Doa Saat Kesulitan, Kisah Nabi Musa Selamatkan Bani Israil

Posted on

Kisah Nabi Musa AS dan Doa yang Dibacakan Saat Melintasi Lautan

PasarModern.com

Kisah-kisah para nabi dan orang-orang saleh terdahulu yang diabadikan dalam Al-Quran menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim dari generasi ke generasi. Keteguhan iman, taqwa, serta kegigihan mereka dalam mempertahankan kebenaran menjadi contoh yang patut diteladani. Salah satu kisah yang menarik adalah kisah Nabi Musa AS saat menyelamatkan Bani Israil.

Nabi Musa AS dikenal sebagai salah satu dari lima Rasul Ulul Azmi. Ia memiliki keteguhan luar biasa dalam mengamalkan dan menyampaikan kebenaran. Dalam Al-Quran, Nabi Musa diceritakan sebagai utusan Allah yang dikirim untuk menyelamatkan Kaum Bani Israil dari kedzaliman Firaun. Dikisahkan bahwa Nabi Musa pernah bertemu dengan dua orang yang sedang bertengkar, satu dari Bani Israil dan satunya lagi orang Mesir. Saat melihat orang Bani Israil terpojok, Nabi Musa mencoba memisahkan mereka dan menonjok orang Mesir tersebut. Sayangnya, tinju Nabi Musa membuat orang Mesir tersebut meninggal dunia.

Peristiwa ini akhirnya memicu penindasan Firaun terhadap Bani Israil. Akhirnya, Nabi Musa memimpin Bani Israil untuk meninggalkan Mesir. Namun, Firaun dan bala tentaranya mengejar mereka. Di tengah jalan, Bani Israil terhenti karena hanya ada lautan di depan mereka. Dalam keadaan tawakal, Nabi Musa memasrahkan diri kepada Allah. Lalu, Allah memberi perintah untuk memukulkan tongkatnya. Dari pukulan itu, lautan terbelah dan menjadi jalan.

Kaum Bani Israil pun berlarian menyusuri jalan yang di sampingnya adalah lautan. Doa yang dibacakan Nabi Musa saat melintasi lautan ini merupakan doa yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Doa ini bisa dipanjatkan ketika hidup terjepit masalah besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh A’masy dari Syaqiq dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah ﷺ berkata:

أَلَا أُعَلِّمُكَ الْكَلِمَاتِ الَّتِي تَكَلَّمَ بِهَا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاوَزَ الْبَحْرَ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ؟ فَقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: قُولُوا: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ.

Artinya: “Maukah kamu kuajari tentang kalimat-kalimat yang dibaca oleh Musa ﷺ ketika ia melintasi lautan bersama Bani Israil?” Kami menjawab, tentu, ya Rasulallah.” Kemudian Rasul menjawab, “Bacalah allâhumma lakal hamdu wailaikal musytaka, wa antal musta’ân, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil adzîmi” (ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang maha Agung).

Adab dalam Berdoa

Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin, terdapat 10 adab berdoa yang harus diperhatikan. Berikut penjelasannya:

  1. Berdoa di Waktu Mulia

    Berdoa di waktu mulia seperti hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jum’at, atau waktu sahur akan lebih mudah dikabulkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

    يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

  2. Menghadap Kiblat

    Saat berdoa, seorang muslim harus menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan menundukkan pandangan. Setelah selesai, usap wajah dengan tangan. Rasulullah ﷺ pernah berkata:

    كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

  3. Bersuara Lirih

    Saat berdoa, suara harus lembut dan penuh kerendahan hati. Firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 55:

    ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

  4. Berdoa dalam Kondisi Istimewa

    Berdoa saat turun hujan, berpuasa, setelah shalat lima waktu, atau antara azan dan iqamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

    الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ

  5. Membaca Hamdalah dan Shalawat

    Sebelum meminta, bacalah hamdalah dan shalawat Nabi. Salamah bin Al-Akwa berkata:

    مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ يَسْتَفْتِحُ الدُّعَاءَ إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِقَوْلِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الْوَهَّابِ

  6. Hati yang Khusyu

    Berdoa dengan rendah hati, khusyuk, dan penuh harap. Rasulullah ﷺ bersabda:

    إِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ حَتَّى يَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ

  7. Yakin Dikabulkan Allah

    Percayai bahwa Allah Maha Kuasa dan akan mengabulkan doa. Rasulullah ﷺ bersabda:

    ادْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ

  8. Menghindari Sajak

    Hindari membuat sajak atau rangkaian kata berlebihan saat berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda:

    سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ

  9. Serius dan Penuh Kesungguhan

    Tunjukkan keseriusan dan kesungguhan dalam berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda:

    يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي. فَإِذَا دَعَوْتَ فَاسْأَلِ اللّٰهَ كَثِيرًا، فَإِنَّكَ تَدْعُو كَرِيمًا

  10. Tobat dan Ikhlas

    Bertaubat, mengembalikan hak orang lain, dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah. Dikisahkan bahwa Nabi Musa pernah memohon hujan, namun doanya belum dikabulkan hingga ia mengetahui ada orang yang melakukan dosa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *