PasarModern.com, MAKASSAR –Realisasi investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) periode Januari – September menyentuh Rp 13,716 Triliun.
Dari angka tersebut, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diangka Rp 5,016 Triliun.
Sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri Rp 8,699 Triliun.
Kanada menjadi negara dengan nilai investasi terbesar mencapai 2,2 Triliun.
Kedua dari Australia dengan Rp 810 Miliar.
Ketiga dari Tiongkok menyuntik investasi Rp 739 Miliar.
Keempat Singapura dengan Rp 385 Miliar.
Kelima investasi dari Hongkong sebesar Rp 337 Miliar.
Saat ini, investasi PMA terbesar masih dari sektor primer dengan nilai Rp 3,128 Triliun.
Terdiri dari pertambangan Rp 3,121 Triliun, perikanan Rp 4 Miliar, kehutanan Rp 1,9 Miliar.
Kemudian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Perkabunan Rp 658 juta.
Sementara di sektor sekunder, investasi PMA sebesar Rp 841,788 Miliar.
Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya paling menarik perhatian dengan nilai investasi Rp 578 Miliar.
Diikuti industri makanan dengan investas Rp 183 Miliar.
Di sektor tersier, penanaman modal asing sebesar Rp 1,046 Triliun,
Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi mendapat investasi Rp 447 Miliar.
Perdagangan dan reparasi suntikan investasi Rp 296 Miliar.
Listrik, gas dan air investasinya diangka Rp 118 Miliar.
“Secara nasional, dalam RPJMN ditargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 9 persen, dengan 80 persen didorong oleh sektor swasta dan 20 persen oleh APBN. Skema ini juga harus diterapkan di Sulawesi Selatan. Investor asing yang mulai melirik Sulawesi Selatan berasal dari Tiongkok, Vietnam, Arab Saudi, hingga Australia,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sulsel Asrul Sani sembari membacakan data saat dihubungi Minggu (21/12/2025).
Asrul Sani menyebut pertimbangan utama investor asing masuk ke Sulsel tersedianya kawasan Industri.
Saat ini, kawasan industri yang telah berkembang antara lain Kawasan Industri Makassar, Kawasan Industri Takalar, dan Kawasan Industri Bantaeng yang masuk proyek strategis nasional.
“Prasyarat utama adalah ketersediaan lahan yang clear and clean di kawasan industri,” sambungnya.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Makassar sendiri mencatat nilai investasi jelang akhir tahun mencapai Rp 4 triliun lebih.
Angka ini dinilai telah memenuhi target di 2025, yakni Rp3 triliun.
Sektor perdagangan dan jasa mendominasi nilai investasi di Kota Makassar.
“Tapi perdagangan dan jasa ini memang ada kenaikan. Sehingga realisasi investasi kita yang ditargetkan Rp3 triliun itu alhamdulillah sudah over target di triwulan ketiga,” kata Kepala Dinas PM PTPS Kota Makassar Mario Said.
Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, nilai investasi di Kota Makassar masih diangka Rp1,6 triliun.
Artinya, aktivitas usaha mengalami peningkatan lebih dari 50 persen.
Investasi di Kota Makassar juga didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dibandingkan penanaman modal asing (PMA).
Daftar Negara Asal Investor :
1. Kanada : Rp 2.269.888.925.894
2. Australia : Rp 810.069.481.531
3. R.R. Tiongkok : Rp 739.531.196.678
4. Singapura : Rp 385.425.684.161
5. Hongkong, RRT : Rp 337.516.062.978
6. Malaysia : Rp 276.819.273.387
7. Pakistan : Rp 45.450.000.000
8. Jepang : Rp 45.157.615.574
9. Amerika Serikat : Rp 44.056.220.008
10. Inggris : Rp 23.985.649.004
11. Jerman : Rp 11.935.616.188
12. Belanda : Rp 6.222.563.864
13. Denmark : Rp 5.454.614.030
14. Perancis : Rp 4.116.823.023
15. Kepulauan Virgin Inggris : Rp 4.011.925.038
16. Korea Selatan : Rp 3.526.359.745
17. Luxembourg : Rp 2.315.683.384
18. Papua Nugini : Rp 660.000.000
19. India : Rp 249.950.000
20. Swedia : Rp 173.000.000
21. Mesir : Rp 5.000.000
Nilai Investasi PMA : Rp 5,016 Triliun
A. Sektor Primer
Pertambangan : Rp 3.121.557.937.188
Perikanan : Rp 4.453.303.789
Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan : Rp 658.568.588
Kehutanan : Rp 1.970.000.000
B. Sektor Sekunder : Rp 841.788.193.889
Industri Makanan : Rp 183.023.465.290
Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya : Rp 578.763.626.396
Industri Lainnya : Rp 74.016.006.160
Industri Mineral Non Logam : Rp 1.629.552.620
Industri Karet dan Plastik : Rp 3.746.043.423
Industri Kimia dan Farmasi : Rp –
Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain : Rp –
Industri Tekstil : Rp –
Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam : Rp 460.000.000
Industri Kertas dan Percetakan : Rp –
Industri Kayu : Rp 149.500.000
Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki : Rp –
C. Sektor Tersier : Rp 1.046.143.641.033
Perdagangan dan Reparasi : Rp 296.562.712.257
Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran : Rp 55.130.719.091
Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi : Rp 447.203.315.783
Jasa Lainnya : Rp 75.714.302.042
Listrik, Gas dan Air : Rp 118.182.717.721
Konstruksi : Rp –
Hotel dan Restoran : Rp 53.349.874.139
Laporan Wartawan PasarModern.com, Faqih Imtiyaaz
