Harga Token Listrik Rp20.000-Rp100.000, Cukup untuk Berapa Hari?

Posted on

Memahami Penghitungan Token Listrik dan Kebutuhan Harian

Pelanggan PLN prabayar memiliki berbagai pilihan nominal token listrik yang bisa dibeli, termasuk Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Nominal ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan agar listrik di rumah tetap menyala tanpa gangguan aktivitas sehari-hari. Semakin besar nominal token yang dibeli, semakin banyak pula daya listrik yang diperoleh, sehingga bisa bertahan lebih lama.

Namun, pertanyaannya adalah: berapa hari token listrik dengan nominal tertentu dapat digunakan? Untuk menjawabnya, perlu diketahui bagaimana penghitungan token listrik dan kebutuhan harian pelanggan.

Penghitungan Token Listrik yang Dibeli

Pengguna prabayar perlu membeli token listrik terlebih dahulu, lalu memasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik. Token yang dibeli akan dikonversikan ke dalam satuan kilowatt hour (kWh), sesuai tarif dasar listrik yang berlaku. Konversi ini terjadi saat pelanggan memasukkan token ke meteran listrik yang terpasang di rumah.

Selain itu, token juga akan dikurangi oleh Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah yang ditentukan oleh pemerintah setempat. Tarif dasar listrik pun bervariasi tergantung pada golongan pelanggan, mulai dari pelanggan kecil hingga besar, berdasarkan besaran daya listrik dalam satu volt ampere (VA).

Untuk menghitung jumlah kWh yang didapatkan, pelanggan dapat menggunakan rumus berikut:

Nominal token – PPJ daerah รท tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan

Sebagai contoh, pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta membeli token listrik dengan nominal Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000. Harga per kWh untuk rumah tangga berdaya 900 VA non-subsidi Oktober 2025 sebesar Rp 1.352. Sedangkan untuk pelanggan berdaya 1.300 VA dan 2.200 VA, harganya Rp 1.444,70 per kWh. PPJ Jakarta untuk ketiga pelanggan tersebut adalah 2,4 persen dari nominal token yang dibeli.

Kebutuhan Listrik Per Hari

Kebutuhan listrik per hari sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah dan jenis perangkat elektronik yang ada di rumah, lama pemakaian, jumlah anggota keluarga, serta kebiasaan penggunaan perangkat elektronik. Dosen teknik elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Subuh Pramono menjelaskan bahwa beberapa alat elektronik membutuhkan daya listrik yang besar, seperti kulkas, mesin cuci, water dispenser, rice cooker, AC, water heater, microwave, dan kompor listrik.

Rumah tangga kecil dengan daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA biasanya membutuhkan antara 2 atau 2,5 kWh per hari. Sementara rumah tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA membutuhkan 3-8 kWh per hari. Pelanggan rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas menghabiskan lebih dari 8 kWh per hari.

Berapa Hari Token Listrik Bisa Digunakan?

Token Rp 20.000

Pelanggan 900 VA akan memperoleh listrik sebesar 14,44 kWh jika membeli token Rp 20.000. Dengan kebutuhan 2 kWh per hari, token ini bisa digunakan selama tujuh hari.

Sementara pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA akan mendapatkan 13,51 kWh. Jika kebutuhan listriknya 2,5 kWh per hari, maka token ini bisa digunakan selama lima hari.

Token Rp 50.000

Pelanggan 900 VA akan memperoleh 36,09 kWh. Dengan kebutuhan 2 kWh per hari, token ini bisa digunakan selama 18 hari.

Sementara pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA akan mendapatkan 33,78 kWh. Jika kebutuhan listriknya 2,5 kWh per hari, maka token ini bisa digunakan selama 13 hari.

Token Rp 100.000

Pelanggan 900 VA akan memperoleh 72,19 kWh. Dengan kebutuhan 2 kWh per hari, token ini bisa digunakan selama 36 hari.

Sementara pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA akan mendapatkan 67,56 kWh. Jika kebutuhan listriknya 2,5 kWh per hari, maka token ini bisa digunakan selama 27 hari.

Dengan demikian, pemilihan nominal token listrik sangat penting untuk memenuhi kebutuhan harian pelanggan. Pelanggan prabayar perlu memperhatikan tarif dasar listrik dan PPJ daerah agar dapat menghitung secara akurat berapa hari token listrik yang mereka beli bisa digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *