Mengapa Membawa Bekal Makan Siang Bisa Menjadi Pilihan yang Efisien
Membawa bekal makan siang atau tidak, tergantung pada situasi dan kondisi. Di tempat kerja saya, seringkali harga makan siang di area sekitar lumayan mahal. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk membawa bekal sendiri.
Sejak pertama kali bekerja di retail, saya sudah konsisten membawa bekal. Saat masih tinggal bersama orang tua, ibu selalu membuatkan bekal sekaligus masak untuk kebutuhan keluarga. Dengan cara ini, satu kali masak bisa digunakan untuk sarapan dan makan siang semua anggota keluarga.
Saya biasanya sarapan di rumah lalu membawa bekal makan siang. Ada kalanya, jika ada meeting atau makan bersama rekan kerja, saya tidak membawa bekal. Biasanya, hal ini terjadi sekitar sekali dalam sebulan. Saya juga pernah mendapat traktiran atau makan di luar. Hal ini cukup menyenangkan karena bisa mencoba makanan baru.
Bekal makan siang yang saya bawa tidak selalu mewah. Kadang hanya berupa ikan goreng, sayur asem, atau tumisan ikan teri. Bagi saya, makan siang itu lebih penting waktu daripada jenis makanannya. Saya tidak terlalu rewel soal makanan, meskipun sudah beberapa tahun mengatur keuangan dan memasak sendiri sejak 2018 hingga awal 2023.
Seringkali, saya bertanya kepada ibu: “Ma, capek nggak buatin bekal subuh-subuh?” Ibu selalu menjawab bahwa ia tidak merasa capek karena ia tidak bekerja. Lebih baik makan bekal daripada repot turun ke bawah, antre, dan membeli makanan yang harganya mahal. Selain itu, uang jajan bisa digunakan untuk camilan atau ganjelan di sore hari.
Keuntungan Membawa Bekal Makan Siang
Ada benarnya yang disampaikan oleh ibu. Jika saya tidak membawa bekal, jam istirahat terbatas dan harus cepat-cepat turun ke bawah mencari makanan. Harga makan siang di area kantor bisa mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000. Belum lagi, jam 15.00 WIB sering merasa lapar dan ingin ngemil.
Meski sesekali saya membawa bekal camilan, tetap saja pengeluaran harus dihitung dengan hati-hati. Era sekarang ini, biaya hidup terus meningkat, sementara pendapatan belum tentu naik. Banyak orang mengambil pekerjaan sampingan agar bisa menabung.
Membawa bekal makan siang bisa membantu efisiensi waktu dan menghemat uang. Tidak perlu turun tangga atau lift menuju kantin. Bisa langsung makan di meja, lalu lanjut shalat dan rehat sejenak. Namun, bagi yang sering membawa bekal, mungkin merasa jenuh dengan menu yang sama. Selain itu, kurang udara segar dan tidak bisa bertemu banyak orang dari kantor lain.
Pengalaman Makan Siang Bersama Teman Kerja
Di beberapa kantor lama, saya suka membawa bekal dan makan bersama teman-teman. Kadang kami menggunakan ruang meeting untuk makan siang bareng. Saling ngobrol sambil makan, meski kadang rawan menjadi bahan omongan. Pernah ada situasi di mana geng makan siang bubar karena beberapa orang merasa diomongi.
Namun, kami tetap bisa ngobrol melalui grup WhatsApp. Jadinya makan siang jauh dari kata fokus dan malah ketawa-ketiwi sambil makan. Itulah yang membuat momen makan bekal tetap berwarna.
Sekarang, saya lebih suka makan di meja sendiri sambil nawarin kanan-kiri dan sesekali mengerjakan tugas. Saya ingin benar-benar makan siang dengan tenang tanpa multitasking. Apalagi sekarang ada tren mindful eating yang sangat bagus untuk dicoba agar makan siang lebih bermakna dan nutrisi terserap maksimal.
Tips Menghemat dengan Membawa Bekal
Jika membawa bekal nasi, lauk, dan sayur seperti biasa, tentu akan lebih hemat. Masak banyak untuk keluarga dan biayanya lebih terjangkau. Bisa juga mengandalkan food preparation. Belanja seminggu sekali dengan menu yang jelas dan terencana bisa membuat belanja lebih terjangkau.
Memang, agar lebih hemat tidak ada yang instan. Tetap butuh tenaga dan usaha lebih. Namun, demi hemat, itu semua wajar. Jika tinggal sendiri dan di sekitar rumah ada penjual makanan murah, tidak masalah untuk membeli makan jadi.
Intinya, setiap orang memiliki rencana keuangan yang berbeda. Setiap keputusan pasti mempengaruhi cash flow. Bagi saya, tim hemat dan perhitungan. Membawa bekal makan siang adalah salah satu cara mengurangi pengeluaran makan siang atau jajan di kantor.
Saat libur, saya sering melipir ke tempat makan atau coffee shop untuk kulineran dan menambah referensi ide bekal. Tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan. Tidak terlalu memaksakan diri untuk makan enak dan mewah di luar.
Kadang, cukup ke warung Padang dekat rumah atau cafe kecil yang harganya terjangkau. Gimana sobat kompasiner, apakah kamu juga termasuk tim bekal? Boleh banget sharing cara bekal atau menu favorit kamu. Have a great day!


