Apa Itu Kiropraktik? Waspadai Terapi ‘Kretek’ yang Tidak Aman

Posted on

Apa Itu Kiropraktik?



Kiropraktik adalah salah satu bentuk pengobatan alternatif yang semakin populer dalam dunia kesehatan. Meskipun tidak termasuk dalam disiplin ilmu kedokteran konvensional, praktisi kiropraktik atau chiropractor adalah profesional terlatih yang telah menjalani pendidikan khusus di bidang tersebut. Terapi ini umumnya digunakan untuk membantu meringankan masalah pada tulang, otot, dan persendian. Namun, meski banyak orang merasa manfaatnya, terdapat juga kasus-kasus di mana seseorang mengalami malpraktik atau bahkan meninggal akibat terapi ini. Maka dari itu, penting untuk memahami apakah kiropraktik benar-benar aman.

Bagaimana Proses Terapi Kiropraktik Berlangsung?



Pada pertemuan pertama dengan chiropractor, biasanya mereka akan menanyakan kondisi yang kamu alami dan melakukan penilaian gejala untuk menentukan apakah kiropraktik cocok untuk kamu. Setelah itu, chiropractor akan menggunakan berbagai teknik untuk mengatasi masalah pada otot dan persendian. Teknik-teknik ini antara lain:

  • Manipulasi tulang belakang, di mana chiropractor menggunakan tangan mereka untuk memberikan tekanan pada otot, tulang, dan persendian.
  • Gerakan menyodorkan pendek dan tajam.
  • Secara bertahap menggerakkan sendimu ke posisi yang berbeda.
  • Menarik atau meregangkan otot milikmu ke arah yang berbeda.

Perawatan biasanya tidak menyakitkan, tetapi beberapa orang mungkin merasa sedikit ketidaknyamanan. Jika kamu merasa sakit selama proses, segera beri tahu chiropractor.

Siapa Saja yang Boleh Mengikuti Terapi Kiropraktik?



Menurut Health Central, ada beberapa kondisi medis yang sebaiknya tidak diberi manipulasi kecepatan tinggi ke tulang belakang lumbar. Chiropractor menyebut kondisi ini sebagai “bendera merah”. Beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk menjalani kiropraktik antara lain:

  • Osteoporosis berat (penyakit kerapuhan tulang metabolik)
  • Multiple myeloma (kanker yang mempengaruhi sel plasma tubuh)
  • Osteomielitis (infeksi tulang belakang)
  • Tumor tulang (pertumbuhan jinak atau kanker)
  • Penyakit Paget (penyakit yang dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang, patah tulang)

Selain itu, kondisi neurologis progresif atau mendadak seperti sindrom cauda equina juga bisa menjadi tanda bahaya. Umumnya, setiap kondisi yang menyebabkan sendi tidak stabil adalah tanda bahaya (termasuk infeksi sendi), sehingga bisa mencakup beberapa kondisi peradangan seperti:

  • Rheumatoid arthritis (baik dalam tahap aktif, sistemik atau lokal dengan adanya peradangan)
  • Spondilitis ankilosa
  • Psoriatic arthritis (sejenis radang sendi)
  • Artritis reaktif (sindrom Reiter; nyeri sendi yang disebabkan oleh infeksi)

Gangguan pendarahan dan masalah ketidakstabilan struktural juga bisa menjadi tanda bahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pasien mungkin belum menjalani pemeriksaan fisik yang memadai atau chiropractor tidak memiliki keterampilan dan pelatihan yang memadai.

Manfaat Terapi Kiropraktik



Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa manfaat jika melakukan kiropraktik, antara lain:

  • Mengurangi nyeri leher: Nyeri leher sering terjadi karena postur tubuh yang buruk atau sering menekuk leher saat menggunakan ponsel. Chiropractor dapat membantu meredakan nyeri leher dengan meluruskan kembali tulang belakang dan meredakan ketegangan pada otot leher.
  • Mengurangi ketergantungan pada pereda nyeri opioid: Orang dengan nyeri kronis sering diberi resep obat opioid. Namun, perawatan kiropraktik bisa mengurangi kebutuhan untuk mengkonsumsi obat tersebut.
  • Mengurangi gejala osteoarthritis: Nyeri osteoarthritis disebabkan oleh degenerasi tulang rawan pada sendi. Beberapa jenis penyesuaian kiropraktik dapat membantu menyelaraskan sendi Anda dan mengurangi gesekan antar tulang.
  • Meringankan gejala sakit kepala: Kiropraktik juga efektif untuk mengobati sakit kepala, rasa tegang, dan sakit kepala yang berasal dari leher.
  • Perawatan yang lebih terjangkau untuk sakit punggung kronis: Perawatan kiropraktik bisa menjadi alternatif yang lebih murah daripada perawatan konvensional untuk nyeri punggung bawah.
  • Membantu memperbaiki postur tubuh: Kiropraktik berpotensi membantu memperbaiki postur tubuh yang buruk, terutama jika disebabkan oleh terlalu banyak duduk.

Tujuan utama perawatan kiropraktik adalah memperbaiki gejala, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan fungsi fisik pasien. Pengobatan ini umumnya dianggap aman, efektif, dan dapat membantu pasien meningkatkan kualitas hidupnya.

Tips Memilih Chiropractor



Memilih chiropractor yang tepat sangat penting. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

  • Cari referensi dari orang-orang sekitar atau yang pernah menjalani perawatan kiropraktik.
  • Mintalah rekomendasi dari dokter langgananmu, jika ada.
  • Teliti kredensial dan pengalaman chiropractor.
  • Pertimbangkan pengalaman chiropractor dalam menangani kondisi tertentu.
  • Tanyakan kepada pasien dengan kondisi serupa yang pernah dirawat oleh chiropractor tersebut.
  • Pertimbangkan jenis kelamin chiropractor-mu, karena kamu perlu merasa nyaman saat mendiskusikan informasi pribadi.
  • Tanyakan tentang pelatihan dan pengalaman terbaru chiropractor terkait kondisi dan jenis kelamin.
  • Baca ulasan pasien untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana chiropractor memberikan perawatan dan bagaimana praktiknya dioperasikan.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu bisa memilih chiropractor yang tepat dan memastikan pengalaman terapi yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *