Cuaca Panas yang Mengganggu Kesehatan
Beberapa hari terakhir, cuaca panas dilaporkan menghiasi berbagai wilayah di Indonesia. Fenomena ini menimbulkan keluhan dari masyarakat, khususnya warganet yang sering menyampaikan keluhannya melalui media sosial. Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan bahwa suhu udara yang terasa panas, bahkan pada pagi dan malam hari, disebabkan oleh masa peralihan musim atau pancaroba.
Menurutnya, pemanasan permukaan Bumi yang kuat turut memperparah kondisi tersebut. Selain membuat gerah, cuaca panas juga berisiko sebabkan berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa penyakit akibat cuaca panas:
9 Penyakit Akibat Cuaca Panas
-
Dehidrasi
Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh adalah salah satu masalah yang paling sering terjadi akibat cuaca panas. Orang berkeringat banyak sementara kurang minum. Pada tahap dehidrasi ringan, orang yang mengalaminya sering tidak menyadari. Gejala yang dirasakan meliputi mulut kering dan berbau, rasa haus, frekuensi buang air kecil (BAK) menurun, rasa lelah, sulit konsentrasi, pusing, kebingungan. Dehidrasi dapat juga mengakibatkan sakit kepala dan migrain. Pada penderita diabetes, dehidrasi dapat memicu naiknya gula darah. -
Gangguan saluran kemih
Dehidrasi yang terjadi dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih dan terbentuknya batu di sepanjang saluran kemih. Gejalanya bisa meliputi rasa ingin buang air kecir terus menerus, muncul rasa panas, dan nyeri. Gejala lainnya adalah warna urine berubah, bisa kemerahan, berbusa, atau keruh. -
Gangguan pada mata
Masalah kesehatan lainnya yang berpotensi muncul akibat cuaca panas adalah gangguan mata. Misalnya mata kering, alergi pada mata, infeksi mata misalnya mata merah. Cuaca panas juga bisa sebabkan infeksi kulit kelopak mata, seperti bintitan dan katarak. -
Infeksi kulit
Infeksi kulit akan mudah terjadi karena cuaca yang panas dan lembab disertai dengan keringat berlebih. Terutama di daerah lipatan kulit, seperti ketiak, leher, bawah payudara, lipat paha, dan lainnya membuat jamur kulit berkembang biak dengan subur. Gejala utamanya adalah rasa gatal yang memburuk saat beraktivitas dan berkeringat, muncul gejala ruam, kulit pecah, hingga rasa perih. -
Heat exhaustion dan heat stroke
Cuaca panas bisa menyebabkan seseorang mengalami heat exhaustion dan heat stroke. Bayi, anak kecil, dan lansia lebih rentan terkena gangguan ini. Heat stroke lebih parah daripada heat exhaustion. Gejala dari heat exhaustion di antaranya pusing, rasa melayang, mual, merasa akan pingsan, serta keringat yang banyak. Jika tidak segera diatasi, kondisi itu akan berkembang menjadi heat stroke. Gejalanya antara lain sakit kepala, suhu tubuh meningkat tinggi bisa mencapai 40 derajat celsius atau lebih, disorientasi, kebingungan, serta kulit merah terang. Kejang dan koma bisa terjadi pada tahap ini. -
Ketidakseimbangan elektrolit
Saat keringat keluar secara berlebihan, tubuh tidak hanya kehilangan cairan, namun juga kehilangan berbagai elektrolit, seperti natrium, klorida, kalium, dan magnesium. Elektrolit berperan dalam menjaga kinerja saraf dan otot, menjaga keseimbangan asam basa, serta menjaga tubuh selalu dalam kondisi terhidrasi. Gejalanya adalah kram otot, lemas, jantung berdebar, bahkan bisa sampai kejang. -
Penyakit infeksi lainnya
Cuaca yang panas dan terik juga bisa menyebabkan berbagai penyakit infeksi lainnya akibat bakteri maupun virus. Infeksi tersebut bisa terjadi pada saluran napas seperti radang tenggorokan. -
Tekanan darah rendah
Suhu udara yang tinggi dapat memicu pelebaran pembuluh darah di area dekat permukaan tubuh, yaitu kulit. Ini adalah mekanisme alami tubuh dalam menurunkan panas dengan melepaskan panas melalui kulit. Akibatnya, darah akan lebih banyak mengalir ke area kulit, sehingga aliran ke jantung mengalami penurunan. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan jantung mengalami kekurangan suplai darah. Tekanan darah bisa turun secara mendadak. Pada lansia atau penderita hipertensi, hal ini memicu pusing, lemas, rasa melayang, dan akhirnya pingsan jika tidak segera ditangani. -
Masalah psikis
Rasa panas atau gerah kerap membuat regulasi emosi menjadi terganggu. Mood kita jadi terganggu, cepat marah, mudah tersinggung, uring-uringan, dan lebih cepat terpicu untuk melakukan tindakan kekerasan. Selain itu, kepanasan juga memicu rasa lelah, kurang semangat, dan menurunkan daya konsentrasi. Suhu udara yang tinggi juga memperburuk gejala-gejala yang dialami penderita gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan sebagainya. Rasa panas yang muncul sampai malam hari bisa membuat orang sulit tidur atau terbangun karena kepanasan. Kurang tidur juga membawa banyak masalah kesehatan.
Cara Mencegah Masalah Kesehatan Akibat Cuaca Panas
Berikut beberapa cara mencegah masalah kesehatan akibat cuaca panas:
- Cukupi kebutuhan cairan, jangan menunggu sampai haus
- Cukupi kebutuhan elektrolit jika keringat keluar banyak dan dalam waktu yang lama dengan cara minum cairan berelektrolit seperti air kelapa, sup bening serta makanan kaya kalium seperti pisang, alpukat, brokoli
- Makan buah-buahan dan sayur-sayuran
- Menghindari atau membatasi paparan sinar matahari saat terik
- Jika terpaksa harus berada di luar ruangan saat matahari bersinar terik, gunakan tabir surya dan pelindung seperti kacamata, topi, atau payung
- Perbaiki sirkulasi udara dalam ruangan
- Bersihkan kipas angin, AC secara berkala agar dapat bekerja dengan optimal
- Gunakan dehumidifier untuk mengatur kelembaban udara
- Berusaha senantiasa berada dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik terutama bila sedang panas
- Kenakan pakaian yang nyaman, longgar, dan terbuat dari bahan yang tidak membuat keringat bertambah banyak
- Seka keringat terutama di sela atau lipatan kulit
- Hindari kebiasaan menahan buang air kecil
- Tetapkan perilaku bersih dan sehat.


