Pemkot Jambi Tegakkan Jam Malam, Remaja Keliaran Ditindak Mulai Pukul 22.00

Posted on

Aturan Jam Malam untuk Remaja di Kota Jambi

Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah tegas dalam menghadapi maraknya geng motor yang mulai meresahkan warga. Dalam upaya melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, Pemkot Jambi resmi menerapkan aturan jam malam bagi anak dan remaja di bawah usia 17 tahun. Aturan ini berlaku setiap hari mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.30 WIB.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Jambi, dr. Maulana, dalam rapat koordinasi bersama camat, lurah, serta unsur Forkopimda di Aula Kantor DPMPPA Kota Jambi, Selasa (14/10/2025). Menurut Maulana, penerapan jam malam ini merupakan langkah strategis untuk melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif seperti kenakalan remaja, balap liar, dan tindak kriminal yang sering terjadi pada malam hari.

“Langkah ini bukan untuk membatasi ruang gerak anak muda, melainkan untuk melindungi mereka dari aktivitas berisiko yang bisa menjerumuskan,” tegas dr. Maulana.

Ia menambahkan, selama jam malam berlaku, anak-anak dan remaja tidak diperkenankan berada di luar rumah, kecuali dalam kondisi mendesak dan harus ditemani orang tua atau wali. “Kalau urusannya penting, misalnya karena keperluan keluarga atau pekerjaan tertentu, tentu kami beri toleransi. Tapi kalau hanya nongkrong tengah malam tanpa tujuan jelas, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Maulana menginstruksikan seluruh lurah, camat, dan RT untuk melakukan pendataan wilayah rawan kenakalan remaja serta memperkuat koordinasi dengan aparat dan tokoh masyarakat. Pemkot Jambi juga menggandeng Lembaga Adat Melayu (LAM), tokoh agama, dan pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan karakter serta pengawasan terhadap remaja di lingkungan masing-masing.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, tokoh agama, dan pihak sekolah sangat dibutuhkan agar anak-anak kita tidak terjerumus dalam perilaku negatif,” kata Maulana.

Ia menegaskan, kebijakan jam malam tersebut akan disosialisasikan secara masif ke sekolah-sekolah melalui kegiatan edukasi dan pembinaan karakter. Wali Kota berharap, langkah ini dapat menciptakan Kota Jambi yang aman, tertib, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Ini adalah langkah pencegahan, bukan pengekangan. Kami ingin anak-anak dan remaja Jambi tumbuh di lingkungan yang positif, aman, dan berdaya,” tutupnya.

Geng Motor Marak, Warga Meminta Tindakan Tegas

Sebelumnya, Mantan Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Manang Soebeti atau yang akrab disapa Pak Bray menyentil Resmob Polda Jambi. Sentilan itu diberikan pasca banyaknya aduan kepadanya terkait aksi brutal sekelompok remaja diduga geng motor kian marak. Dalam beberapa kasus yang viral di sosial media belakangan ini, warganet mengadu ke Pak Bray agar kembali ke Jambi.

Belakangan ramai sekelompok remaja yang beraksi siang bolong di Jalan Baru Jambi diadukan ke Pak Bray. Bahkan geng motor itu tampak dengan jelas membawa senjata tajam yang berukuran besar. Dalam video viral itu tampak dua kelompok remaja tengah bertikai. Postingan di akun Instagram @infojambi.id itu pun mendapat respon dari Kombes Manang Soebeti. Melalui kolom komentar di unggahan viral itu, Pak Bray tampak kesal dengan adanya kelompok remaja diduga geng motor itu.

“Tolonglah peluru jangan disimpan di gudang @resmob_jambi,” tulis @manangsoebeti_official alias Pak Bray di kolom komentar. Komentar Pak Bray tersebut langsung mendapat respon dari warganet. Mereka memuji ketegasan Kombes Manang Soebeti saat menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Jambi dan menyinggung sikap penggantinya.

Video Viral dan Kekhawatiran Warga

Aksi brutal kelompok remaja yang diduga geng motor kembali menciptakan keresahan mendalam di kalangan warga Jambi. Hal yang mengejutkan, kali ini mereka tak lagi bersembunyi di malam hari. Aksi nekat dan membahayakan tersebut terekam jelas saat terjadi di Jalan Baru pada Jumat, 10 Oktober 2025, bahkan di bawah terik siang bolong. Video amatir yang dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, termasuk yang diunggah oleh akun Instagram @infojambi.id, menjadi bukti nyata betapa beraninya kelompok ini berulah.

Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa remaja—semuanya mengendarai motor dengan terang-terangan membawa senjata tajam (sajam). Visual menunjukkan dua kelompok remaja yang disinyalir adalah geng motor tengah terlibat pertikaian atau saling kejar di jalan raya, seolah tidak peduli dengan pengguna jalan lain atau potensi bahaya yang mereka ciptakan. Kejadian di siang hari ini menambah daftar panjang aksi meresahkan yang membuat masyarakat Jambi merasa tidak aman.

Keterangan yang menyertai unggahan video viral tersebut bukan hanya berisi informasi kejadian, tetapi juga sebuah seruan khusus yang ditujukan kepada seorang perwira polisi yang pernah bertugas di Jambi. Masyarakat secara terbuka meminta mantan Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Manang Soebeti, untuk kembali bertugas.

Desakan untuk Tindakan Tegas

Genk motor kembali berulah di siang hari, terlihat beberapa pengendara motor membawa sajam, lokasi jalan baru. (10/10/2025). Pak Bray @manangsobeti_official balik ke Jambi dong,” demikian bunyi desakan di keterangan unggahan tersebut. Video viral ini sontak memicu gelombang kemarahan di kolom komentar. Warganet mengungkapkan kegeraman mereka atas ulah geng motor yang semakin menjadi-jadi dan menuntut aparat penegak hukum segera bertindak tegas.

Seruan agar aparat bertindak tegas, bukan hanya pembinaan, juga mengemuka: “Gak usah pembinaan pak, sudah saatnya tindakan tegas terukur,” tulis salah seorang pengguna. Akun @coc*** mendesak agar pelaku diproses hukum tanpa pandang usia: “Tangkap, penjarakan biarpun itu masih di bawah umur, sangat membahayakan warga sekitar dan pengguna jalan.”

Sentimen Emosional dan Harapan pada “Pak Bray”:
Komentar paling menyentuh datang dari warganet @mom yang menyinggung perasaan orang tua: “Capek nian mengandung 9 bulan, melahirkan bertaruh nyawa, membesarkan bertaruh mental, eh giliran sudah besar jadi kek gini, kasihan mamakmu dek.” Rasa ngeri dan takut juga diungkapkan: “Aku yang nonton udah panas dingin, apalagi ketemu yang gini. Ngeri kali, mana masih bocil,” tulis @ded mengacu pada usia pelaku yang relatif muda.

Sementara itu, harapan akan ketegasan Kombes Manang Soebeti terlihat jelas dalam komentar @ric*** yang berharap “Pak Bray” kembali membawa tindakan cepat: “Pak Bray, tolong diselesaikan. Masih banyak kan stok peluru.” Hingga berita ini ditayangkan, pihak PasarModern.com masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari kepolisian setempat terkait perkembangan berita viral tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *