Tragedi Ponpes Al Khoziny: 58 Korban Sudah Dikenali, Ini Daftar Nama Mereka

Posted on

Proses Identifikasi Korban Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny

Hingga hari ke-16 pasca tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 58 jenazah korban. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.

“Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 58 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Masih ada 5 kantong jenazah di kamar jenazah RS Bhayangkara,” ujar Khusnan pada Selasa (14/10).

Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan oleh Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Berikut daftar 58 korban tragedi Ponpes Al Khoziny yang berhasil teridentifikasi, berdasarkan data per Selasa (14/10):

  • Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, warga Bangkalan yang berdomisili di Pabean Cantikan, Surabaya. Ditemukan Senin (29/9)
  • Mochammad Mashudulhaq, 14 tahun, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya. Ditemukan Selasa (30/9)
  • Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Ditemukan Selasa (30/9)
  • Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, warga Putat Jaya, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)
  • Moch Agus Ubaidillah, 14 tahun, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya. Ditemukan Rabu (1/10)
  • Firman Nur, 16 tahun, warga Tembok Lor, Surabaya.
  • Mohammad Azka Ibadurrahman, 13 tahun, warga Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya.
  • Daul Milal, 15 tahun, warga Sidokapasan, Surabaya.
  • Nurudin, 13 tahun, warga Karang Gayam, Blegah, Madura.
  • Ahmad Rijalul Haq, 16 tahun, warga jalan Dapuan Baru, Surabaya.
  • Moh. Royhan Mustofa, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan KH Syadhali Makhdi RT 1/ RW 2, Kelurahan Banyuayuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
  • Abdul Fattah, laki-laki, 18 tahun, warga Asem Manunggal.
  • Wasiur Rohib, laki-laki, 17 tahun, Warga Jalan Gayungan 8 Gang Mawar 14/B Surabaya.
  • Mohammad Aziz Pratama Yudistira, laki-laki, 16 tahun, warga KP. Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara, Bekasi.
  • Moh. Dafin, laki-laki, 13 tahun, warga Jalan Banowati Selatan II/20 RT 7/ RW 1 Bulu Lor, Semarang.
  • M. Ali Rahbini, laki-laki, 19 tahun, warga Dusun Plasah, Birem, Tambelang, Sampang.
  • Sulaiman Hadi, laki-laki, 15 tahun, warga Morleke, Kolla Madung, Bangkalan.
  • Muhammad Ahmad Fahmi, laki-laki, 15 tahun, warga Kampung Karanganyar RT 004/ RW 009, Banyuwajuh, Kamal, Bangkalan.
  • Muhammad Reza Shafi’i Akbar, laki-laki, 14 tahun, warga Brogol Kauman 2-98 RT 003/ RW 014, Penelengan, Kota Surabaya.
  • Habibuddin Yarkasih, laki-laki, 13 tahun, warga Balongsari Taman 8A-6 RT 004/RW 005, Balongsari, Tandes, Surabaya.
  • Muhammad Rizki Maulana Syakutra, laki-laki, 16 tahun, warga Wadungasih RT 10/ RW 3, Buduran, Sidoarjo.
  • Muhammad Ubaidillah, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Baruan, Karangpote, Blega, Bangkalan.
  • Bintiawan Narendra Sugiarto, laki-laki, 16 tahun, warga Manyung Tengah RT 2/ RW 3, Manyung, Babat, Lamongan.
  • Muhammad Ali Sirojudin, laki-laki, 13 tahun, warga Dupak Rukun II No.111 RT 12/ RW 02, Dupak, Krembangan, Surabaya.
  • Muhammad Azam Habibi, laki-laki, 14 tahun, warga Sidotopo Jaya Gang Lebar 37/2, Sidotopo, Semampir, Surabaya.
  • M. Maulidi Asami Kamil, laki-laki, 16 tahun, warga Dusun Kebunsari, Karanggayam, Blega, Bangkalan.
  • Ahmad Fatoni Abil Falah, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Sodim RT 2/ RW 5, Tanggunggunung, Tanjungbumi, Bangkalan.
  • M. Azzan Albi Alfa Iman, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Kebunsari, Karanggayam, Blega, Bangkalan.
