Kebutuhan Aksi Cepat Terkait Keracunan MBG di Padang Panjang
PasarModern.com
Beberapa berita terpopuler di Sumatera Barat (Sumbar) dalam 24 jam terakhir telah menarik perhatian masyarakat. Salah satu isu yang paling menonjol adalah kasus keracunan pelajar akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Padang Panjang, yang semakin memprihatinkan. Jumlah pelajar yang mengalami gejala mual dan sakit perut terus bertambah hingga malam hari.
Menurut data terbaru dari RSUD Padang Panjang, total pelajar yang dirawat mencapai 27 orang. Desi, seorang petugas di IGD rumah sakit tersebut, menjelaskan bahwa jumlah ini meningkat dari 13 orang pada siang hari menjadi 27 orang pada malam hari. Peningkatan ini terjadi karena beberapa pelajar kembali datang dengan keluhan serupa, seperti mual, demam, dan nyeri menelan.
Desi juga menyebutkan bahwa penambahan pasien terjadi antara pukul 18:00 WIB hingga 19:00 WIB. Dari 13 orang awalnya, ada tambahan 6 orang pada pukul 18:00 WIB dan 8 orang pada pukul 19:00 WIB. Saat ditemui oleh PasarModern.com pada pukul 20:00 WIB, para pelajar sudah tidak terlihat lagi di IGD, karena kondisi mereka sudah stabil dan dipulangkan.
Kimora, salah satu siswi yang mengalami gejala setelah makan MBG, menjelaskan bahwa ia merasakan mual dan sesak napas hanya lima menit setelah mengonsumsi ayam krispi, tahu goreng, dan sayur kol. Ia dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 12:30 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Nasrul, membenarkan adanya laporan tentang siswa yang mengalami gejala setelah makan MBG. Menurutnya, kejadian ini bermula dari laporan sekolah tentang tujuh siswa yang mengeluh sakit setelah makan siang. Setelah itu, dua siswa lainnya juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Dinas Kesehatan sedang melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi oleh para siswa. Nasrul juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah penerima program MBG untuk memantau kondisi siswa secara ketat dan segera melapor jika ada gejala serupa.
Penindakan Tegas terhadap Peredaran Narkoba di Sumbar
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkotika di wilayah Sumbar. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, menyampaikan hal ini usai kegiatan rilis dan pemusnahan barang bukti narkotika di halaman Mapolda Sumbar, Selasa (7/10/2025).
Menurut Kombes Wedy, sepanjang September 2025, pihaknya berhasil menggagalkan sejumlah upaya peredaran narkotika berbagai jenis, mulai dari ganja, sabu-sabu, hingga pil ekstasi. Tak hanya itu, pihaknya juga memusnahkan lebih dari 40 kilogram ganja dan 94,8 gram sabu-sabu hasil sitaan yang sudah mendapat penetapan eksekusi dari kejaksaan.
Kombes Wedy menyatakan bahwa tidak ada ruang gerak bagi pemakai, pengedar, maupun bandar narkoba di wilayah hukum Sumatera Barat. Siapa pun yang mencoba bermain dengan barang haram ini, pasti akan berhadapan dengan pihak berwajib.
Selain melakukan penindakan, Polda Sumbar juga terus memperkuat langkah preventif dan edukatif, termasuk menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan masyarakat dan kampus.
Penangkapan Terduga Teroris di Wilayah Sumbar dan Sumut
Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap empat orang terduga anggota teroris ISIS (Ansharuh Daulah) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut). Dari total empat terduga teroris tersebut, tiga diamankan di Sumbar yakni dua di Padang dan satu orang di Pesisir Selatan.
Penangkapan ini berlangsung pada 3 dan 6 Oktober 2025. Keempat terduga teroris aktif menyebarkan propaganda dan provokasi untuk aksi teror melalui media sosial. Penangkapan ini menjadi fokus utama Densus 88 dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal secara daring.
Juru Bicara Densus 88 AKBP Myandra Eka Wardhana membenarkan penangkapan empat terduga teroris ISIS tersebut. Mereka diduga kuat terlibat dalam jaringan yang beroperasi di dunia maya. Sejumlah barang bukti turut disita, antara lain rompi warna hijau loreng, kertas print dengan logo ISIS, dan beberapa buku yang berkaitan dengan paham radikal.
Masyarakat diimbau waspada terhadap setiap bentuk provokasi dan penyebaran propaganda di media sosial. Radikalisasi di media sosial masih ada dan bahkan semakin massif. Diharapkan masyarakat turut serta melakukan pengawasan terhadap rekan, keluarga, terlebih khusus anak-anak yang rawan terpapar materi radikal.


