Tiga Berita Terpopuler Sumbar: Siswi SMP Tenggelam, Pakaian Bekas untuk Keluarga Kurang Mampu

Posted on

Berita Terpopuler Sumbar: Siswi SMP Tenggelam Saat Hiking, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan, dan Kebijakan Larangan Pakaian Bekas

1. Siswi SMP Tenggelam Saat Kegiatan Hiking di Pesisir Selatan

Seorang siswi SMP Negeri 1 Painan, berinisial NA (14 tahun), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai kawasan Lubuk Begalung, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (1/11/2025) siang. Peristiwa ini terjadi saat rombongan siswa sedang mengikuti kegiatan hiking dari Batu Hampar, Tarusan, menuju Lubuk Begalung.

Kepala Pelaksana (Plt) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban tenggelam setelah bersama tiga temannya mandi di sungai. Namun, satu dari mereka terseret arus dan tidak bisa diselamatkan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Pukesmas terdekat sebelum dibawa kembali ke rumah duka yang berada di Sago Salido. Kekhawatiran besar menimpa keluarga dan masyarakat setempat, mengingat kejadian ini terjadi dalam rangka kegiatan pendidikan yang seharusnya aman.

2. Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kebun Sawit Pasaman Barat

Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas atau Mr X ditemukan di Kebun kelapa sawit PT PMJ, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu (1/11/2025) pagi. Penemuan dilakukan oleh saksi bernama Yariati (30) dan rekannya Yarlina saat melakukan penyemprotan di lokasi tersebut.

Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telentang, tidak mengenakan baju, dan tubuhnya sudah tidak utuh serta mengeluarkan bau busuk. Setelah ditemukan, para saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PT PMJ dan tim INAFIS turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan Pulbaket.

Setelah proses pemeriksaan, jenazah dibawa ke RSUD Pasaman Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dari masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

3. Pakaian Bekas Menyasar Masyarakat Kelas Bawah, Kebijakan Larangan Impor Mengundang Kekhawatiran

Pedagang pakaian bekas di Pasar Putih, Kota Bukittinggi, menyatakan bahwa bisnis thrifting menyasar masyarakat kelas bawah yang ingin membeli barang branded dengan harga terjangkau. Zulia Fitria, salah satu pedagang, menjelaskan bahwa banyak pakaian bekas berasal dari brand ternama, namun harganya sangat murah.

Namun, kebijakan baru yang digagas Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, akan melarang impor pakaian bekas dalam karung alias balpres. Kebijakan ini bertujuan menghentikan praktik impor ilegal yang selama ini menjadi sumber pasokan utama bisnis pakaian bekas di Indonesia.

Meski kebijakan ini difokuskan di pelabuhan, bukan di pasar, kekhawatiran tetap muncul di kalangan pedagang kecil. Pedagang pakaian bekas, Panaluhon, mengatakan bahwa aturan ini akan berdampak terhadap penjualan mereka.

Ia menjelaskan bahwa jika aturan ini diberlakukan, harga jual pakaian bekas akan melonjak drastis karena jumlah barang yang masuk ke Indonesia berkurang. Kendati demikian, ia tetap menyatakan bahwa pakaian bekas sangat menjangkau masyarakat kelas bawah karena harganya lebih murah dibandingkan barang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *