Profil Zizi Kirana dan Yusuf Bahrin
Zizi Kirana kini menjadi sorotan publik setelah dikabarkan diculik oleh tentara Israel. Ia adalah seorang penyanyi asal Malaysia yang dikenal dengan lagu-lagu seperti “Boleh Jalan”, “Eh”, dan “Pijak”. Nama Zizi mulai dikenal luas setelah mengikuti ajang Akademi Fantasia Musim 7 pada tahun 2009. Selain bernyanyi, Zizi juga aktif dalam dunia perfilman.
Sementara itu, suami Zizi Kirana, Yusuf Bahrin, adalah seorang aktor di Malaysia. Pria kelahiran 8 Juni 1992 ini memulai karirnya sebagai pemeran pembantu dalam beberapa drama seperti Calon Menantu Tuan Rumah, Sweet Dreams, dan Satukan Rasa. Namanya makin terkenal setelah memerankan watak Rahman dalam drama Perempuan Tanpa Dosa. Yusuf juga pernah bermain dalam sinetron horor romantis dan beradu akting dengan Uyaina Arshad dan Raja Shahiran.
Pada 19 September 2021, Yusuf Bahrin menikah dengan Zizi Kirana. Mereka sempat kehilangan calon anak sulung lantaran Zizi mengalami keguguran kehamilan pertamanya pada 2023.
Kronologi Penahanan Zizi Kirana
Dalam kasus ini, Zizi Kirana bergabung sebagai relawan Malaysia dalam Global Sumud Flotilla, sebuah inisiatif internasional yang diluncurkan pada pertengahan 2025 untuk menembus blokade Israel dan menyalurkan bantuan darurat ke Jalur Gaza melalui jalur laut. Armada tersebut membawa ratusan aktivis dari puluhan negara, termasuk politisi, akademisi, dokter, dan aktivis kemanusiaan.
Namun, perjalanan mulia itu berakhir mencekam. Pada Rabu (1/10/2025), kapal yang ditumpangi rombongan relawan internasional, termasuk Zizi, diserang kapal perang Israel di perairan Gaza. Seluruh penumpang ditahan secara paksa oleh militer Israel.
Penahanan Zizi Kirana sendiri telah dikonfirmasi. Ia ditangkap bersama sejumlah aktivis kemanusiaan lain dari berbagai negara. Zizi sempat merekam sebuah video yang kini diunggah di Instagram Sumud Nusantara Official. Dalam video itu, Zizi menyatakan bahwa jika video ini sampai tersebar, berarti ia telah diculik oleh otoritas Israel.
“Nama saya Zizi Kirana. Saya warga negara Malaysia. Jika Anda menonton video ini bermakna saya telah diculik dan itu bertentangan dengan kehendak saya oleh tentara Israel.”
“Misi kemanusiaan kami adalah aman, tiada keganasan dan mematuhi sepenuhnya undang undang antarbangsa,” ucap Zizi.
Di video yang sama, Zizi juga meminta kepada pemerintah Malaysia untuk membantu membebaskan mereka. “Saya segera merayu kepada kerajaan Malaysia terutama Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat.”
Sebelum akhirnya hilang kontak dengan keluarga, Zizi Kirana sempat mengirimkan pesan suara kepada suaminya, Yusuf Bahrin. Menurut Yusuf, pesan terakhir Zizi adalah permintaan maaf. Pesan itu dikirimkan Zizi sekitar pukul 1.40 dini hari waktu setempat. Zizi juga sempat mengabarkan jika kapal yang ia naiki telah memasuki zona merah perairan Palestina.
Selain itu, Zizi juga sempat mengunggah pesan melalui Instagram Story miliknya. Pesan itu ia tujukan untuk sang adik, Nurul Azielah. Bak sebuah wasiat, Zizi meminta Nurul Azielah untuk menggantikan posisinya sebagai kakak sulung jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Ini adik perempuan saya nomor 2 setelah saya. Jika terjadi apa-apa pada saya, dialah yang akan menggantikan tempat saya sebagai kakak sulung. Kakak Ela @_iamnurulnazielah terimakasih untuk kasih sayang dari kecil kita sama-sama. Tak pernah gaduh, tak boleh berpisah, kalau berpisah sekejap mesti nangis. Aku tahu kamu wanita yang kuat, meskipun kadang emosional. Hatilah-hatilah untukmu dan keluargamu. Jadilah contoh yang baik untuk adik-adik kita, dan tolong jagalah mama. Berilah cinta tanpa syarat untiuk mama dan adik-adik kita. Semoga Allah selalu melindungimu dengan berkah dan cinta. Sangat sayang kamu kakak Ela,” tulis Zizi di unggahan itu.
Tanggapan PM Malaysia
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim murka setelah Israel menahan delapan relawan Malaysia yang ikut kapal bantuan Global Sumud Flotilla ke Gaza. Ia mengutuk aksi pencegatan dan penangkapan relawan misi kemanusiaan ke Gaza tersebut oleh militer Israel.
“Saya mengutuk keras pencegatan armada Global Sumud oleh Israel,” kata Anwar Ibrahim Kamis (2/10/2025). “Kapal-kapal ini membawa warga sipil tak bersenjata dan pasokan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa untuk Gaza, namun mereka justru menghadapi intimidasi dan paksaan.”
Menurut dia, Israel telah menunjukkan penghinaan total, tak hanya terhadap hak rakyat Palestina, tetapi juga terhadap hati nurani dunia dengan menghalangi misi kemanusiaan. Ia menambahkan armada kemanusiaan itu mewujudkan solidaritas, kasih sayang, dan harapan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Anwar Ibrahim juga menegaskan komitmen Malaysia untuk berdiri bersama rakyat Palestina yang hak-hak dan aspirasi fundamentalnya diingkari. “Kami tidak akan menyerah dalam menuntut diakhirinya ketidakadilan dan perampasan yang telah dialami Palestina selama beberapa generasi.”


