
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10). Ia berbicara saat menghadiri pemusnahan 214,84 ton barang bukti narkoba hasil pengungkapan periode Oktober 2024-Oktober 2025.
Prabowo yang mengenakan pakaian safari berwarna krem tiba pada pukul 13.21 WIB dengan didampingi Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi. Ia langsung disambut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Prabowo langsung menuju tempat barang bukti yang akan dimusnahkan. Terlihat ia dan Listyo sempat berbincang saat melihat barang bukti tersebut.
Sejumlah pesan ia sampaikan dalam pidato tersebut. Berikut rangkumannya:
Titip Eks Pengawal Polisi ‘Dibantu’ Sekolah ke Kapolri

Prabowo sempat menyinggung dirinya yang meminta bantuan Kapolri untuk menyekolahkan pengawalnya yang merupakan anggota polisi.
“Yaah, kalau mantan pengawal saya ada polisi, mengawal saya, tolong lah, masuk Secaba, masa ya kan? Itu sah, boleh dong, saya titip,” ucap Prabowo.
Sigit hanya tersenyum dan mengucapkan kata ‘siap’ saat mendengar pernyataan Prabowo. Prabowo menegaskan, tidak banyak polisi yang ia minta bantu untuk disekolahkan. Ia pun membeberkan alasan mengapa bintara itu sampai ia bantu untuk disekolahkan.
“Ini bintara baik, ya jadikan perwira, secaba kan, dari ratusan ribu aku titip berapa? 2-3 orang ya kan? Mantan pengawal saya ada motoris polisi sekian tahun, loyal, dia mempertaruhkan nyawa, motoris itu mempertaruhkan nyawa, di hujan, aku tuh di mobil lihat, aduh hujan deras, dia pertaruhkan nyawa dia,” ucap Prabowo.
Prabowo menyebut, sebenarnya banyak jenderal hingga menteri yang juga menitip anak buahnya dari polisi untuk sekolah.
“Ya saya ngaku lah, tapi itu sah, ayo, jenderal-jenderal, menteri-menteri kalian nitip 1-2 orang ya boleh,” kata Prabowo.
Meski menitip sejumlah eks pengawalnya untuk sekolah ke Kapolri, Prabowo menegaskan dirinya tak pernah cawe-cawe dalam internal Polri. Termasuk menitipkan sanak saudaranya.
“Tapi saya enggak ada nitip ponakan ya kan, tolong jadiin engga ada. Di awal pemerintahan, saya hormati anda, saya tidak cawe-cawe, saya tidak titip satu pun pejabat, saya tidak titip, bener Kapolri?” kata Prabowo.
Berantas Narkoba, Penyelundupan dan Judi Online

Prabowo menjelaskan, pada saat dirinya mulai memimpin Indonesia pada Oktober tahun lalu, ada tiga hal yang dia minta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dipimpin.
“Sehingga waktu itu saya sampaikan kepada Kapolri, Kapolri tugas utama polisi sekarang saya letakkan di pundak Anda, saya minta Kapolri tiga hal anda yang memimpin untuk saya. Satu, Pemberantasan narkoba. Dua, penyelundupan. Tiga, judi online,” kata Prabowo.
Pada kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi seluruh jajaran Polri. Ia mengatakan, pada awal diberikan mandat oleh rakyat, ada satu hal yang akan menjadi fokus pemerintahannya, yaitu menghentikan kebocoran.
Namun, Prabowo menegaskan bukan berarti hal lain tidak kalah penting untuk dibasmi. Ia menjelaskan banyak ancaman yang dari mulai fisik hingga ancaman narkoba.
“Narkoba ini merusak masa depan bangsa. Tapi memang dalam pemerintahan ada hal-hal yang harus kita selesaikan dahulu, yang harus kita selesaikan dahulu. Masalah utama waktu saya menerima tugas sebagai presiden masalah utama yang saya lihat adalah kebocoran kekayaan negara,” tandasnya.
Prabowo Kenang Dongkol Sama Polisi Gara-gara Langgar Aturan

Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan dirinya pernah dongkol sama polisi karena melanggar aturan. Prabowo pernah melanggar aturan lalu lintas saat masih muda.
“Kita, saya, waktu muda dulu, kalau lampu merah ada polisi engga? ngeng (tancap gas terobos lampu merah), salah saya, ngaku engga bener, polisi itu tugasnya tertibkan, prit, kita salah, kita dongkol,” tambah dia.
Prabowo sempat berpikir mengapa polisi seperti menunggu kesalahan. Namun, Prabowo menyadari tindakannya memang tidak bisa dibenarkan.
“Macam-macam polisi kok ngumpet di gelap-gelap nunggu saya salah, kenapa kok salah? Berarti kau hanya mau tertib kalau dilihat, nah ini ndak bener,” kata Prabowo.
Kartel Narkoba Sekarang Punya Kapal Selam

Prabowo mengatakan, kartel narkoba di zaman sekarang sudah memiliki kapal selam sendiri untuk mengedarkan produknya. Awalnya ia membahas soal kapal-kapal yang mendarat pada dini hari, menurutnya kapal itu pasti memiliki niat buruk.
“Kalau dia niatnya baik, akan mendarat ke pantai, ya waktu terang. Jadi ini masalah di seluruh dunia. Bahkan sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selam. Dia punya kapal selam,” ucapnya.
Prabowo mengatakan, meski pemerintah memberantas narkoba, para kartel tidak akan mau kalah. Ia pun mendorong Polri harus selalu sigap dalam melawan kartel narkoba.
“Walaupun kita bisa bayangkan bahwa kartel-kartel itu tidak akan mau kalah. Ah ini di mana pun seperti itu. Jadi polisi harus lebih sigap, kompak, kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, Kejaksaan, semua, semua lembaga kita harus jadi 1 tim. Saya selalu katakan kita harus kerja dengan team work. Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps merah putih, korps NKRI,” tandas dia.
Jangan Ragu Tindak Anggota Bermasalah

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan kepada TNI-Polri dan Kejaksaan jangan ragu untuk menindak anggota yang bermasalah.
Prabowo bilang, dalam sebuah organisasi yang memiliki ratusan ribu anggota, wajar jika ada oknum yang bermasalah.
“Saya kira institusi kita, Polri, tentara, kejaksaan semua tidak ragu menindak anggota yang tidak tertib, saya percaya itu,” kata Prabowo saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti 214,8 ton narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).
Prabowo mengibaratkan anggota yang bermasalah ini seperti anak sekolah yang tawuran. Jumlahnya tidak banyak dan tidak bisa digeneralisir salah sekolah dan guru.
Dongkol saat Buka Podcast

Prabowo mengungkapkan suka membuka berbagai podcast untuk mendapat masukan.
“Saya malam-malam suka buka podcast-podcast itu, kadang-kadang dongkol juga nih, apa ini. Tapi saya catat, oh oke,” kata Prabowo di sela pemusnahan 214,84 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (29/10).
Prabowo menegaskan, pemimpin tidak akan maju bila takut menghadapi kritik. Dia mengajak semua pihak untuk terus bersatu membangun Indonesia.
“Bersaing bagus, kritik harus, koreksi harus. Pemimpin yang tidak mau dikoreksi, dia akan terjebak dalam kesalahan-kesalahan,” tambah dia.
Jangan Loyalitas Korps Berlebihan

Prabowo menegaskan pentingnya kerja sama lintas institusi dalam menjaga keamanan nasional. Ia mengingatkan agar semangat korps tidak berlebihan hingga menimbulkan ego sektoral.
“Jangan ego sektoral, jangan loyalitas korps berlebihan. Kita satu korps, korps merah putih, korps NKRI,” kata Prabowo dalam arahannya usai pemusnahan narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kerja keras mereka dalam menjalankan tugas negara, khususnya dalam pemberantasan narkoba.
Prabowo Ajak RT, Guru-Ortu Ikut Berantas Narkoba

Prabowo bilang, untuk memberantas narkoba, tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, semua pihak harus ikut terlibat mulai dari orang tua, guru hingga Ketua RT.
“Kita anggap narkoba ini sangat berbahaya untuk kita. Tapi ini perlu semua pihak bekerja keras, orang tua, guru sekolah, lingkungan, ketua RT, kepala desa semuanya harus bekerja,” kata Prabowo.
Eks Menhan ini menekankan, jangan sampai narkoba diperdagangkan dengan bebas. Sebab dampak jika masyarakat sudah mengkonsumsi dan ketergantungan narkoba, dampaknya bisa merusak negara.
“Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera ini semua. orang tua, jangan biarkan anaknya nanti rusak, hancur anaknya tidak ada masa depan,” ucap dia.
“Begitu ada indikasi, lapor,” tambah dia.
Tidak Boleh Ada Pemerintah dalam Pemerintahan, Tidak Boleh Ada Mafia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari praktik mafia dan kelompok yang menyalahgunakan kekuasaan.
“Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintahan, tidak boleh ada mafia dalam pemerintah,” ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti masih adanya oknum yang mencoba mengakali sistem pemerintahan demi keuntungan pribadi. Ia menegaskan, praktik semacam ini harus diberantas hingga tuntas.
“Tidak boleh ada orang pintar yang berada di dalam pemerintahan merasa dia bisa mengakali pemimpin politik, mengakali rakyat. Karena saya memperhatikan ada, mereka yang bercokol menggunakan sistem untuk mencuri uang rakyat, uang negara. Ini harus kita bongkar sampai akar-akarnya,” tegasnya.
Polisi Selalu Dijelek-jelekkan, Dimaki, Kerjaannya Tak Sering Dilihat

Prabowo menilai polisi kerap kali menjadi sasaran kritik publik meski perannya sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Ia menyebut polisi selalu dimaki-maki.
“Saya ini orangnya nggak suka basa-basi, polisi selalu dijelek-jelekkan, selalu dimaki-maki di mana seluruh dunia karena memang tugasnya menertibkan,” ujar Prabowo dalam arahannya usai memusnahkan narkoba 214 ton di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).
Prabowo menuturkan, tugas kepolisian memang berat karena berhadapan langsung dengan masyarakat.