  • Khoirul Muttaqin, laki-laki, 18 tahun, warga Jalan KH. Hasyim Asy’ari Gang Dua RT 1/ RW 8, Banjar Melati, Mojoroto, Kota Kediri.
  • Farhan, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan Putat Gede Selatan 15/69 RT 6 RW 3, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
  • Saifuddin, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Burneh Olog, Pajeruan, Geger, Bangkalan.
  • Ahmad Rifari Haikal Nur, laki-laki, 17 tahun, warga Jalan A. Yani Suprapto 6E/15 RT 3/ RW 3, Sidokumpul, Gresik.
  • Muhammad Ubaidillah, laki-laki, 15 tahun, warga Jalan Swadaya Gang Tunas Harapan RT 97/ RW 8, Pal 9, Sungai Kakap.
  • Ahmad Albi Fahri, laki-laki, 13 tahun, alamat Hang Tuah 7/20 RT 7/ RW 9, Semampir, Surabaya.
  • Abdus Somad, laki-laki, 17 tahun, warga Dusun Kamarong, Banjar, Kedungdung, Sampang.
  • Imam Junaidi, laki-laki, 16 tahun, warga Kampung Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan.
  • Mohammad Fajri Ali, laki-laki, 14 tahun, warga Kalimas Baru I GG 1/25, RT 001/ RW 001, Tanjung Perak, Pabean Cantian, Kota Surabaya.
  • Muhammad Nasi Hudin, laki-laki, 15 tahun, warga SP TB. Dusun Riding Panjang RT 003, Riding Panjang, Belinyu, Bangka Belitung.
  • Achmad Suwaifi, laki-laki, 15 tahun, warga alamat Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan.
  • Mochammad Haikal Ridwan, laki-laki, 14 tahun, warga Dusun Barat Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan.
  • Mochamad Adam Fidiansyah, laki-laki, 12 tahun, warga Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo.
  • Muhammad Raihan Jamil, laki-laki, 14 tahun, warga Krembangan Jaya Selatan, Surabaya.
  • Mohammad Abdul Rohman Nafis, laki-laki, 15 tahun, warga Pulungan, Sedati, Sidoarjo.
  • M. Ghifari Chasbi, laki-laki, 15 tahun, warga Tamansari, Wonorejo, Pasuruan.
  • Moh Toni Afandi, laki-laki, 14 tahun, warga Sidotopo Jaya, Semampir, Surabaya.
  • Ach. Ramzi Fariki, laki-laki, 15 tahun, warga Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
  • Abdullah As Syaid, laki-laki, 16 tahun, warga Modung, Bangkalan, Madura.
  • Arif Afandi, laki-laki, 15 tahun, warga Wonorejo, Tegalsari, Surabaya.
  • Moh Alfin Mutawakkilalalla, laki-laki, 17 tahun, warga Desa Lomaer, Blega, Bangkalan.
  • Muhammad Iklil Ibrohim Al Aqil, laki-laki, 15 tahun, warga Dusun Tegal Gebang, RT 2/ RW 21, Sukorejo, Bangsalsari, Jember.
  • Muhammad Ridwan Sahari, laki-laki, 14 tahun, warga Bendul Merisi Jaya Timur nomor 17 RT 2/ RW 12, Wonocolo, Surabaya.
  • Ach Haikal Fadil Alfatih, laki-laki, 12 tahun, warga Dusun Timur Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan.
  • Syamsul Arifin, laki-laki, 18 tahun, warga Dusun Tegal Badang, Tlagah, Kecamatan Galis, Bangkalan.
  • Khafa Ahmad Maulana, laki-laki, 15 tahun, warga Jalan Cendana RT 4/ RW 1, Ngawen, Sidayu, Gresik, Jawa Timur.
  • Irham Ghifari, laki-laki, 16 tahun, warga Katerungan RT 6/ RW 1, Katerungan, Krian, Sidoarjo.
  • Ubay Dinhai Azkal Askia, laki-laki, 15 tahun, warga Desa Batopuro, Batopuro Timur, Kedungdung, Sampang.
  • M Muhfi Alfian, laki-laki, 16 tahun, warga Perum The Sun Village C 14, RT 14/ RW 03, Damarsari, Buduran, Sidoarjo.
  • Abdul Halim, laki-laki, 16 tahun, warga Dusun Bulak Banteng Madya RT 1/RW 9, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya.

“Saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM. Dari data AM yang melaporkan hilang adalah 63 korban hilang, masih tersisa 5 orang yang belum ditemukan,” pungkas Khusnan.

Kronologi Singkat Tragedi

Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.

Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.

Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 58 orang berhasil teridentifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *