Ancaman Beruntun di Tangsel: Sekolah Diserang Bom, Ledakan Gedung Farmasi, dan Monyet Liar

Posted on

Rentetan Ancaman di Tangerang Selatan

Pada pekan ini, kota Tangerang Selatan, Banten, mengalami serangkaian ancaman yang terjadi dalam waktu dekat. Dua sekolah internasional di Tangsel mendapatkan pesan yang berisikan ancaman bom pada Selasa (7/10/2025). Sekolah pertama yang menjadi sasaran adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Pesan tersebut menyatakan bahwa ada bom diletakkan di sekolah. Sementara itu, sekolah kedua yang menjadi sasaran teror adalah Sekolah Mentari Intercultural School. Pesan dikirimkan pada pagi hari dan baru diketahui siang harinya.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyisiran terhadap sekolah-sekolah tersebut. Berselang satu hari kemudian, peristiwa teror kembali terjadi di wilayah tersebut. Ledakan misterius terjadi di gedung farmasi Nucleus di kawasan Jalan Jombang, Pondok Aren, pada pukul 20.30 WIB.

Sebelum dua peristiwa itu terjadi, pada Sabtu (4/10/2025), kawanan monyet liar muncul di permukiman warga Rawa Buntu, Serpong.

2 Sekolah Internasional Diteror Bom

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang mengungkapkan bahwa Jakarta Nanyang School menjadi sekolah pertama yang mendapatkan teror bom. Ia menyampaikan bahwa informasi adanya teror dan bom di tempat kejadian pertama itu, di Jakarta Nanyang School, yang berada di Pagedangan di daerah Kabupaten Tangerang.

Teror bom serupa kemudian juga menyasar Mentari Intercultural School yang terletak di Tangerang Selatan. Dalam video KompasTV, Victor menyampaikan bahwa ancaman teror bom ke kedua sekolah internasional itu disampaikan melalui WhatsApp (WA) maupun email ke pihak manajemen sekolah. Pelaku yang mengirimkan baik melalui WA maupun email ancaman teror bom ini.

Teror bom menyebar ke North Jakarta Intercultural School, Kelapa Gading. Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko menyebut teror tersebut dikirim melalui WhatsApp dengan nomor Nigeria. Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi di North Jakarta Intercultural School (NJIS), pada Rabu dini hari.

“Pada sekitar pukul 00.15 WIB dilakukan pengecekan sementara di bagian lantai dasar dan bagian luar sekitar sekolah NJIS dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim didampingi pihak keamanan sekolah NJIS,” ujarnya, Rabu.

Modus Pemerasan

Teror bom yang didapatkan dua sekolah internasional di Tangsel memiliki modus yang sama yakni pemerasan. Sekolah-sekolah tersebut mendapatkan pesan yang sama, di mana pelaku minta uang tebusan senilai 30.000 dolar Amerika Serikat (AS). Sama seperti di Tangsel, pelaku ancaman teror bom juga meminta uang tebusan senilai 30.000 dolar AS ke North Jakarta Intercultural School.

“Pelaku meminta semacam tebusan sebesar USD 30 ribu, tetapi yang bersangkutan meminta ditransfer lewat kripto,” ungkap Kapolsek Kelapa Gading. Mereka meminta bayaran 30.000 dolar AS yang dibayarkan ke alamat bitcoin peneror agar bom tersebut tidak diaktifkan. Meski demikian, ia menuturkan, akun kripto peneror bom ke North Jakarta Intercultural School tidak ada di Indonesia.

“Wallet address (alamat dompet) yang dimaksud, tidak ditemukan atau tidak valid sehingga hasil tidak ditemukan atau tidak ada pada pertukaran kripto lokal (crypto exchange local) di Indonesia,” tegasnya, dikutip dari Antara.

Berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan pihak kepolisian, di Mentari Intercultural School dan Jakarta Nanyang School tidak ditemukan adanya bahan peledak atau bom seperti dalam teror tersebut. “Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran pengamanan, Puji Tuhan, Alhamdulillah, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya,” ucap Kapolres Tangsel.

