Warga Samarinda Minta Polisi Lakukan Ini Setelah Belasan Tahanan Kabur, Satpol PP Siagakan Linmas

Posted on

Kecemasan Warga Samarinda Pasca Kaburnya Belasan Tahanan

Warga di wilayah RT 04, Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Ulu, menyampaikan harapan mereka terhadap kepolisian setelah belasan tahanan dari Polsek Kota kabur beberapa waktu lalu. Ketua RT 04, Budi Hartono, menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya peristiwa seperti ini terjadi sejak ia menjabat sebagai ketua RT sejak tahun 2009.

Meskipun Polsek Kota tidak berada dalam wilayah RT 04, lokasi RT 04 sangat dekat dengan kawasan polsek, bahkan berada persis di seberang jalan. Hal ini membuat warga merasa khawatir dan meminta peningkatan pengamanan.

Selain itu, Satpol PP Samarinda juga mengaktifkan anggota Linmas untuk meningkatkan kewaspadaan pasca kejadian tersebut. Budi mengatakan kepada Tribunkaltim bahwa harapan warga adalah peningkatan pengamanan, mungkin dengan penambahan personil.

Informasi awal tentang kaburnya belasan tahanan diperoleh Budi melalui grup kelurahan sekitar pukul 17.00 WITA. Ia langsung memberi tahu warganya melalui pesan WhatsApp, yang memiliki sekitar 100 kepala keluarga (KK). Dalam pesan tersebut, Budi juga menyertakan foto para tahanan yang kabur untuk mengantisipasi warga yang melihatnya.

Respon dari warga bervariasi, ada yang serius dan ada yang menyelipkan candaan. Namun Budi bersyukur warganya merespons cepat informasi yang disebarkan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Melalui koordinasi di grup WA, informasi tersebar begitu cepat, dan warga menyatakan tidak ada gelagat aneh di lingkungan RT 04. Meskipun demikian, Budi memprediksi para tahanan tidak akan mengarah ke wilayahnya karena lokasinya yang berdekatan dengan polsek.

Budi memastikan wilayahnya aman karena dilengkapi CCTV yang terhubung ke HP, sehingga dapat memantau secara langsung keadaan di wilayahnya. Ia juga mengimbau warganya lebih waspada dan melaporkan hal mencurigakan.

Selain itu, Budi berharap adanya perbaikan fasilitas di polsek, terutama pada sel tahanan yang dinilai sudah tua.

Tanggapan Warga dan Harapan Peningkatan Keamanan

Salah satu warga RT 04, Slamet Riyanto, juga memberikan tanggapannya. Menurutnya, tidak ada kekhawatiran berlebih dari kejadian tersebut. Bagi pria, mereka menanggapi dengan santai namun tetap berhati-hati. Namun, bagi ibu-ibu, mereka lebih khawatir, terutama jika suami bekerja dan pintu rumah tidak terkunci.

Kawasan RT 04 yang padat penduduk membuat Slamet yakin bahwa jika tahanan melarikan diri ke wilayahnya akan cepat diketahui. Namun, ia tetap berharap kepolisian meningkatkan keamanan untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

Peran Satpol PP Samarinda

Satpol PP Samarinda tidak masuk dalam ranah penanganan hukum, tetapi tetap mengaktifkan prosedur pengawasan dan koordinasi sebagai bentuk kewaspadaan dini. Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam penanganan kasus hukum, namun tetap berperan dalam deteksi dini dan koordinasi sebagai bagian dari sistem keamanan kota.

Anis menegaskan bahwa pihaknya hanya berwenang dalam deteksi dini dan cegah dini melalui struktur Linmas, bukan dalam penanganan langsung kasus pelarian tahanan. Namun, pihaknya memiliki mekanisme internal yang disebut wasmatlitrik yakni Pengawasan, Pengamatan, Penelitian, dan Pemeriksaan yang dapat digunakan bila ditemukan indikasi gangguan ketertiban atau potensi ancaman di masyarakat.

Cara Tahanan Kabur

Kasus pelarian tahanan Polsek Samarinda Kota kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa aksi nekat 15 tahanan tersebut dilakukan dengan alat seadanya, yaitu pipa jemuran dan paku. Para tahanan berhasil menjebol dinding ruang sel dan membuat lubang kloset berdiameter sekitar 40 sentimeter sebagai jalan kabur dari balik jeruji besi, pada Minggu (19/10/2025).

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa rencana pelarian itu sudah dipersiapkan sejak Jumat (17/10/2025) atau dua hari sebelum kejadian. Dengan cara itu, para tahanan berhasil keluar dari “hotel prodeo” dan melarikan diri tanpa terdeteksi hingga petugas menemukan kejanggalan saat apel siang.

Dari total 30 tahanan, petugas mendapati jumlahnya berkurang menjadi 15 orang. Hingga Senin pagi, polisi berhasil mengamankan kembali 10 tahanan, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran intensif oleh tim gabungan dari Polresta Samarinda dan Polda Kaltim.

Beberapa tahanan diketahui mencoba melarikan diri menggunakan mobil travel, namun berhasil diamankan sebelum sempat keluar dari wilayah Samarinda. Kapolresta Samarinda menyebut pencarian masih fokus di sekitar Samarinda.

Penanganan Tahanan yang Masih Buron

Saat ini tim gabungan masih terus bergerak di lapangan untuk memburu lima tahanan yang tersisa. Meskipun wilayah pengejaran tidak disebutkan secara rinci untuk alasan keamanan, Kapolresta Samarinda sebut pencarian masih berfokus di sekitar Samarinda.

Sebagai tindak lanjut, 10 tahanan yang sudah tertangkap kembali kini dipindahkan ke sel tahanan Polresta Samarinda karena kondisi sel di Polsek Samarinda Kota mengalami kerusakan parah akibat dijebol oleh para tahanan tersebut.