Zendhy Kusuma Tegaskan Tidak Lakukan Pencurian, Nabilah O’Brien Ungkap Bukti Kuat

Posted on

Polemik Pencurian di Restoran Bibi Kelinci: Klarifikasi Zendhy Kusuma dan Tanggapan Nabilah O’Brien

Polemik dugaan pencurian di restoran milik selebgram kuliner Bibi Kelinci kini semakin memanas setelah nama Zendhy Kusuma ikut terseret dalam kasus tersebut. Tuduhan yang beredar di media sosial membuat publik ramai memperbincangkan kronologi kejadian yang disebut-sebut terjadi di restoran populer tersebut.

Zendhy Kusuma dengan tegas membantah mencuri sebagaimana yang ramai dituduhkan. Ia mengklaim telah membayar pesanan sebesar Rp530.150 beberapa hari setelah kejadian. Namun, Nabilah O’Brien membantah cerita tersebut dan menyebut memiliki bukti CCTV yang menunjukkan durasi kejadian tak sampai dua jam.

Kasus ini awalnya bermula saat Nabilah memviralkan rekaman CCTV yang menunjukkan Zendhy dan istrinya, Evi, memaki pegawai restoran lalu tidak membayar pesanan. Tak hanya memviralkan, Nabilah juga melaporkan Zendhy dan Evi ke polisi. Tidak terima diviralkan dan dilaporkan, Zendhy pun melaporkan balik Nabilah atas pasal dugaan UU ITE.

Hingga bulan Maret 2026, Nabilah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas pelaporan Zendhy tersebut. Kasus yang telah bergulir sejak 2025 itu pun kembali viral di tahun 2026 ini setelah Nabilah memviralkannya kembali.

Sadar dirinya jadi sorotan, Zendhy akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam unggahan terbaru di akun Instagram-nya, Zendhy menjelaskan awal mula ia dan sang istri datang ke restoran Bibi Kelinci.

Menurut Zendhy, ia kecewa dengan pelayanan di restoran tersebut yang lama dan tak sesuai perjanjian pemesanan di awal. “Pada malam kejadian tersebut, kami datang ke restoran sekitar pukul 22.00 saat itu kondisi restoran masih relatif sepi. Kami kemudian melakukan pemesanan makanan dan minuman sebagaimana umumnya. Namun setelah menunggu cukup lama, pesanan kami tidak kunjung datang,” ungkap Zendhy.

Ia menambahkan bahwa ia menunggu sesuai waktu yang disebutkan namun makanan belum datang. Kesabaran Zendhy pun habis setelah menunggu selama dua jam tapi pesanannya tak kunjung diantar. Ia akhirnya mendatangi dapur dan menegur pegawai restoran. “Setelah menunggu hampir dua jam. Saya kemudian masuk ke area dapur untuk memastikan secara langsung pesanan saya sudah diproses belum. Pada saat itu saya tidak dihalangi untuk masuk. Pas saya melihat ke dapur, pesanan kami ternyata belum dibuat dan baru aja mau diproses.”

Setelah berdebat dan pesanannya jadi semua, Zendhy dan istri pun pergi meninggalkan restoran. “Pada akhirnya pesanan kami diberikan terburu-buru dan beberapa pesanan juga enggak lengkap. Dalam kondisi emosi tersebut kami keluar dari restoran tersebut.”

Diakui olehnya, ia memang tidak membayar makanan dan minuman yang ia pesan karena punya niatan lain. Yakni Zendhy ingin bertemu dengan penanggung jawab atau pemilik restoran tersebut. “Ketika kami berada di mobil, pegawai membawa mesin EDC dan meminta bayaran. Kami menyampaikan bahwa kami bersedia melakukan pembayaran namun kami dapat lebih dahulu bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi dan kondisi.”

Keesokan harinya atau di tanggal 20 September 2025, Zendhy pun kembali datang ke restoran dengan maksud untuk bertemu dengan pemilik restoran. Ia juga ingin meminta maaf atas insiden yang terjadi sebelumnya. Tapi di tanggal tersebut Zendhy tidak berhasil bertemu dengan Nabilah O’Brien.

“Keesokan harinya kami berniat menemui penanggung jawab atau pemilik restoran dengan tujuan untuk menyelesaikan kesalahpahaman baik-baik,” kata Zendhy. “Surat permohonan maaf dan pembayaran yang kami bawa saat itu pun tidak dapat disampaikan secara langsung. Meskipun demikian kami tetap beritikad baik untuk menyelesaikan masalah.”

Tak berhasil ketemu Nabilah, Zendhy akhirnya menransfer biaya pesanan makanannya sebesar Rp530.150 di tanggal 27 September 2026. Alangkah terkejutnya Zendhy saat mengetahui bahwa ia sudah dilaporkan ke polisi oleh Nabilah. Akhirnya Zendhy kembali mengirimkan uang pesanan ke rekening restoran di tanggal 20 Oktober 2025.

“Kami menegaskan bahwa pembelian makanan dan minuman sudah dibayarkan. Dan bukti transaksi pembayaran tersebut telah kami berikan ke pihak berwenang,” pungkas Zendhy. Karena sudah membayar pesanan tersebut, Zendhy mengaku merasa dirinya tidak melakukan pencurian di restoran Nabilah meskipun pembayarannya tidak dilakukan di hari kejadian.

Balasan Nabilah O’Brien

Menanggapi klarifikasi dari Zendhy, Nabilah memberikan tanggapan. Tak gentar, Nabilah menskakmat Zendhy di kolom komentar postingan klarifikasinya tersebut. Nabilah tegas membantah cerita dari Zendhy soal ia menunggu pesanan selama dua jam. Bahkan kata Nabilah, ia punya bukti valid soal kebohongan Zendhy tersebut.

“Halo pak, saya ikut klarifikasi disini ya. sesuai cctv dan bill, bapak datang kurang lebih pukul 22.51, lalu 22.57 melakukan pesanan takeaway, pukul 23.00 orderan masuk ke dalam sistem. Lalu bapak dan ibu keluar dari restoran 23.53,” ujar Nabilah. “Total waktu yang bapak dan ibu habiskan di restoran saya tidak 2 jam. Saya harap dengan klarifikasi bapak ini, tidak membuat usaha saya semakin terlihat buruk, dan tidak profesional. Terimakasih.”