Cerita Kusnadi pernah dilaporkan hilang bikin heboh, padahal cari obat dan ketenangan di Madura

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Kusnadi pernah membuah heboh lantaran dikabarkan hilang.
  • Ia dilaporkan hilang setelah dijemput dari kawasan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. 
  • Hilangnya politikus senior itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.
  • Ternyata Kusnadi Kusnadi ternyata sedang nyari obat ke Madura.

PasarModern.comSurabaya – Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi yang meninggal dunia hari ini Selasa (16/12/2025). Kusnadi pernah membuah heboh lantaran dikabarkan hilang.

Kusnadi dilaporkan hilang sejak Rabu (4/6/2025), mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim dilaporkan hilang setelah dijemput dari kawasan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. 

Anak Kusnadi, Teddy Kusdita Kunong saat itu dikonfirmasi awak media pada Minggu (8/6/2025) malam membenarkan hilangnya Kusnadi lantaran sudah tak bisa dikontak selama beberapa hari terakhir. 

Terakhir Kusnadi terlihat di rumah sekaligus peternakan ayam miliknya di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo Rabu siang. 

Namun setekah beberapa hari tidak ada kabar berita terkait keberadaan Kusnadii, pihak keluarga baru mendapat kabar bahwa Kusnadi ditemukan berada di kawasan Madura, Senin (9/6/2025) dini hari.

“Bapak sudah ketemu tadi sekitar jam 1 malam ada yang ngirim foto bapak. Saya video call dan saya jemput dari Madura,” kata Teddy saat dikonfirmasi dari Surabaya. 

Namun kabar hilangnya Kusnadi ini menjadi buah bibir pada Minggu malam. Ia dikaitkan dengan dugaan penculikan.

Berdasarkan penjelasan keluarga Kusnadi sebelumnya, hilangnya politikus senior itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Selain itu, juga dikabarkan melalui media sosial dengan ciri-ciri Kusnadi. 

Teddy mengatakan, ia langsung bertolak begitu mendapat kabar keberadaan Kusnadi di kawasan Madura.

Saat ditemukan, Kusnadi berada di rumah salah satu warga di sana. Namun, Teddy belum merinci lebih jauh rumah siapa yang dimaksud. 

Ia hanya mengatakan, bahwa tuan rumah disana mengetahui kabar dari sosmed bahwa Kusnadi saat ini tengah dicari.

Menurutnya, tuan rumah merupakan kenalan Kusnadi. “Sekarang beliau (Kusnadi) kembali di Sidoarjo,” ungkap Teddy yang merupakan seorang Dokter ini. 

Sempat menggegerkan publik karena dikabarkan hilang, ternyata Kusnadi Kusnadi ternyata sedang nyari obat ke Madura.

Hal itu disampaikan Kusnadi saat mendatangi Polsek Balongbendo, Selasa (9/6/2025). Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa dirinya tidak diculik atau mengalami hal berbahaya lain.

“Saya ke Madura. Nyari obat di sana. Sekaligus nyari ketenangan saja, mungkin ditambah disuwuk (didoakan) dan sebagainya,” kata Kusnadi.

Diceritakan, selama ini dirinya tinggal di peternakan sendirian. Nah, kebetulan ada liburan Idul Adha, dia lantas ikut temannya ke Madura.

Sebelumnya, disebut ada teman dari Pamekasan datang ke tempatnya. Waktu itu tujuannya survei lokasi, hendak membuka warung.

Ketika itu, sang teman teman menginap di tempat Kusnadi. 

Pas menjelang Lebaran Qurban kemarin, sang teman itu mau balik ke Pamekasan. Kusnadi pun memutuskan ikut ke sana. Itung-itung liburan sambil nyari obat. 

“Saya ini kan, ya mohon maaf ya, karena saya ini sudah tidak bareng dengan ibunya, saya tinggal sendirian. Saya mikir, mosok lebaran saya tinggal sendirian di sini, terus ngapain,” ujarnya

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini tengah berjuang melawan penyakit kanker getah bening bening stadium 3B.

Kusnadi mengaku sudah 17 kali kemo, sudah hampir dua tahun dia menderita penyakit tersebut. 

“Saya kena kanker, jadi rasanya bosan, maka saya juga cari obat alternatif lah. Ikut teman yang dari Pamekasan tersebut,” urainya.

Pas sampai di Madura, Kusnadi mengaku teledor, menaruh ponselnya di mobil dan tak dibawa turun.

Sampai beberapa jam baru tersadar ponselnya tertinggal di mobil, dan saat itu sopirnya sudah pergi. 

“HP saya taruh di belakang jok, turun di sana lupa ngambil. Sampai beberapa jam, dan pas saya cariin mobilnya, supirnya yang punya mobil itu sudah pergi,” ujarnya.

Handphone tersebut baru kembali ke tangannya pada malam Sabtu setelah pemilik mobil mengantarkannya.

“Pas dikembalikan, HP dalam kondisi batrenya habis.” tambahnya

“Saya pinjam charger teman itu, handphone-nya itu Nokia jadi tidak sama. Barulah tadi malam ada teman lain yang datang bawa charger-an baru saya cas sekitar jam 11 malam,” kisahnya.

Begitu bisa mengakses handphone dan membaca berita, ia langsung menghubungi anaknya.

Kusnadi mengaku kaget, banyak sekali berita tentang dirinya. 

“Saya buka handphone, Masyaallah luar biasa isinya, saya kemudian berkabar ke anak. Kemudian anak saya memahami dan menjemput saya,” ungkap Kusnadi. 

Ia mengakui bahwa kesalahannya adalah tidak sempat memberi kabar kepada keluarga, namun bukan karena ia sengaja.

Kusnadi memohon maaf kepada semua pihak atas kegaduhan ini, dia menegaskan bahwa dirinya tidak diculik, tidak melarikan diri, tidak hilang, dan tidak menghilang. 

“Saya mohon maaf sekali kepada seluruh masyarakat, dan saya mohon maaf betul,” ujarnya.

Kusnadi membantah tentang adanya informasi yang menyebut dirinya dalam kondisi linglung atau pikun saat ditemukan.

Dia menegaskan selama ini baik-baik saja. 

Kusnadi juga membeberkan bahwa selama lima hari terakhir, ia berada di Pamekasan, Madura.

Di sana dia juga makan enak. Sate dan gule, karena sedang lebaran Idul Adha. 

Kusnadi mengakui bahwa keluarganya panik karena kepergiannya tanpa kabar, terutama karena kondisi kesehatannya yang memang membutuhkan perhatian khusus.

“Ya saya salah, anak saya pada khawatir semua. Saya terus terang saja, saya gak mau menyulitkan. Sekali lagi  saya mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *