Tokoh di Balik YLBH Maluku Utara, Bahtiar Husni dan Perjuangan untuk Keadilan

Posted on

Perjalanan Seorang Advokat yang Berjuang untuk Keadilan

M. Bahtiar Husni, seorang advokat kelahiran Ternate pada 29 April 1983, telah menjalani perjalanan panjang dalam dunia hukum. Dari awalnya hanya menjadi seorang anak muda yang peduli terhadap kesulitan akses hukum bagi masyarakat kecil, ia kini menjadi tokoh penting di Maluku Utara. Dengan semangat tulus, Bahtiar memperjuangkan keadilan bagi mereka yang tidak mampu mengakses layanan hukum.

Awal Mula Perjalanan di Dunia Hukum

Perjalanan Bahtiar dimulai pada tahun 2008 ketika ia bergabung sebagai konsultan hukum di sebuah lembaga mitra lingkungan. Wilayah kerjanya berada di Kabupaten Halmahera Timur, tempat ia banyak melakukan penyuluhan hukum dan memberikan pendampingan kepada masyarakat. Selama kurang lebih 8-9 tahun aktif di lapangan, ia akhirnya dipanggil oleh Prof. Husain Alting untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Bahtiar mulai aktif memberikan bantuan hukum melalui klinik hukum di lembaga yang sama. Dari pengalaman itu, ia menyadari bahwa kehadiran lembaga khusus sangat dibutuhkan masyarakat. Hal ini menjadi dasar baginya untuk mendirikan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Maluku Utara.

Terbentuknya YLBH Maluku Utara

Dorongan untuk membantu masyarakat yang terpinggirkan membuat Bahtiar mendirikan YLBH Maluku Utara. Saat itu, jumlah advokat di daerah masih sedikit, dan banyak kasus yang dibiarkan tanpa penyelesaian karena masyarakat tidak tahu harus mencari bantuan ke mana. Dengan YLBH, ia ingin memberikan wadah bagi aktivis hukum untuk bersama-sama memperjuangkan keadilan.

Kini, YLBH Maluku Utara aktif menangani berbagai perkara, mulai dari perdata, pidana, hingga kasus-kasus besar seperti dugaan korupsi. Lembaga ini juga terbuka bagi semua lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum.

Pendidikan dan Pengalaman Akademis

Pendidikan Bahtiar mencerminkan komitmennya dalam bidang hukum. Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Islamiyah 2 Ternate, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Ternate dan SMA Negeri 1 Ternate. Setelah itu, ia meraih gelar Sarjana Hukum (S1) di Universitas Khairun Ternate pada 2007, lalu melanjutkan Magister Hukum (S2) dengan fokus pada hukum pidana, lulus tahun 2019.

Selama masa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi seperti Sekretaris Daerah KAMMI Maluku Utara, Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Khairun, serta Ketua Bidang BEM Fakultas Hukum. Ia juga pernah menjadi konsultan hukum di Lembaga Mitra Lingkungan dan anggota DPC Peradi Kota Ternate.

Pelatihan dan Penghargaan

Bahtiar juga telah mengikuti berbagai pelatihan kemahiran hukum di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Kontribusinya dalam memberikan bantuan hukum diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara, yang memberikan penghargaan atas dedikasinya.

Sebagai advokat senior, ia pernah menangani beberapa kasus besar yang mencuri perhatian publik, seperti dugaan korupsi KONI, kasus WKDH, dan skandal jembatan Ngade–Sone. Ia juga pernah menjadi tim hukum Wali Kota Ternate almarhum Burhan Abdurahman, serta konsultan hukum perusahaan dan instansi seperti PT Langgang Buana Perkasa, Resto Cafe K62, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Harapan dan Tujuan Masa Depan

Meskipun sudah memiliki banyak pengalaman, Bahtiar masih aktif memimpin YLBH Maluku Utara. Baginya, perjuangan belum selesai. Ia ingin terus memperluas akses bantuan hukum, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, dan menciptakan keadilan yang bisa dirasakan oleh semua orang tanpa memandang latar belakang ekonomi.

“Harapan saya, melalui YLBH, kami bisa memberikan pelayanan hukum terbaik bagi masyarakat. Kami siap berdiri di barisan depan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil,” ujarnya penuh semangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *