Wawancara eksklusif Sat Lantas Polres Rejang Lebong, Emilda tewas jatuh dari ojek dan ditinggalkan

Posted on

Laporan Wartawan PasarModern.com, M. Rizki Wahyudi

PasarModern.com, REJANG LEBONG –Misteri kematian Emilda Gustianti (52) di Desa Duku Ulu, Curup Timur, Rejang Lebong, Bengkulu, Senin (8/12/2025) pagi akhirnya terungkap.

Dugaan awal tabrak lari terbantahkan setelah hasil penyelidikan Sat Lantas Polres Rejang Lebong dan rekaman CCTV desa yang telah terintegrasi dengan Polsek Selupu Rejang.

Kamera pengawas tersebut merekam jelas momen ketika korban dibonceng oleh seorang tukang ojek bernama Solihin (70), warga Desa Pahlawan Kecamatan Curup Utara, sebelum akhirnya terjatuh dan ditinggalkan tergeletak di jalan.

Polisi kini masih mendalami peran pengemudi ojek yang sempat meninggalkan korban dalam kondisi kritis, dengan kemungkinan penerapan pasal kelalaian sesuai Undang-undang Lalu Lintas.

PasarModern.comberkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Kanit Laka Polres Rejang Lebong, Ipda Ferizan Ahmad, pada Rabu (10/12/2025).

Kasus ini sedang ditangani langsung oleh Unit Laka Polres Rejang Lebong.

Berikut petikan wawancara bersama Kanit Laka selaku penyidik dalam kejadian tragis tersebut:

Apa yang pertama kali diterima polisi ketika laporan ini masuk pada Senin pagi?

Kanit menjelaskan bahwa saat itu pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan jenazah seorang wanita tergeletak di pinggir jalan.

Mendapati informasi itu, jajaran Polres Rejang Lebong langsung menuju lokasi.

Baik dari Sat Reskrim, Sat Lantas hingga Sat Samapta.

Sesampainya di lokasi, pihak kepolisian mendapati TKP sudah banyak didatangi masyarakat.

Pihaknya kemudian langsung bergerak melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Pada saat itu mereka belum bisa mengambil kesimpulan penyebab atau kejadian yang menimpa korban hingga meninggal dunia.

Hal ini dikarenakan hanya ada saksi setelah kejadian, sedangkan saksi sebelum kejadian sama sekali tidak ada yang mengaku.

“Kami ketika dapat informasi langsung menuju lokasi, sesampainya disana kondisi di lokasi kejadian sudah sangat ramai, kami langsung melakukan penyelidikan,” ucap Kanit.

Saat itu masyarakat menduga kuat tabrak lari. Bagaimana polisi menanggapi dugaan tersebut?

Kanit membenarkan bahwa sempat diduga kuat korban tabrak lari karena informasi awal mengarah ke sana.

Adanya bekas ban kendaraan di lokasi membuat dugaan itu semakin kuat.

Namun, pihaknya tidak langsung menyatakan tabrak lari karena memiliki firasat adanya kejadian lain.

Terdapat sejumlah kejanggalan untuk menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai tabrak lari.

Pihaknya kemudian mengumpulkan keterangan saksi dan bukti petunjuk lainnya.

“Semula ada bekas ban mobil, itulah yang kami duga tabrak lari, tapi kami beranggapan itu bukan tabrak lari karena memiliki firasat ada kejadian lain yang terjadi,” ungkap Kanit.

Apa langkah Sat Lantas di lokasi kejadian?

Ketika di lokasi kejadian, Sat Lantas Polres Rejang Lebong langsung bergerak.

Mulai dari membuat sketsa kecelakaan, melakukan olah TKP, hingga penyelidikan lanjutan.

Pihaknya juga mencari saksi serta petunjuk lain di sekitar TKP.

“Yang sulit itu mencari saksi sebelum kejadian, karena saksi disana semuanya pasca atau setelah kejadian terjadi semua,” lanjut Kanit.

Banyak warga bingung karena korban penuh luka, tetapi barangnya utuh. Apa temuan penting di TKP yang membuat polisi meragukan dugaan tabrak lari?

Kanit menjelaskan bahwa sejumlah kejanggalan membuat pihaknya meragukan peristiwa tabrak lari.

Tidak ada saksi yang mendengar suara benturan keras.

Tidak ditemukan petunjuk lain yang mengarah pada terjadinya kecelakaan tabrak lari di lokasi tersebut.

Bagian mana dari TKP yang janggal, dan apakah jejak kendaraan atau tanda benturan tidak ditemukan?

Kanit membenarkan adanya kejanggalan tersebut.

Jika terjadi tabrakan, seharusnya ada suara benturan atau efek benturan yang terdengar warga.

Memang ditemukan jejak ban mobil di lokasi kejadian, namun jika benar tabrak lari oleh mobil, hal itu dinilai janggal karena kondisi jalan sempit dan terdapat tanjakan serta turunan.

“Kemudian jika tabrak lari dari sepeda motor, tentu kendaraannya bakal jatuh, atau paling tidak ada pecahan-pecahan kendaraan di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Kanit.

Apa temuan saat pemeriksaan lanjutan?

Setelah dari lokasi kejadian, pihaknya menuju RS Annisa Curup, tempat korban dibawa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami pendarahan di kepala bagian belakang, keluar darah dari telinga serta hidung, dan luka lecet di bagian wajah serta tangan.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban terlibat sebuah kecelakaan.

“Tapi saat itu kami belum bisa menyimpulkan apakah tabrak lari, laka tunggal atau seperti apa,” ucap Kanit.

Bagaimana polisi menemukan bahwa korban terjatuh dari ojek? Kapan identitas tukang ojek didapatkan?

Setelah mengantongi sejumlah dugaan, penyidik mengerahkan seluruh anggota untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Hal ini semakin terungkap setelah pihak kepolisian mendapatkan rekaman CCTV dari berbagai titik.

Dalam rekaman CCTV tersebut, korban terlihat menaiki sepeda motor dan duduk menyamping.

“Oleh karena itu kami langsung mulai mencari identitas pengemudi kendaraan tersebut,” jelas Kanit.

Identitas pengemudi akhirnya diketahui dengan bantuan Samsat Rejang Lebong.

Penyidik sempat terkejut karena pengemudi tersebut adalah orang yang pertama dimintai keterangan di TKP.

“Dia ini yang pertama kali kami mintai keterangan di lokasi, jadi cukup kaget, makanya kami mulai timbul rasa curiga dan penasaran,” lanjut Kanit.

Pada Selasa (9/12/2025), penyidik mendatangi rumah pengemudi.

Keluarga menyampaikan bahwa ia sudah berangkat mengojek.

Disitulah diketahui bahwa ia merupakan tukang ojek.

“Saat kami kerumahnya ternyata dia sudah berangkat ngojek, selanjutnya kami jemput di sekitaran Pasar Atas Curup,” jelas Kanit.

Pengemudi kemudian dimintai keterangan ulang, namun masih mengaku tidak tahu kejadian sebenarnya.

Ia berpura-pura hanya menemukan korban tergeletak.

“Kami sempat konfirmasi ulang tapi dia tidak mau mengakuinya. Karena kurang kondusif di pasar, kami langsung bawa ke Polres. Setelah diinterogasi mendalam termasuk menunjukan rekaman CCTV, barulah ia mengaku dan menceritakan semuanya,” ungkap Kanit.

Bagaimana peran saksi dan CCTV?

Kanit mengaku CCTV dan keterangan saksi sangat vital.

Hal tersebut membantu mengungkap kejadian secara jelas.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak yang membantu proses penyelidikan.

Seperti apa kronologi lengkap menurut penyidik?

Penyidik Sat Lantas Polres Rejang Lebong, Bripka Kherian, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban keluar rumah dengan berjalan kaki.

Korban kemudian dibonceng oleh Solihin menggunakan sepeda motor Honda Revo.

Keduanya melaju dari Desa Duku Ulu menuju Desa Duku Ilir.

Saat melewati jalan menurun, korban terjatuh dari sepeda motor.

Solihin mengaku tidak menyadari penumpangnya terjatuh.

Ia baru mengetahui setelah motor terasa lebih ringan.

Solihin sempat bertemu warga lain dan berpura-pura terkejut melihat korban tergeletak.

Ia tetap berada di lokasi hingga evakuasi selesai, namun tidak mengungkap kejadian sebenarnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terduga pelaku seperti itu, tapi hingga sekarang masih kita lakukan pendalaman lagi,” ungkap Kherian.

Apakah benar korban dibonceng Solihin dan jatuh sebelum meninggal? Bagaimana polisi menilai tindakan Solihin?

Pihak Sat Lantas belum dapat menarik kesimpulan pasti.

Pengemudi mengaku tidak mengetahui penyebab korban terjatuh.

Tindakan Solihin yang diduga meninggalkan korban juga masih didalami.

“Yang jelas terduga pelaku mengakui bahwa memang dia yang mengendarai sepeda motor yang ditumpangi korban, terkait korban jatuhnya kapan dan hal lainnya masih kita dalami,” tutur Kherian.

Apa status hukum Solihin saat ini?

Kanit Laka menjelaskan bahwa status Solihin masih sebagai terduga pelaku.

Pihaknya menunggu gelar perkara untuk menentukan status tersangka.

Kasus ini telah naik status menjadi penyidikan.

“Mungkin dalam waktu dekat akan kami tetapkan sebagai tersangka setelah gelar perkara selesai dilakukan,” jelas Kanit.

Apakah Solihin mengakui meninggalkan korban?

Menurut keterangan terduga pelaku, ia baru menyadari korban terjatuh setelah berjalan sekitar 5 meter.

Ia panik karena takut dipukuli atau dimassa warga.

Hal itu membuatnya berpura-pura seolah ia yang pertama menemukan korban.

“Terkait apakah dia berniat meninggalkan korban dilokasi, itu masih kami dalami, masih belum bisa kita pastikan, yang jelas dia saat itu berpura-pura yang pertama menemukan korban kepada warga lain,” kata Kanit.

Apakah ada unsur kelalaian? Pasal apa yang mungkin dikenakan?

Kanit menyebut ada unsur kelalaian dari pengemudi.

Salah satunya tidak memberikan helm kepada penumpang.

“Untuk pasalnya, kita kenakan sesuai pasal 310 ayat (4) dan atau pasal 312 Undang-undang Lalu Lintas,” tegas Kanit.

Apa pesan polisi kepada pengendara ojek dan masyarakat?

Sat Lantas mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas.

Kesadaran berkendara dinilai masih rendah.

Kelalaian seperti tidak memakai helm, spion, dan sabuk pengaman masih sering ditemui.

“Kami berharap agar semua pihak pengguna jalan baik pengemudi roda dua maupun roda empat agar meningkatkan keamanan pribadi dalam berkendara, lengkapi kelengkapan berkendara seperti helm contohnya, kemudian jaga kecepatan agar tidak terlalu kencang serta jaga posisi aman jarak kendaraan,” sampai Kanit.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan?

Jika terjadi kecelakaan, masyarakat diminta segera membawa korban ke fasilitas kesehatan.

Tidak perlu menunggu polisi tiba di lokasi.

Sebelum memindahkan korban atau kendaraan, usahakan memfoto atau memberi tanda pada lokasi kejadian.

“Jika tidak sempat memfoto, cukup berikan tanda pada lokasi kejadian, sehingga tidak perlu menunggu polisi datang terlebih dahulu, terutama jika korban masih bernyawa dan perlu penanganan medis,” himbau Kanit.

Penundaan pertolongan dapat memperburuk kondisi korban.

“Karena jika menunggu datang, kami tidak bisa tiba-tiba langsung hadir, karena biasanya butuh waktu dalam perjalanan dari kantor menuju lokasi, jadi kami himbau jika korban butuh pertolongan, silahkan ditolong dahulu,” tutup Kanit.

Gabung grup Facebook PasarModern.comuntuk informasi terkini