Bacaan Liturgi Katolik Hari Jumat 10 Oktober 2025
Hari Jumat, 10 Oktober 2025 merupakan hari Jumat Biasa XXVII. Pada hari ini, kita merayakan Santo Daniel dkk, Martir; Santo Paulinus dari York, Uskup dan Pengaku Iman; serta Santo Gregorios Penerang, Rasul. Warna liturgi yang digunakan adalah hijau.
Bacaan Pertama: Yl 1:13-15; 2:1-2
Pada bacaan pertama, kita mendengarkan firman Tuhan tentang hari Tuhan yang gelap gulita dan kelam kabut. Para imam diminta untuk mengenakan kain kabung dan meratap, sementara para pelayan mezbah diharapkan masuk ke dalam rumah Allah untuk berdoa. Hari itu akan menjadi hari penghakiman yang datang dari Yang Mahakuasa.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 9:2-3,6,16,8-9
Mazmur ini menyampaikan refren “Tuhan menghakimi dunia dengan adil.” Dalam mazmur ini, kita bersyukur kepada Tuhan atas perbuatan-Nya yang ajaib dan memuji-Nya dengan hati yang tulus. Tuhan menghakimi bangsa-bangsa dengan keadilan dan menjunjung kebenaran.
Bait Pengantar Injil: Yoh 12:31b-32
Yesus berkata, “Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan; dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.”
Bacaan Injil: Luk 11:15-26
Dalam bacaan injil ini, Yesus menghadapi tuduhan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Namun, Yesus menjawab dengan logika bahwa kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa. Ia menegaskan bahwa kuasa-Nya datang dari Allah, bukan dari si jahat. Yesus juga memberi peringatan bahwa hati yang terbagi akan mudah dikuasai oleh kegelapan.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik: “Hati yang Terbagi Tidak Akan Bertahan”
Setiap kali kita membaca Injil, ada bagian yang menegur, menantang, sekaligus menghibur. Bacaan hari ini dari Lukas 11:15-26 memperlihatkan Yesus menghadapi tuduhan orang-orang yang meragukan kuasa-Nya. Mereka menuduh-Nya mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Tuduhan ini mengandung ironi besar—mereka menyaksikan karya Allah, tetapi menolaknya dengan prasangka.
Renungan ini mengajak kita merenungkan tentang kuasa Kristus yang menyatukan, bahaya hati yang terpecah, dan undangan untuk hidup dalam keutuhan iman. Mari kita dalami bersama:
-
Kuasa Kristus Mengalahkan Kegelapan
Yesus dituduh menggunakan kuasa setan untuk melawan setan. Namun, Yesus menjawab dengan logika sederhana: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan rumah tangga yang terbagi-bagi pasti runtuh.” Di sini, Yesus menegaskan bahwa kuasa-Nya datang dari Allah, bukan dari si jahat. Kuasa Kristus bukan hanya mengusir roh jahat, melainkan memulihkan manusia agar kembali hidup dalam terang dan kebenaran. -
Bahaya Hati yang Terpecah
Yesus memberi peringatan serius bahwa hati yang terbagi akan mudah dikuasai oleh kegelapan. Dalam kehidupan sehari-hari, hati yang terbagi bisa berupa: - Imfan yang setengah-setengah: percaya kepada Tuhan tetapi masih mengandalkan kuasa duniawi.
- Doa yang tidak tulus: berdoa dengan bibir, tapi hati jauh dari Tuhan.
-
Hidup ganda: di gereja tampak saleh, tetapi dalam pekerjaan atau sosial justru kompromi dengan dosa.
Yesus mengingatkan kita: iman tidak bisa abu-abu. Kita dipanggil untuk bersatu penuh dengan-Nya. -
Panggilan untuk Menjaga Kehadiran Roh Kudus
Yesus menambahkan gambaran bahwa ketika roh jahat diusir, ia bisa kembali bersama roh jahat lain jika rumah itu dibiarkan kosong. Artinya, setelah Tuhan menyucikan hati kita, kita harus menjaga agar Roh Kudus tetap tinggal di dalamnya. Bagaimana caranya? - Doa harian: menjaga relasi dengan Allah.
- Ekaristi dan Sakramen: menguatkan kita dengan rahmat Tuhan.
-
Karya kasih: melawan egoisme dan membuka ruang bagi kasih Kristus.
-
Relevansi untuk Hidup Kita Hari Ini
Dalam dunia modern, hati kita mudah terbagi: pekerjaan, media sosial, hiburan, dan tuntutan hidup seringkali mencuri fokus iman kita. Injil hari ini mengingatkan: jangan biarkan rumah batin kita kosong. Jika Kristus tidak berdiam di hati, hal-hal duniawi bisa mengambil alih.
Yesus mengajak kita untuk mengizinkan Dia menjadi pusat, sehingga setiap aspek hidup kita—keluarga, studi, pekerjaan, pelayanan—dipenuhi oleh terang-Nya. -
Penutup
Renungan Lukas 11:15-26 mengajarkan kita bahwa: - Kuasa Kristus lebih besar dari kuasa kegelapan.
- Hati yang terbagi tidak akan bertahan.
- Kita dipanggil menjaga agar Roh Kudus selalu tinggal dalam hati.
Mari kita bertanya pada diri sendiri hari ini:
Apakah hati saya sungguh dipenuhi Kristus, atau masih ada ruang yang terbagi?
Apakah saya membiarkan Roh Kudus tinggal dalam diri saya, atau justru sering mengusir-Nya dengan dosa?
Semoga kita senantiasa memilih Kristus, Sumber hidup sejati.


