Profil Luciano Guaycochea, Pemain Persib Bandung yang Ciptakan Gol Penutup Kemenangan
Luciano Guaycochea, pemain asing Persib Bandung, berhasil mencetak gol penutup kemenangan 3-0 atas PSBS Biak dalam laga pekan ke-9 Super League 2025/2026. Gol ini tercipta pada menit ke-77 setelah menerima umpan dari Andrew Jung. Meski baru masuk pada menit ke-74 menggantikan Thom Haye, ia langsung memberikan kontribusi besar untuk kemenangan tim.
Dua gol lainnya dicetak oleh Andrew Jung (45+3′) dan Uilliam Barros (58′). Performa yang baik dari Guaycochea membuktikan bahwa ia telah menemukan ritme permainannya di bawah arahan pelatih Bojan Hodak.
Latar Belakang Luciano Guaycochea
Aldo Geraldo Manuel Monteiro atau lebih dikenal dengan nama Luciano Guaycochea lahir di La Pampa, Argentina, pada 24 April 1992. Ia bergabung resmi dengan Persib Bandung pada 1 Juli 2025 sebagai bagian dari strategi klub dalam menghadapi Liga 1 Super League 2025/2026.
Berdasarkan riwayat transfernya di Transfermarkt.com, Guaycochea memiliki jejak karier yang cukup menarik. Awalnya ia bergabung dengan klub Pemuda Boca Junior, kemudian sejak 31 Januari 2013, ia memulai kariernya dengan berpindah-pindah antar negara. Di mana selama tiga musim pertamanya ia berada di klub Turki, dua musim di Kolombia dan Argentina, serta satu musim di Bolivia dan Malaysia.
Kini berusia 33 tahun, Guaycochea memiliki postur tubuh tinggi 180 cm dan berat 70 kg. Karakteristik permainannya sebagai playmaker Argentina yang cerdas dalam mengatur tempo, akurat dalam passing, serta tenang saat mengeksekusi peluang membuatnya menjadi pemain yang menarik.
Hubungan Keluarga dengan Bintang Liverpool
Yang membuat sosok Guaycochea semakin menarik adalah hubungan keluarganya dengan bintang Liverpool dan juara Piala Dunia 2022, Alexis Mac Allister. Guaycochea adalah sepupu dari Alexis Mac Allister serta kakak dari Francis dan Kevin Mac Allister. Mereka semua berasal dari keluarga besar Mac Allister yang dikenal sebagai dinasti sepak bola di Santa Rosa, Argentina.
Saat Guaycochea resmi bergabung dengan Persib pada Juni 2025, Alexis Mac Allister sempat mengirimkan video ucapan selamat. “Hai Lucho. Saya mau mendoakan yang terbaik buat kamu. Dan saya harap kamu akan meraih kesuksesan di Persib. Nikmati sepakbola,” ujar bintang Liverpool itu.
Perjalanan Karier yang Menarik
Guaycochea mencatatkan puncak kariernya saat bermain dengan Zulia FC dengan total 50 pertandingan, 10 gol, 8 assist, dan 3.066 menit bermain. Namun, ia juga pernah mengalami masa-masa sulit, sehingga memutuskan untuk berpindah ke Kolombia bersama Cucuta Deportivo dan Alianza FC, namun tidak sesuai ekspektasi.
Pada musim 2020/2021, Guaycochea pulang ke Argentina dan bermain untuk Deportivo Moron selama satu musim. Sebelum berkarier di Indonesia, titik balik sang gelandang serang ini ada bersama klub Perak FC di Liga Malaysia, di mana ia dipercaya sebagai kapten tim mulai musim 2023.
Kini, Guaycochea mencatatkan sebanyak 9 pertandingan, 1 gol, 1 assist, dan 708 menit bermain bersama Persib Bandung.
Data Statistik Permainan
Berikut data statistik permainan Luciano Guaycochea berdasarkan klub:
- Zulia FC: 50 pertandingan, 10 gol, 8 assist, dan 3.066 menit bermain.
- Perak FC: 46 pertandingan, 18 gol, 8 assist, dan 3.950 menit bermain.
- Dep. Morón: 37 pertandingan, 5 gol, 1 assist, dan 2.065 menit bermain.
- Alianza FC: 24 pertandingan, 2 gol, 2 assist, dan 1.483 menit bermain.
- Oriente P.: 18 pertandingan, 3 gol, 3 assist, dan 830 menit bermain.
- Tavsanli Linyit: 15 pertandingan, 1 gol, 4 assist, dan 1.258 menit bermain.
- Persib Bandung: 9 pertandingan, 1 gol, 1 assist, dan 708 menit bermain.
- Cúcuta Dep.: 8 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 550 menit bermain.
- Akhisar Belediye: 3 pertandingan, 1 gol, 1 assist, dan 254 menit bermain.
Data Statistik Permainan Berdasarkan Kompetisi
- Super League: 39 pertandingan, 15 gol, 7 assist, dan 3.365 menit bermain.
- Liga FUTVE Apertura: 28 pertandingan, 6 gol, 6 assist, dan 1.633 menit bermain.
- Primera Nacional: 27 pertandingan, 4 gol, 0 assist, dan 1.357 menit bermain.
- Liga FUTVE Clausura: 16 pertandingan, 3 gol, 2 assist, dan 1.000 menit bermain.
- 1.Lig: 15 pertandingan, 1 gol, 4 assist, dan 1.258 menit bermain.
- División Profesional Apertura: 12 pertandingan, 2 gol, 3 assist, dan 418 menit bermain.
- Liga DIMAYOR II: 12 pertandingan, 0 gol, 2 assist, dan 750 menit bermain.
- Copa Colombia: 8 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 543 menit bermain.
- Prim. Nacional – Promotion Stage: 7 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 568 menit bermain.
- Liga DIMAYOR I: 7 pertandingan, 2 gol, 0 assist, dan 393 menit bermain.
- Piala Malaysia: 6 pertandingan, 3 gol, 1 assist, dan 495 menit bermain.
- Super League: 6 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 445 menit bermain.
- Copa Sudamericana: 5 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 376 menit bermain.
- Libertadores: 4 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 253 menit bermain.
- Türkiye Kupasi: 3 pertandingan, 0 gol, 1 assist, dan 254 menit bermain.
- Prim. Nacional – Reducido: 3 pertandingan, 0 gol, 1 assist, dan 140 menit bermain.
- Fase Final LBD II: 3 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 254 menit bermain.
- AFC Champions League Two: 2 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 254 menit bermain.
- Torneo DIMAYOR I: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 254 menit bermain.
- Fase Final TBD II: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 52 menit bermain.
- Apertura Playoff: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 36 menit bermain.
- Liga FUTVE Playoffs: 1 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 90 menit bermain.
- Clausura. Fase Final: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 90 menit bermain.
- AFC CL Two Qualif.: 1 pertandingan, 0 gol, 1 assist, dan 90 menit bermain.
- Piala FA: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 90 menit bermain.
- Süper Lig: –


