Pendaftaran Magang Nasional Kemnaker dengan Gaji UMP Ditutup Besok, Kuota Naik Jadi 100 Ribu Peserta

Posted on

Ringkasan Berita

  1. Pendaftaran Magang Nasional 2025 ditutup pada 15 Oktober dengan antusiasme yang tinggi.
  2. Program ini menawarkan gaji setara UMK/UMP dan ditujukan bagi lulusan baru maksimal satu tahun lulus, serta hanya bisa diikuti sekali.
  3. Tahap pertama dimulai pada 20 Oktober 2025, dengan target total 100 ribu peserta pada tahun ini dan rencana berlanjut hingga 2026 ke depan.

Program Magang Nasional 2025: Inisiatif untuk Lulusan Baru

Program Magang Nasional 2025 yang digagas oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan segera menutup pendaftaran pada Rabu, 15 Oktober 2025. Program ini menjadi salah satu inisiatif besar dalam paket stimulus ekonomi nasional yang dirancang untuk membantu lulusan baru (fresh graduate) memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hingga Senin (13/10) pukul 10.00 WIB, tercatat 1.147 perusahaan telah membuka lowongan melalui aplikasi Maganghub, dengan 105 ribu fresh graduate yang telah terdaftar dan melamar ke berbagai posisi.

Menaker Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan total 100.000 peserta dapat terserap sepanjang tahun ini, dengan rencana pelaksanaan dua tahap (batch). “Saat ini sebanyak 1.147 perusahaan sudah terlibat membuka lowongan pekerjaan melalui aplikasi MagangHub,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Gedung Kemnaker, Senin (13/10/2025).

Program Nasional Jangka Panjang

Menaker Yassierli mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung agar Program Magang Nasional dilanjutkan tidak hanya pada 2025, tetapi juga 2026 dan seterusnya. “Jadi sudah ada arahan dari Pak Presiden bahwa ini akan dilakukan juga pada tahun 2026 dan seterusnya. Jadi ini adalah akan menjadi program, ya, tidak hanya tahun 2025, tapi juga 2026 dan seterusnya,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/10/2025). Artinya, program ini akan menjadi inisiatif jangka panjang pemerintah dalam membangun konektivitas antara dunia pendidikan dan dunia kerja (link and match).

Tahap awal program ini menampung 20.000 lulusan baru, dan mereka akan menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) — atau Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk wilayah DKI Jakarta. Dana tersebut disalurkan melalui bank-bank Himbara, yaitu BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI.

Tahapan dan Target Kuota

Setelah batch pertama selesai, Kemnaker akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum menambah kuota besar pada tahap berikutnya. “Kita selesaikan dulu batch 1, kita akan evaluasi batch 1. Sesudah itu, nanti kita lihat ada beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti di batch 2 atau bahkan di tahun depan,” tutur Yassierli. Tahap kedua atau batch kedua akan dimulai 17 November 2025, dengan target tambahan 80.000 peserta, sehingga total peserta mencapai 100.000 orang sepanjang 2025.

Selain memperluas jumlah peserta, Kemnaker juga tengah berupaya meningkatkan jumlah tempat magang dengan mendorong perusahaan, kementerian, lembaga, dan badan pemerintahan di seluruh Indonesia untuk membuka lebih banyak posisi magang. “Termasuk tadi salah satu upaya kita adalah memperluas kesempatan bagi tempat magangnya itu, tidak hanya di perusahaan, tapi juga kementerian, lembaga, dan badan. Itu salah satu strateginya,” jelas Yassierli.

Dorongan Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha

Sebagai langkah percepatan, Kemnaker telah mengirimkan Surat Edaran kepada seluruh kepala daerah agar turut mendorong partisipasi dunia usaha dalam program ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan kesempatan magang di berbagai sektor industri, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah-wilayah daerah. “Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sehingga para pencari magang bisa mendapatkan pengalaman profesional sekaligus meningkatkan keterampilan kerja,” kata Yassierli.

Kebijakan dan Ketentuan Peserta

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 8 Tahun 2025, program Magang Nasional ditujukan bagi lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun terakhir saat mendaftar di platform resmi maganghub.kemnaker.go.id. Rentang waktu satu tahun tersebut dihitung sejak tanggal ijazah diterbitkan, yaitu antara 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Kemnaker juga menetapkan bahwa setiap peserta hanya dapat mengikuti program magang satu kali saja. “Peserta magang hanya boleh mengikuti program magang sebanyak satu kali,” ujar Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, dalam siaran pers (Senin, 13/10/2025). Kebijakan ini dibuat agar kesempatan magang lebih merata, dan seluruh lulusan baru memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pengalaman kerja profesional.

Jadwal Pelaksanaan Magang Nasional 2025

Kemnaker memperpanjang masa pendaftaran hingga 15 Oktober 2025, sebagai respons atas tingginya minat masyarakat. Jadwal resmi pelaksanaan program adalah sebagai berikut:

  • Pendaftaran perusahaan dan usulan program magang: 1–14 Oktober 2025
  • Pendaftaran peserta pemagangan: hingga 15 Oktober 2025
  • Seleksi dan pengumuman peserta: 16–18 Oktober 2025
  • Pelaksanaan magang: 20 Oktober 2025 – 19 April 2026

“Kemnaker masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi yang ingin mengikuti program pemagangan lulusan perguruan tinggi dengan tambahan waktu pendaftaran,” kata Sunardi. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan menandatangani perjanjian magang resmi dengan perusahaan atau lembaga tempat mereka magang. “Seleksi dan pengumuman dilakukan oleh perusahaan yang membuka lowongan magang. Setelah lolos, peserta akan menandatangani perjanjian magang dengan perusahaan tempat magang,” jelas Sunardi.

Manfaat Magang Nasional: Gaji, Sertifikat, dan Pembimbing Industri

Peserta Magang Nasional akan menerima uang saku setara UMK sesuai daerah tempat magang. Selain itu, mereka juga akan memperoleh sertifikat resmi dari Kemnaker setelah menyelesaikan masa magang. Program ini tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga menjamin peningkatan keterampilan karena setiap peserta akan dibimbing oleh mentor industri untuk memastikan pengalaman magang berdampak nyata terhadap kesiapan kerja. Yassierli menjelaskan bahwa selain meningkatkan daya saing tenaga kerja muda, Magang Nasional juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pelatihan (upskilling) dan peningkatan kompetensi (reskilling). Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran terbuka (TPT) dan mempercepat penempatan kerja bagi lulusan baru.

Cara Daftar Program Magang Nasional

Calon peserta dapat mendaftar secara daring melalui situs web resmi atau aplikasi MagangHub di alamat: maganghub.kemnaker.go.id. Langkah-langkah pendaftarannya sebagai berikut:

  • Masuk ke situs atau aplikasi MagangHub.
  • Daftar akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan email aktif.
  • Lengkapi profil pribadi dan riwayat pendidikan.
  • Pilih maksimal tiga posisi magang sesuai minat dan bidang keahlian.
  • Unggah CV dan dokumen pendukung lainnya.
  • Klik Kirim Lamaran, lalu pantau status seleksi melalui dashboard akun.

Peserta yang lolos akan menerima pemberitahuan resmi melalui email dan aplikasi mulai pertengahan Oktober 2025.

Sarana Informasi Resmi

Kemnaker mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi terkait program Magang Nasional melalui kanal resmi pemerintah, yaitu:

  • Situs web: maganghub.kemnaker.go.id
  • Layanan Kring Kemnaker 1500630
  • Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terdekat di masing-masing daerah

Kemnaker juga menyediakan aplikasi Karirhub di platform SiapKerja, yang menampung lebih dari 200.000 lowongan kerja aktif dari berbagai portal swasta nasional. Platform ini diperuntukkan bagi masyarakat yang telah menyelesaikan magang dan ingin mencari pekerjaan tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *