Purbaya Sebulan Jadi Menkeu, Dijuluki Menteri Favorit Rakyat, Pengamat: Seberapa Sukses?

Posted on

Peran dan Dampak Purbaya sebagai Menteri Keuangan

Sejak dilantik menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa telah menunjukkan sejumlah gebrakan yang menarik perhatian publik. Pengamat politik dari Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menyebut bahwa kehadiran Purbaya memberikan angin segar di tengah dinamika politik dan ekonomi nasional. Gaya komunikasinya yang lugas, berani, dan penuh gebrakan kebijakan membuatnya menjadi sorotan utama.

Purbaya kini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena langkah-langkah strategisnya di bidang ekonomi, tetapi juga karena kepribadiannya yang dianggap berbeda dari pejabat teknokrat umumnya. Ia dikenal dengan “gaya koboi” yang menjadi daya tarik tersendiri bagi media dan masyarakat.

Hendri mengatakan bahwa popularitas Purbaya saat ini tidak bisa dianggap sebagai ukuran utama kesuksesan seorang Menkeu. Meskipun gaya komunikatifnya sering viral di media sosial, efektivitas kebijakan Purbaya dalam memperbaiki kondisi ekonomi nasional masih perlu waktu untuk dievaluasi. Namun, ia mengakui bahwa kehadiran Purbaya mampu menumbuhkan optimisme baru di tengah masyarakat.

Menurut Hendri, figur Menkeu yang berani dan komunikatif ini telah memberi dampak positif terhadap kepercayaan publik kepada pemerintahan Prabowo. Purbaya dinilai fokus bekerja untuk Presiden tanpa terlalu memedulikan opini pihak lain. Sikap ini disukai masyarakat karena dinilai menunjukkan loyalitas dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Gebrakan Purbaya Selama Menjabat Menteri Keuangan

1. Salurkan Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara

Purbaya menyalurkan sekitar Rp200 triliun dari kas negara yang selama ini mengendap di rekening BI ke lima bank nasional, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Tujuan dana tersebut adalah untuk mendukung ketersediaan likuiditas guna mendorong peningkatan penyaluran kredit sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

2. Pastikan Cukai Rokok Tak Naik 2026

Purbaya memastikan tidak ada kenaikan tarif cukai rokok pada 2026 mendatang. Pihaknya tengah menyiapkan sistem khusus industri hasil tembakau (IHT) dengan konsep sentralisasi yang melibatkan pelaku industri kecil hingga besar. Harapannya, sistem itu bisa menekan peredaran rokok ilegal yang selama ini tidak membayar pajak.

3. Kejar Penunggak Pajak

Purbaya menyatakan tengah mengejar 200 penunggak pajak yang sudah berkekuatan hukum (inkracht) dan targetnya negara bisa mengantongi Rp 60 triliun. Hingga saat ini, tercatat ada 84 wajib pajak yang telah membayarkan utang senilai Rp 5,1 triliun.

4. Ancam Tarik Anggaran Kementerian yang Tak Bisa Belanja

Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan dana menganggur di kementerian dan lembaga yang serapannya belum optimal. Dana yang ditarik dari kementerian itu akan segera didistribusikan ke program-program lain yang siap berjalan.

5. Tarik Dana MBG yang Tak Terserap Optimal

Selain itu, Purbaya juga menyatakan bakal menarik anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) jika dananya tidak terserap maksimal, terhitung akhir Oktober hingga Desember. Purbaya menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari disiplin fiskal dan efisiensi belanja negara.

6. Desak Pembangunan Kilang Minyak

Purbaya meminta PT Pertamina (Persero) segera merealisasikan pembangunan kilang minyak yang telah lama direncanakan. Langkah ini penting untuk menekan subsidi BBM yang terus membebani APBN.

7. Pangkas Transfer ke Daerah

Purbaya menyatakan bakal memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) 2026. Namun, sejumlah gubernur dari berbagai daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), meminta agar Purbaya tak memotong anggaran TKD tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *