Tiga Mantan Kapolri Jadi Anggota Komite Reformasi, Termasuk Tito Karnavian

Posted on

Presiden Prabowo Lantik Komisi Reformasi Polri

Presiden Joko Widodo melantik Ketua dan sembilan anggota Komisi Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025). Dari sembilan anggota tersebut, terdapat tiga sosok mantan Kepala Polisian Republik Indonesia (Kapolri) yang menjabat dalam komisi ini. Mereka adalah Jenderal (Purn) Idham Aziz, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, dan Jenderal (Purn) Tito Karnavian.

Jenderal (Purn) Idham Aziz

Idham Aziz menjabat sebagai Kapolri dari tahun 2019 hingga 2021. Ia lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 30 Januari 1963. Sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988, ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di Densus 88 Anti-Teror. Ia terlibat dalam berbagai operasi penindakan kelompok teror, termasuk pengejaran jaringan Noordin M. Top.

Karier Idham Aziz mencakup posisi strategis seperti:
* Kapolda Sulawesi Tengah
* Kapolda Metro Jaya (2017–2019)
* Kepala Bareskrim Polri (2019)

Pada November 2019, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian. Masa kepemimpinannya dikenal dengan penekanan pada stabilitas keamanan nasional dan penyederhanaan pola komando.

Jenderal (Purn) Badrodin Haiti

Badrodin Haiti lahir pada 24 Juli 1958. Ia menjabat sebagai Kapolri sejak 17 April 2015, setelah Presiden Joko Widodo memberhentikan Jenderal Polisi Sutarman sebagai Kapolri pada 16 Januari 2015. Ia juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Kapolri sebelum pelantikan definitifnya.

Sebelum menjabat Kapolri, Badrodin pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) dan Kabaharkam Mabes Polri. Ia dikenal karena kesederhanaan, integritas, dan ketegasannya.

Riwayat pendidikannya mencakup:
* AKABRI (1982)
* PTIK (1989)
* Sespim (1998)
* Lemhanas RI (2003)

Jabatan kepolisian yang pernah dijalaninya antara lain:
* Danton Sabhara Ditsamapta Polda Metro Jaya (1982)
* Kasubro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983)
* Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya (1983)
* Kabin Info PPKO Polda Metro Jaya (1984)
* Kabag Min Polres Aileu Polwil Timor Timur (1985)
* Kasat Serse Polres Metro Bekasi Polda Metro Jaya (1990)
* Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakpus Polda Metro Jaya (1993)
* Kasat Serse Polres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya (1994)
* Wakapolres Metro Jakarta Timur Polda Metro Jaya (1995)
* Pabungkol Spri Kapolri (1996)
* Pamen Mabes Polri (1997)
* Paban Madya Dukminops Paban II/Ops Sops Polri (1998)
* Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim (1999)
* Kapoltabes Medan Polda Sumut (2000)
* Dirreskrim Polda Jatim (2003)
* Kapolwiltabes Semarang Polda Jateng (2004)
* Kapolda Banten (2004)
* Seslem Lemdiklat Polri (2005)
* Kapolda Sulteng (2006)
* Dir I/Kamtrannas Bareskrim Polri (2008–2009)
* Kapolda Sumut (2009–2010)
* Kadivkum Polri (2010)
* Kapolda Jatim (2010–2011)
* Sahli Kapolri (2011)
* Asops Kapolri (2011–2013)
* Kabaharkam Polri (2013–2014)
* Wakapolri (2014–2015)
* Kapolri (2015–2016)
* Komisaris Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Jenderal (Purn) Tito Karnavian

Tito Karnavian merupakan Kapolri ke-24. Ia lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 26 Oktober 1964. Tito termasuk perwira tinggi Polri yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat. Saat menyandang pangkat AKBP, Tito memimpin Tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azhari di Batu, Jawa Timur pada 9 November 2005 silam.

Tito juga pernah berhasil memimpin tim khusus kepolisian yang membongkar jaringan teroris Noordin M Top. Karirnya melejit dan pernah menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Pada 2016, Tito diangkat menjadi Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pada 23 Oktober 2019, Presiden Jokowi melantik Tito menjadi Mendagri memperkuat kabinet Indonesia Maju. Untuk itu, Presiden mengeluarkan Keppres No. 92 Polri Tahun 2019 tentang pemberhentian dengan hormat Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian.

Riwayat pendidikannya mencakup:
* SD Xaverius 4 di Palembang (1976)
* SMP Xaverius 2 di Palembang (1980)
* SMA Negeri 2 Palembang (1983)
* Akademi Kepolisian (1987); Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik.
* Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
* Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1996); Penerima bintang Wiyata Cendekia sebagai lulusan PTIK terbaik
* Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998)
* Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
* Sespim Pol, Lembang (2000)
* Lemhannas RI PPSA XVII (2011) penerima Bintang Seroja sebagai peserta Lemhanas terbaik.
* Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013)

Penugasan luar negeri yang pernah dilakoninya antara lain:
* UK (Master’s Degree Program – University of Exeter, United Kingdom) (1992 – 1993)
* Republic of Ireland (Comparative Study) (1992)
* France (Comparative Study) (1993)
* (Official visit to Paris Police Nationale and Gendarmerie) (2005, 2007, 2009, 2012)
* Spain (Comparative Study) (1993)
* (Official visit to Spanish Police – Madrid) (2005)
* The Netherlands (Comparative Study) (1993, 2002)
* Italy (Comparative Study) (1993)
* Austria (Comparative Study) (1993)
* USA (NYPD, LAPD, FBI ACADEMY Quantico- Official visit) (1997)
* Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004)
* Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007)
* Washington DC (Conference and Lemhannas study trip) (2008, 2010, 2011)
* Mexico (official visit) (2001)
* New Zealand (Command & Staff College 7 months) (1998)
* (Guest Speaker in Anti Terrorism Conference) (2005)
* Vietnam (ASEANAPOL Conference Hanoi) (1998)
* Hongkong (official visit) (1998, 2002)
* (Investigation into an Intellectual Property Rights case) (2000)
* Australia (Official visit with the Chief of Indonesia Nat Police) (1997)
* (Course at Army Staff College) (1998)
* (Management of Serious Crime Course Canberra) (2000)
* (Radicalisation course in Sydney) (2010)
* (Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney) (2010)
* Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011, 2012)
* South Korea (Interpol Conference – Seoul) (2002)
* Saudi Arabia (Umrah, Haji) (2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2011)
* Switzerland (official visit) (2004)
* Singapore (Anti Terrorism Course, info sharing with Singaore Police, Force Conference) (2005)
* (Guest Speaker – Asian Conference on Global Security) (2007)
* Various Seminars, PhD program (2008-2012)
* Germany (Berlin, Koln, Heidelberg – Official visit to BKA) (2005)
* Malaysia (Maritime Security Conference and Course, SEARCCT) (2005, 2006)
* Sharing operation (2008, 2009, 2010)
* Brunei (official visit) (2005)
* Turkey (Istanbul, official visit) (2005)
* (2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security) (2007)
* GCTF Conference (2011)
* Philippines (Investigation into terrorism case) (2005)
* (Trainer in a joint course for INP and PNP officers) (2009)
* Japan (Tokyo, 1st Japan-ASEAN Dialogue on Counterterrorism) (2006)
* (Tokyo, Intersessional Meeting Japan-ASEAN Counter Terrorism Dialogue) (2007)
* Tokyo, Kobe, Kyoto – Official visit to NPA (2011)
* Thailand (official visit) (2006)
* (official visit to Indonesian Embassy) (2007)
* Jordan (1st Fusion Task Force –Anti Terrorism Interpol, Amman) (2006)
* Egypt (Official visit to Kairo and Alexandria) (2007)
* United Arab Emirates (Dubai – Official Visit) (2007)
* Pakistan (Islamabad-1st Meeting of Indonesia-Pakistan Joint Working Group on Terrorism) (2007)
* Russia, CT dialogue Indonesia and Russia in Moscow (2010)
* Cambodia (Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh) (2009)
* (Indonesian Delegation for ASEANAPOL) in Siem Rep (2010)
* Poland – Head of Delegation for Anti Nuclear Smuggling – Interpol (2012)
* Paris – Co-ordination for investigating bomb blast at Indonesian embassy (2012)
* Australia – Head of Part-Negotiation for Case of Poisoning among Cyanide and Arsenic (2016)