Menteri Keuangan Purbaya dan Kiprahnya dalam Menjaga Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terus menunjukkan inisiatif yang luar biasa sejak dilantik. Ia tidak ragu melakukan sidak ke berbagai bank serta memeriksa penyerapan anggaran di kementerian-kementerian. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai menteri koboi dan sembrono, ia tetap percaya diri dan tidak takut mengkritik pejabat yang dinilai bekerja kurang optimal.
Purbaya pernah menyentil para direksi BUMN yang dianggap pintar namun pemalas. Dalam kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat (17/10/2025), ia menyampaikan harapan akan mendapat “hadiah” dari Presiden Prabowo Subianto jika pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai di atas 5,5 persen.
Kunjungan ini merupakan bagian dari safari anggaran, yaitu upaya memastikan anggaran kementerian terserap secara optimal menjelang akhir tahun. Purbaya diterima langsung oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo, dan keduanya berdiskusi tentang langkah percepatan realisasi anggaran yang sempat dinilai rendah.
“Hari ini kedatangan tamu agung, Pak Menteri Keuangan. Kita kan beberapa waktu lalu disampaikan penyerapan kita rendah. Sekiranya diskusi bagaimana bisa kita mempercepat penyerapan. Banyak arah dari beliau, insya Allah kita tindak lanjuti,” ujar Dody Hanggodo usai pertemuan.
Purbaya menjelaskan bahwa tujuannya adalah memastikan seluruh belanja pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Kementerian PUPR, penyerapan anggaran berpotensi mencapai 94 persen atau lebih pada akhir tahun.
“Saya ke sini safari anggaran lah kira-kira begitu, untuk memastikan anggaran yang ada dibelanjakan dengan baik. Di sini memang agak rendah, bisa lebih. Saya tadi tanyakan kepada Pak Menteri langkah-langkahnya seperti apa, dan kelihatannya sudah cukup bagus sehingga akhir tahun mungkin 94 persen atau lebih bisa terserap,” kata Purbaya.
Dalam wawancara, ia juga menyampaikan bahwa secara umum puas dengan langkah-langkah Kementerian PUPR dalam mempercepat penyerapan anggaran. Namun, ia tetap menegaskan akan melakukan evaluasi kembali pada akhir Oktober untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Tidak Takut Lawan Luhut Panjaitan
Menkeu Purbaya tampaknya tidak gentar menghadapi tokoh-tokoh penting seperti Luhut Panjaitan dan Bahlil. Ia bahkan menolak mentah-mentah soal proyek yang digagas oleh Lahat Panjaitan. Purbaya mengatakan bahwa seluruh langkahnya hanya mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya hanya bertanggung jawab ke RI-1, yang lain saya nggak peduli,” tegasnya dalam sebuah talk show di Jakarta.
Presiden Prabowo sendiri memahami bahwa kondisi ekonomi membutuhkan perubahan arah demi menjaga stabilitas sosial dan politik. Purbaya menyebut bahwa kepercayaan publik bisa menurun drastis jika ekonomi memburuk, dan hal ini bisa berujung pada krisis nasional.
Teror Santet yang Menimpa Keluarganya
Melalui Instagram-nya, Yudo Sadewa menceritakan teror mistis yang menyerang keluarganya, terutama ayahnya yang menjadi Menteri Keuangan. Atas teror tersebut, Yudo menitipkan pesan kepada keluarganya agar jangan takut dengan teror tersebut.
“Keluarga kami diteror oleh santet di rumah. Semakin Anda percaya maka santet itu makin kuat, jadi saya usahakan bilang satu keluarga untuk jangan percaya pada begituan. Percayalah kepada Allah jangan percaya takhayul,” ungkap Yudo Sadewa dikutip pada Senin (13/10/2025).
Yudo menegaskan bahwa ia tidak percaya dengan adanya santet dan kesurupan. Ia mengatakan bahwa pelaku santet tersebut adalah jin yang memanipulasi manusia.
“Tidak ada yang namanya hantu santet dan kesurupan. Mereka semua adalah ulah jin yang memanipulasi pola pikir manusia sehingga menciptakan halusinasi yang seolah-olah terlihat nyata untuk takut selain kepada Allah,” kata Yudo.
Tanggapan Soal Kemungkinan Jadi Cawapres
Sebelum teror mistis menyerang keluarganya, sosok Purbaya memang tengah jadi perbincangan. Bahkan hingga kini, sosok Purbaya kerap disorot di tiap gerak-geriknya. Menjelma bak Idola baru, Purbaya pun bereaksi ditanya kemungkinan untuk jadi calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres lima tahun mendatang.
Ditanyai awak media soal kemungkinan tersebut, Purbaya ringan menjawab. “Ah baru juga sebulan kerja, gila lu,” kata Purbaya kepada wartawan, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com di acara Investor Daily Summit 2025 pada 9 Oktober 2025 kemarin.
Terkait dengan sosoknya yang kini jadi idola baru, Purbaya enggan berbangga hati. Sebab kata Purbaya, ada masanya ia tak lagi diidolakan. Yakni saat ekonomi bangsa sedang tidak turun.
“Itu kan (jadi idola) bisa berubah. Kalau ekonomi bagus (banyak idola). Begitu turun, turun lagi (yang mengidolakan),” pungkas Purbaya.
Karenanya saat ditanya soal kemungkinan jadi Cawapres, Purbaya tegas menolaknya. “Enggak, enggak mikir sama sekali (soal jadi Cawapres),” akui Purbaya.


