Identifikasi Korban Tragedi Ambruknya Gedung Ponpes Al Khoziny
Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16), seorang santri asal Cikarang Barat, berhasil teridentifikasi sebagai salah satu korban tewas dalam tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny melalui pemeriksaan medis, gigi, dan barang pribadi. Proses identifikasi ini dilakukan oleh Tim DVI Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Pada malam hari setelah proses identifikasi, jenazah Aziz akan diserahkan kepada anggota keluarganya yang tinggal di Cikarang Barat, Jawa Barat. Namun, sebelum itu, ibunya, Sukarti, ingin melihat wajah anak sulungnya setelah lebih dari seminggu dikabarkan hilang dalam kejadian tragis tersebut.
Sukarti, yang baru tiba di RS Bhayangkara Surabaya, menahan kantuk karena tidak tidur berhari-hari sambil mencari keberadaan sang anak. Ia dipersilahkan oleh petugas DVI untuk memasuki tenda khusus berwarna oranye tempat pemulasaraan jenazah. Langkah kakinya yang gontai membawanya perlahan menuju tenda tersebut. Di dalam tenda, Sukarti langsung menjerit dan menangis ketika diperlihatkan wajah Aziz yang sudah dimasukkan dalam peti berwarna putih.
Tak kuat menahan tangis, Sukarti akhirnya dibopong keluar oleh kerabat dan petugas DVI. Ia duduk di kursi besi bersandar beralaskan spon warna biru sambil menunggu prosesi salat jenazah terhadap tujuh jenazah yang telah teridentifikasi.
Pengalaman Muzaini, Paman Aziz
Paman korban, Muzaini, merasa mendapat firasat aneh beberapa jam sebelum kejadian melalui video lama Aziz di TikTok yang tiba-tiba disukai sejumlah akun. Video tersebut merupakan konten terbilang lawas karena dibuat dan diunggah sekitar empat tahun lalu. Saat itu, Muzaini sering menjenguk Aziz dan merekam momen-momen kecil yang kemudian dijadikan konten TikTok.
Pada saat kejadian, Muzaini menganggap peristiwa tersebut sebagai isapan jempol belaka. Namun, setelah menyadari bahwa beberapa potongan video tersebut berlokasi di Ponpes Al-Khoziny, ia mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Kejadian ini terjadi sekitar empat jam sebelum gedung ambruk.
Muzaini juga mengatakan bahwa keluarga Aziz terakhir kali berkomunikasi dengan sang anak dua hari sebelum kejadian, yaitu pada Sabtu (27/10/2025). Video yang dikirimkan oleh pengajar pondok membuat keluarga terenyuh karena Aziz sedang menyetorkan hafalan kitab.
Sosok Aziz yang Rajin dan Gigih
Mengenang sosok Aziz, Muzaini mengatakan bahwa Aziz adalah anak yang lugu dan pendiam. Meskipun secara akademis dia biasa-biasa saja, Aziz memiliki karakter yang rajin dan gigih. Selama liburan puasa, Aziz lebih memilih habiskan waktu bersama orangtua atau bermain ke rumah temannya.
Menurut Muzaini, Aziz meninggal saat sujud salat ashar rakaat ketiga. Ini membuat keluarga sangat berharap doa-doa dari masyarakat untuk Aziz. “Ini meninggalnya sahid, kami minta do’anya ya mas,” ujarnya.
Proses Identifikasi Jenazah
Kantong jenazah bernomor PM RSB B-027 teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti atau barang kepemilikan, cocok dengan nomor AM 039 sebagai Mohammad Aziz Pratama Yudistira, laki-laki 16 tahun, alamat Kampung Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara Bekasi Barat, Jabar.
Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki mengatakan, terungkapnya identitas tujuh jenazah pada hari ini, menambah daftar nama korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi dalam insiden tersebut, menjadi total 17 jenazah.
“Sampai hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 17 korban dari 59 kantong jenazah yang diterima. Saat ini proses operasi DVM masih berjalan dengan melakukan pendalaman baik nomor AM maupun PM,” ujar dr M Khusnan, di depan Kamar Mayat RS Bhayangkara Surabaya.


