Tips Hemat yang Bisa Dicontoh Keluarga Super Irit

Posted on

Keluarga yang Hangat dan Penuh Makna

Sebuah keluarga yang hangat, terdiri dari dua orangtua dan tiga anak remaja. Di dunia nyata, Pak Tony Sukaharta (Dwi Sasono) adalah seorang manager perusahaan dengan gaji 15 juta rupiah. Istrinya, Linda (Widi Mulia), memiliki tiga anak: Saly, anak pertama perempuan (Widuri Putri), Billy, anak kedua laki-laki (Den Bagus Satrio Sasono), dan Kenny, anak bungsu laki-laki (Dru Prawiro). Dalam film ini, mereka tetap menjadi satu keluarga yang hangat. Film ini diadaptasi dari komik populer asal Korea Selatan karya Yim Chang Ho, dan berhasil menyentuh hati penonton di Indonesia. Para pemeran juga dinilai sukses dalam memerankan tokoh masing-masing.

Film ini mengisahkan sebuah keluarga yang hidup hemat meskipun kondisi keuangan mereka tidak terlalu baik. Meski bagi anak-anaknya hal ini cukup berat, mereka tetap berusaha menyesuaikan diri. Linda, sebagai ibu, sangat pandai mengatur keuangan keluarga. Ia memiliki catatan keuangan yang rapi, termasuk pemasukan dan pengeluaran. Mereka sudah terbiasa hidup hemat, seperti kata pepatah “hemat pangkal kaya”.

Suatu hari, Pak Tony dipanggil oleh atasan karena perusahaan sedang mengalami kesulitan. Ia diberi pilihan antara gaji dipotong atau resign. Karena Tony merasa lebih aman dengan gaji yang dipotong, ia memilih opsi tersebut. Ia memberitahu Linda bahwa gajinya dipotong sebesar 8 juta rupiah. Hal ini membuat Linda merasa sulit karena harus mengatur uang kontrakan, uang sekolah, uang makan, dan lainnya.

Linda mencoba menghubungi Maya, teman mereka yang bekerja di bagian penyewaan rumah. Namun, Maya juga memiliki masalah. Ia mengatakan bahwa pemilik rumah ingin melunasi pembayaran selama setahun jika tidak ada orang lain yang mau menyewa. Ini membuat Tony dan Linda semakin cemas.

Anak bungsu, Kenny, mendengar rencana kepindahan mereka dan berbicara dengan bahasa Jawa yang artinya “Hidup itu seperti minum kopi, kalau tidak bisa menikmatinya yang terasa hanya pahit”. Kalimat ini memberikan kesejukan dalam keluarga.

Akhirnya, Pak Tony memutuskan untuk mencari rumah kontrakan yang lebih murah. Mereka berkeliaran mencari rumah yang layak huni, mulai dari rumah kosong berhantu hingga rumah dalam renovasi. Akhirnya, mereka menemukan iklan rumah yang disebut “Rumah Burung” di lantai dua. Meskipun kondisinya tidak terlalu baik, mereka memutuskan untuk menyewanya karena harganya lebih murah.

Setelah pindah, Linda menjual barang-barang di rumah lama untuk tambahan pemasukan. Saly tetap menjual gantungan kunci, Billy mengumpulkan botol bekas, dan Tony menggunakan sepeda untuk bekerja agar hemat. Mereka bersepakat untuk lebih irit lagi.

Linda menciptakan “Botol Cawi” untuk menghemat air. Ia juga pandai menawar harga barang di pasar. Pak Tony akhirnya memutuskan untuk resign karena perusahaan hampir bangkrut. Uang pesangonnya digunakan untuk sewa rumah lama selama setahun. Namun, Saly ditipu oleh oknum percetakan baju, sehingga membuat keluarga sedih.

Saat bertemu Maya untuk tawar menawar sewa rumah, ternyata ada calon penyewa yang tertarik. Pak Tony berusaha meyakinkan calon penyewa bahwa rumah ini memiliki kenangan dan lingkungan yang baik. Akhirnya, calon penyewa tersebut memutuskan untuk menyewa rumah itu.

Akhirnya, keluarga Tony kembali menempati rumah kecil mereka. Mereka merasa lebih bahagia dan menghargai apa yang dimiliki. Tony mulai bekerja sebagai ojek online sambil mencari pekerjaan baru. Saly mulai merintis usaha kecil sambil bersekolah.

Film ini memberikan hikmah bahwa setiap keluarga memiliki ujian masing-masing. Tony sebagai kepala keluarga tetap profesional dalam bekerja. Keluarga ini juga penuh diskusi dan saling menghargai. Kenny, anak bungsu, juga menjadi sinar penghiburan bagi keluarga.

Selain itu, film ini juga menyajikan cerita tentang Cipto (Onadio) sebagai adik Linda dan Opa Hanz (Indro Warkop) sebagai ayah Tony yang tak kalah irit dan mengundang tawa.

Apakah kamu sudah pernah menonton film Keluarga Super Irit? Film ini pernah tayang di bioskop pada Juni 2025 dan tersedia di Netflix. Apakah kamu sudah punya niat untuk mengirit? Hehe.