Renungan Katolik Hari Ini
Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Renungan Katolik hari ini mengajak kita untuk berdoa terus-menerus. Tema renungan ini cocok dengan hari Kamis Biasa XXVII, yang juga merayakan perayaan fakultatif Santo Yohanes Leonardi, Pengaku Iman, Abraham, Bapa Bangsa, Santo Louis Bertrand, Pengaku Iman, Santo Denis, Rustikus dan Eleutrius, Martir. Dengan warna liturgi hijau, renungan ini menekankan pentingnya doa dalam kehidupan seorang umat beriman.
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini
Bacaan Pertama: Mal 3:13-4:2
Kemenangan terakhir bagi orang benar
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga.”
Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang tak takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang tak takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.”
Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
Tetapi kamu yang tak takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2,3,4,6
Refren: Berbahagilah orang yang mengandalkan Tuhan.
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum TUHAN, dan siang malam merenungkannya.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil: Kis 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Bacaan Injil: Luk 11:5-13
Mintalah, maka kalian akan diberi.
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Ada seorang anggota umat bertanya kepada Pastor: “Adakah doa yang mujarab?” Pastor itu menjawab: “Semua doa pasti mujarab!” Umat tadi masih berkilah, buktinya, doaku belum dikabulkan Tuhan. Pastor tadi juga tidak mau kalah. Dia katakan, Berdoa itu beda dibanding dengan belanja, ada uang ada barang. Tapi doa perlu ketekunan dan kesabaran. Ketekunan dan kesabaran itulah yang sekarang ini mahal harganya.
Kemarin Tuhan Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para muridNya. Hari ini Yesus menunjukkan kepada para murid dan pengikutNya tentang kekuatan sebuah doa, bahwa doa itu begitu ampuh. Yesus memberikan ilustrasi mengenai doa yang tiada hentinya. Setiap murid harus berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Kalau seseorang akhirnya keluar untuk memberikan roti karena sahabatnya terus-menerus memintanya. Bapa akan jauh lebih bermurah hati kepada orang yang memohon kepadaNya.
Sahabat itu memperoleh apa yang ia minta karena ia tidak tahu malu dalam memintanya. Bapa akan memberikan apa yang diminta bukan karena tidak mau terus-menerus diganggu oleh si pemohon, melainkan karena Ia adalah murah hati (Lukas 6: 36). Yesus memberikan jaminan bagi para murid. “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Bapa yang ada di Surga, adalah jauh lebih baik daripada bapa-bapa yang memberi apa yang diminta oleh anak-anak mereka. Bapa di Surga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang memintaNya.
Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kita seringkali berhadapan dengan situasi di mana ada keputusasaan, karena permintaan-permintaan belum dikabulkan. Justru dalam situasi semacam itu, Firman Tuhan hari ini meneguhkan kita, betapa Allah Bapa kita tak pernah mengabaikan kita. Ia senantiasa memberikan yang terbaik. Jika disadari, setiap pemberian Allah sebagai yang terbaik, maka kita tak akan mudah mengeluh.
Apabila mau menuruti segala keinginan kita, niscaya selalu saja ada yang kurang. Oleh karena itu, marilah kita mohon agar diberi terang Roh Kudus untuk menyadari betapa setiap hari Allah Bapa kita selalu mengabulkan doa kita dan kita tak jemu-jemu memohon yang terbaik menurut kehendak Allah. Doa punya kekuatan yang luar biasa. Ia menumbuhkan harapan bahwa Allah akan memberikan tepat pada waktunya. Jangan segan berdoa kendati belum dikabulkan. Akan datang saatnya Tuhan memilih waktu yang tepat untuk kita.
Kita menyadari bahwa doa yang dilambungkan terus-menerus membawa kekuatan yang sangat luar biasa. Contohnya berdoa Rosario. Doa Rosario menjadi doa yang sangat populer di kalangan Umat Katolik. Doa yang sederhana ini mengajak kita untuk senantiasa merenungkan misteri keselamatan dalam kelahiran, hidup, karya, wafat dan kebangkitan Yesus. Yang paling penting adalah semangat mencari kehendak Tuhan. Hal ini sejalan dengan injil hari ini. “Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta akan menerima, setiap orang yang mencari akan mendapat dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu”.
Di sini kita belajar berdoa seperti Bunda Maria yakni berani berserah diri kepada Allah, terutama di saat-saat genting dalam perjalanan hidup kita. Dengan berdoa, kita membangun kedekatan dengan Tuhan. Adakah yang lebih memberi rasa aman daripada keyakinan berada dekat dengan Tuhan dan selalu dilindungi olehNya?
Doa:
Bapa Yang Mahapengasih dan Pemurah, Engkau tak pernah menolak semua permintaan umatMu. Ajarilah aku agar bisa mengerti kehendakMu yang terbaik buat hidupku. Bapa Kami. Salam Maria. Kemuliaan.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Kamis. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.


