Penetapan Nadiem Makarim sebagai Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
PasarModern.com
Ibu Nadiem Makarim, Atika Algadri, mengungkapkan rasa sedih dan tidak menyangka bahwa putranya terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) antara tahun 2019 hingga 2022. Nadiem Makarim, yang memiliki nama lengkap Nadiem Anwar Makarim, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus ini.
Program pengadaan laptop Chromebook ini berlangsung selama tiga tahun, dengan total anggaran mencapai Rp 9,3 triliun. Negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 1,98 triliun, yang terdiri dari kerugian akibat perangkat lunak (CDM) senilai Rp 480 miliar dan mark up harga laptop sebesar Rp 1,5 triliun. Kejagung menyatakan bahwa Nadiem Makarim terlibat dalam pertemuan awal dengan Google Indonesia untuk membahas penggunaan sistem operasi Chrome OS dalam perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang diadakan pemerintah.
Atika mengatakan bahwa Nadiem Makarim merupakan sosok anak yang menjalankan nilai-nilai keadilan sebagaimana yang dia dan suaminya, Nono Anwar Makarim, tanamkan sejak kecil. Ia juga mengaku sedih karena Nadiem Makarim harus terjerat kasus ini. “Saya ibunya Nadiem, sebagai ibu dari Nadiem saya sedihnya luar biasa tentunya,” ungkap Atika kepada wartawan usai sidang praperadilan Nadiem Makarim, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).
Atika tak menyangka hal ini akan terjadi terhadap anaknya. “Bahwa orang itu harus bersih, harus jujur, harus tidak boleh mengambil hak orang lain dan kami tidak menyangka bahwa ini akan terjadi,” jelasnya.
Sidang Perdana Praperadilan Nadiem Makarim
Sidang perdana praperadilan Nadiem Makarim dijadwalkan digelar pada Jumat (3/10/2025) hari ini. Agenda persidangan ini dilakukan untuk membuktikan sah atau tidaknya penetapan status Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek laptop Chromebook di Kemendikbud. Praperadilan Nadiem Makarim terdaftar dengan Nomor Perkara 119/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL.
Pandangan Mantan Menko Polhukam Mahfud MD
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyorot kinerja Nadiem Makarim selama menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dulu. Menurut Mahfud MD, Nadiem Makarim termasuk orang yang memiliki integritas tinggi, namun, menempatkan mantan bos GoJek tersebut menjadi Menteri Pendidikan adalah sebuah kesalahan. Pasalnya, Nadiem Makarim tak ahli dalam bidang pendidikan.
Mahfud MD menilai Nadiem Makarim tak mengerti birokrasi pemerintah, tapi Mahfud yakin Nadiem Makarim bersih dari korupsi. “Dia bersih (korupsi) itu iya, tapi birokrasi ndak paham dia,” ucap Mahfud MD dalam podcast Terus Terang yang tayang Senin (8/9/2025). Meski bersih, Mahfud MD tetap dengan tegas menyebut Nadiem Makarim tetap keliru alias bersalah dalam kasus Chromebook.
Pandangan Mantan Mendag Tom Lembong
Tom Lembong, mantan Mendag Thomas Trikasih Lembong, yakin Nadiem Makarim tidak menerima aliran dana dari kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbud. Keyakinan ini Tom Lembong ungkapkan melalui Acara Podcast di kanal YouTube milik Entrepreneur Raymond Surya Chin, Jumat (12/9/2025).
Tom Lembong memilih berada pada posisi netral terkait kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim ini. Ia mengimbau Kejagung untuk bisa transparan dalam menangani kasus dugaan korupsi Chromebook. Ia juga meminta semua pihak untuk tidak langsung menghakimi Nadiem Makarim.
Kasus Chromebook Nadiem Makarim
Kejaksaan Agung menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan laptop chromebook dalam Program Digitalisasi Pendidikan di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 pada Kamis, 4 September 2025. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Nadiem langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari kedepan. Nadiem dijerat Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 3 Jo 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Apa Itu Laptop Chromebook?
Chromebook adalah jenis laptop yang berjalan dengan sistem operasi Chrome OS buatan Google. Berbeda dengan laptop pada umumnya yang menggunakan Windows atau macOS, Chromebook dirancang untuk bekerja secara optimal dengan layanan berbasis internet dan aplikasi bawaan Google, seperti Google Docs, Drive, dan Gmail. Maka dari itu, laptop ini terkenal ringan, cepat, serta praktis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya aktivitas online.
Fitur-fitur Chromebook
Sistem operasi ChromeOS
Chromebook menggunakan ChromeOS, sistem operasi buatan Google yang terkenal ringan, cepat, dan sederhana. Sistem ini berfokus pada aplikasi berbasis web, tetapi kini sudah mendukung aplikasi Android serta beberapa aplikasi Linux. Dengan begitu, pengguna bisa merasakan pengalaman yang lebih fleksibel tanpa harus bergantung sepenuhnya pada aplikasi browser.
Integrasi layanan Google
Salah satu keunggulan utama Chromebook adalah keterikatannya dengan ekosistem Google. Hampir semua layanan populer seperti Gmail, Google Docs, Google Meet, hingga Google Drive sudah terintegrasi langsung. Jadi, pengguna hanya perlu login dengan akun Google untuk mengakses dokumen, email, atau meeting online dengan mudah.
Pembaruan otomatis
Berbeda dengan laptop tradisional yang kadang mengharuskan instalasi manual, ChromeOS melakukan update sistem secara otomatis di latar belakang. Proses ini membuat Chromebook selalu mendapat fitur terbaru sekaligus menjaga sistem tetap aman tanpa mengganggu aktivitas pengguna.
Waktu booting cepat
Chromebook bisa menyala hanya dalam beberapa detik. Ini jelas menguntungkan bagi mereka yang tidak suka menunggu lama ketika menyalakan laptop, apalagi jika sering dipakai untuk keperluan belajar atau bekerja cepat.
Keamanan bawaan
Google membekali ChromeOS dengan berbagai lapisan keamanan. Ada sandboxing untuk membatasi ruang gerak aplikasi berbahaya, verifikasi saat booting, hingga enkripsi otomatis untuk melindungi data. Artinya, pengguna tak perlu repot memasang antivirus tambahan.
Dukungan aplikasi terbatas
Meski bisa memasang aplikasi Android dari Google Play Store, Chromebook tetap tidak mendukung software desktop berat, misalnya Adobe Premiere Pro atau Microsoft Office versi penuh. Chromebook lebih ditujukan untuk aktivitas ringan hingga menengah.
Kelebihan Chromebook
Harga lebih terjangkau
Chromebook tersedia dalam berbagai model dengan kisaran harga mulai dari Rp3 juta sampai Rp5 juta. Hal ini membuatnya sangat ramah di kantong pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang mencari laptop fungsional dengan budget terbatas.
Mudah digunakan
Antarmuka ChromeOS dibuat sederhana tanpa banyak gangguan, sehingga cocok untuk pengguna pemula yang baru beralih ke laptop.
Keamanan tingkat tinggi
Dengan sistem keamanan bawaan, pengguna tidak perlu pusing mengatur atau memasang proteksi tambahan.
Baterai tahan lama
Sebagian besar Chromebook mampu bertahan seharian hanya dengan sekali pengisian daya, ideal untuk kegiatan sekolah maupun kerja mobile.
Ringan dan tahan lama
Banyak Chromebook yang didesain khusus untuk sektor pendidikan, sehingga bodinya dibuat lebih kokoh, ringan, dan tahan banting agar awet dipakai di berbagai kondisi.
Kekurangan Chromebook
Fungsi terbatas saat offline
Walaupun sudah mendukung beberapa aplikasi offline seperti Google Docs atau Gmail, mayoritas fitur Chromebook tetap membutuhkan internet agar berjalan maksimal.
Pilihan aplikasi lebih sedikit
Pengguna hanya bisa mengandalkan aplikasi Android dari Play Store. Itu pun sering bergantung pada spesifikasi prosesor, sehingga tidak semua aplikasi tersedia.
Kurang cocok untuk gaming
Chromebook tidak dirancang untuk bermain game berat. Pilihan game biasanya terbatas pada game ringan berbasis browser atau layanan cloud gaming.
Ketergantungan pada ekosistem Google
Sebagian besar fitur Chromebook sangat bergantung pada akun dan layanan Google. Bagi pengguna yang lebih suka sistem terbuka, ini bisa terasa membatasi.
Kurang ideal untuk multitasking berat
Chromebook kelas bawah biasanya kurang bertenaga untuk membuka banyak aplikasi sekaligus atau mengerjakan pekerjaan berat seperti editing video profesional dan desain grafis.


