Ringkasan Berita:Penderitaan Korban Pengungsi Banjir dan Longsor di Batangtoru
- Pengungsi dilaporkan mulai diserang penyakit setelah 21 hari tinggal di pengungsian
- Sejumlah prajurit TNI dan petugas berseragam PNS melayani pengungsi
- Hujan deras kembali guyur Kabupaten Tapanuli Tengah
- Posko pengungsi di Gor Pandan, Kabupaten Tapteng yang tadinya mulai berkurang, kini kembali ramai.
- BMKG membuat siaga peringatan dini Tapteng termasuk kategori waspada dan siaga hujan
PasarModern.comPenderitaan warga, korban banjir dan longsor belum sirna.
Mereka yang mendiami posko pengungsian mulai terserang penyakit.
Kondisi ini diperparah krisis air bersih.
Banjir dan longsor mulai menerpa wilayah Sumut pada 25 November 2025.
Para pengungsi di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan dilaporkan mulai diserang penyakit setelah 21 hari tinggal di pengungsian.
Mereka mengungsi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan dan wilayah Sumatera Utara lainnya sejak tiga pekan lalu.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan Kodam I Bukit Barisan telah menggelar personel medis di tiga posko pengungsian yang ada di Kecamatan Batangtoru.
“Informasi dari Kapendam I/BB untuk personil Medis di Kecamatan Batangtoru sudah digelar di Posko Pengungsian Kantor Camat, Posko Pengungsian Desa Batu Hula, serta di Desa Aek Ngadol,” kata Freddy saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (16/12/2025).
Berdasarkan foto-foto yang ditunjukkan Freddy, tampak sejumlah prajurit TNI dan petugas berseragam PNS tengah melayani pengungsi di tenda pengungsian.
Warga membuka mulutnya dan prajurit TNI menyorotnya dengan senter kecil.
Selain itu, ada juga seorang perempuan yang diperiksa tekanan darahnya.
Di atas meja tampak sejumlah kotak obat-obatan.
Freddy mengatakan kegiatan itu berlangsung di Posko kesehatan TNI yang ada di Kantor Camat Batangtoru.
Dia juga menunjukkan foto-foto yang memperlihatkan prajurit TNI tengah melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap seorang warga perempuan.
Sejumlah Prajurit TNI dengan ban lengan bertanda palang merah khas petugas medis juga tampak berada di sekitar sebuah meja.
Setumpuk kotak obat-obatan juga terlihat berada di atas meja itu.
Freddy mengatakan momen dalam foto itu diambil saat pelayanan medis di Posko Pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru.
Warga Batuk-Batuk
Tribun-Medan sebelumnya melaporkan para pengungsi di Batangtoru mulai diserang penyakit menular setelah 21 hari tinggal di pengungsian.
Selain itu, kondisi pengungsian juga dilaporkan semakin mengkhawatirkan karena persoalan krisis air bersih.
Sejumlah warga terdengar batuk-batuk di posko pengungsian Batu Hula pada Senin (15/12/2025) petang.
Penyakit batuk-batuk tersebut dilaporkan sudah terjadi sepekan belakangan.
Selain batuk-batuk, pengungsi juga dilaporkan mengalami demam dan pilek.
Hujan Tiga Hari Berturut
Hujan deras kembali guyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak hari Minggu.
Intensitas hujan tersebut ringan hingga deras.
Pantauan Tribun Medan, hujan di Tapteng terjadi secara merata. Dan tak kunjung berhenti dari pagi hingga malam hari selama tiga hari belakang.
Akibatnya, Posko pengungsian pasca banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Gor Pandan, Kabupaten Tapteng yang tadinya mulai berkurang, kini kembali ramai.
Banyak warga yang berasal dari Kecamatan Tukka, Pandan, dan Badiri kembali datang ke posko itu.
Satu diantaranya warga Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka, Baqila Sitompul.
Dikatakannya, ia terpaksa kembali ke posko, karena trauma banjir kembali menghantui mereka.
“Rumah kami sudah mulai bersih, cuman biar aman ke sinilah kami lagi (ke Posko Pengungsian Gor Pandan). Takut banjir tiba-tiba. Karena kemarin kek ginilah, hujan ga berhenti tiga hari tiga malam,” jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (16/12/2025).
Hal senada juga disampaikan, Porman Hutagalung. Warga Desa Lopian Kecamatan Badiri
“Saya ke sini, karena takut rumah kami banjir lagi. Di Lopian adanya posko. Cuman trauma longsor pas ke sana, akses jalan tertutup lagi, jadi kami putuskan untuk bermalam di sini. Kami takut longsor menimpa pas lagi lewat Hajoran,” ucapnya.
Diakuinya, ia bukan hanya trauma akibat banjir.
Tetapi juga longsor sepanjang jalan menuju rumahnya.
“Saya lihat langsung, tetangga saya tertimpa longsor. Apalagi jalan ke rumah kami ada beberapa titik longsor. Jadi lebih baik menghindar daripada dipaksakan. Trauma kami,” ucapnya.
Berdasarkan data BMKG Medan, yang Tribun Medan lihat di Instagram resminya @infobmkgsumut, Kabupaten Tapteng akan diguyur hujan deras dan lebat di siang hingga sore hari ini.
Begitupun waktu dini hari.
“Dengan suhu udara mencapai 18-29 derajat celcius dan kecepatan angin mencapai 3 KM per jam,” dalam keterangan tertulis yang dilihat di instagram resminya.
BMKG juga membuat siaga peringatan dini Tapteng termasuk kategori waspada dan siaga hujan ringan hingga sangat lebat
(Cr5/PasarModern.com/ Tribunnews.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan


