yang memadai. Tak hanya itu, jalan ini juga dilengkapi aksesoris berupa kujang (senjata khas suku Sunda) dan bendera merah putih yang dipasang di tiang-tiang sebelah kiri dan kanan jalan.
Tiang-tiang kujang dan bendera merah putih ini dipasang hingga dekat kediaman Presiden Prabowo di Garudayaksa, Desa Bojong Koneng. Selain Jalan Mukodi di Cijayanti, Jalan Raya Babakan Madang, Desa Kadumangu, yang menjadi rute alternatif menuju kediamanan Presiden Prabowo di Bojong Koneng pun kini semakin bagus.
Pemkab Bogor melakukan betonisasi dari Tugu Pancakarsa (exit Tol Sirkut Sentul) hingga Sentul International Convention Center (SICC). Tak hanya itu, saluran drainase di sepanjang jalur ini pun kini sedang diperbaiki.
Nur Oktavia, warga Kadumangu, mengaku saluran drainase mulai diperbaiki sejak sebulan terakhir. “Kalau jalan sudah diperbaiki sejak tahun lalu. Sekarang sudah cukup bagus, meskipun masih ada yang jelek di pertigaan SICC. Sedangkan saluran air baru mulai diperbaiki karena sering bikin banjir di Jalan Raya Babakan Madang,” ucapnya.
Nur berharap geliat pembangunan ini tidak hanya dilakukan karena Presiden Prabowo tinggal di Bojong Koneng, tetapi rutin dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. “Kalau bisa sih bukan karena ada Pak Prabowo, tetapi memang sudah menjadi tugas pemerintah ya untuk membangun jalan,” tutur Nur. Dia juga berharap Prabowo-Gibran sukses memimpin Indonesia dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat. “Semoga Prabowo-Gibran sukses memimpin Indonesia. Sebagai warga Bogor, kami bangga Presiden Prabowo tinggal di daerah kami,” tandasnya.