Ledakan di Gedung Farmasi Nucleus Tangsel

Sebuah ledakan hebat terjadi di sebuah gedung Jalan Jombang, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Rabu pukul 20.30 WIB. Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com, gedung tersebut bertuliskan “Nucleus” pada bagian atasnya. Tampak atap kanopi di bagian depan gedung hancur, nyaris terlepas dari penyangga sisi kanan. Jendela-jendela di bagian depan setiap lantai juga terlihat pecah. Dari luar, bangunan tersebut memiliki empat lantai yang menjulang ke atas.

Di lantai pertama, rolling door terlihat terbuka. Pintu kaca pecah, dan di dalamnya tampak sebuah sepeda motor. Jendela serta tembok bagian depan lantai dua dan tiga mengalami kerusakan parah, menyisakan area terbuka yang menganga. Di area teras, serpihan kaca dan puing-puing bangunan berserakan. Garis polisi telah terpasang di sekitar lokasi, sehingga area dilarang untuk dilintasi.

Menurut salah satu saksi mata yang berada di lokasi bernama Vino, saat kejadian dirinya dan dua rekannya sedang berada di dalam ruangan ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat keras. “Sebetulnya kita lagi ngobrol aja bertiga di dalam, tiba-tiba ada ledakan besar, atap langsung roboh. Setelah kita evakuasi keluar, ternyata yang menimpa atap kita itu tembok dari gedung sebelah. Suaranya keras banget, kayak di TV, tapi ini beneran langsung kejadian di depan mata,” ujar Vino kepada TribunTangerang.com, Rabu (8/10/2025).

Vino menyebut bangunan yang diduga menjadi sumber ledakan adalah sebuah kantor farmasi. “Setahu saya itu kantor farmasi, bukan gudang. Kalau gudangnya saya kurang tahu, tapi yang meledak itu memang kantor,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab ledakan tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan menilai dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Aksi Kawanan Monyet Liar

Kawanan monyet liar muncul di permukiman warga Rawa Buntu, Serpong, pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Sedikitnya ada 12 ekor monyet terlihat berpindah dari satu rumah ke rumah lain dengan cara melompat di atas atap. Kemunculan hewan-hewan itu membuat warga waspada, terutama karena banyak anak-anak yang antusias melihat dari halaman rumah.

“Ini kan (monyet liar) termasuk binatang buas juga, takutnya nyerang anak-anak,” ujar Ketua RT 003 RW 001 Rawa Buntu, Lily (48), saat ditemui Kompas.com, Senin (6/10/2025). Lily mengatakan, pihaknya telah mengimbau warga agar tidak mendekati kawanan monyet ketika hewan-hewan itu memasuki lingkungan.

“Saya sudah imbau warga supaya jangan mendekat. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada yang terluka,” katanya. Lily menduga kawanan monyet liar itu berasal dari kawasan Puspiptek, yang berjarak tak jauh dari Rawa Buntu. Ia menilai, pembangunan di kawasan tersebut, termasuk proyek stadion sepak bola, membuat monyet kehilangan kenyamanan dan sumber makanan.

“Saya menyaksikan sendiri. Jadi mungkin monyet itu keluaran dari Puspiptek karena di sana tempat mereka. Kampung mereka, ibaratnya sering orang kasih makan,” ujar Lily. Warga bersiaga Untuk berjaga-jaga, warga kini menyiapkan bambu guna mengusir monyet agar tidak turun ke halaman rumah.

“Jadi kami antisipasi saja bawa bambu supaya monyetnya enggak turun,” kata Ijjo (30), warga setempat. Meski belum ada korban, warga tetap khawatir kawanan monyet menyerang anak-anak yang sedang bermain. “Waktu itu banyak anak-anak yang lihat, mereka antusias. Takutnya ada yang gigit. Alhamdulillah enggak ada yang turun,” ujarnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *