PasarModern.com, JAKARTA – Duo Timnas Indonesia, Thom Haye dan Beckham Putra, tampak begitu akrab dalam kegiatan peluncuran PSSI Awards 2026 di Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, 6 Desember 2025.
Keduanya tampak kompak dalam kegiatan tersebut, saling melempar senyum dan pandangan, terutama saat sesi wawancara bersama awak media.
Padahal sebelumnya, Thom Haye dan Beckham Putra yang sama-sama membela Persib Bandung ini, sempat bersitegang di tengah laga melawan Borneo FC di Stadion GBLA, 5 Desember 2025.
Persib Bandung memang pada akhirnya menaklukkan pemuncak klasemen sementara itu dengan kemenangan meyakinkan 3-1.
Laga sempat berjalan menegangkan ketika Vinicius Junior membuat Borneo FC unggul lebih dulu di menit ke-18. Namun, tuan rumah kemudian bangkit lewat tiga gol beruntun melalui Ramon Tanque pada menit ke-40, Federico Barba menit ke-50, serta Saddil Ramdani di menit 97.
Keberhasilan Persib meraih poin penuh membuat mereka semakin mendekati Persija Jakarta yang berada tepat di atasnya.
Selisih poin kedua tim kini hanya terpaut satu angka, yakni 28 milik Persib dan 29 milik Macan Kemayoran. Sementara itu, jarak Persib dengan Borneo FC terpangkas menjadi empat poin saja.
Di balik kemenangan itu, terjadi insiden emosional yang tidak disangka-sangka. Kejadian tersebut bermula ketika Beckham Putra melepaskan umpan yang terlalu jauh bagi Thom Haye. Bola akhirnya berhasil dikuasai pemain Borneo FC dan membuat Haye tampak frustrasi.
Thom Haye kemudian menunjukkan ekspresi penuh emosi dan tampak membentak Beckham Putra di lapangan.
Sosok gelandang yang dikenal dengan panggilan “Prof” itu sempat melontarkan teguran keras, yang langsung mendapat respons dari Beckham.
Dengan gerak tangan yang menunjukkan ketidaksukaan, Beckham tampak tidak menerima ucapan keras tersebut dan memilih menjauh dari rekannya itu.
Momen panas ini direkam dalam sebuah video yang kemudian diunggah oleh akun sepak bola @pemain.keduabelass.
Hanya dalam waktu singkat, video tersebut diserbu Bobotoh dengan beragam komentar, baik yang menilai positif maupun negatif.
“Tah dangukeun kasep.. @beckham_put7.. kedah diajar gaya eropa @thomhaye (Nah, dengarkan Beckham, harus belajar bermain gaya Eropa),” tulis @aliahmadrusmanapurwadiredjaVideo.
“Etam: atuda hampura prof kapencet segitiga (Maaf Prof tombol segitiga tertekan),” ujar @ajiz.almubarok.
“Tong disaruakeun ciga ngoper ka si eli tam (Jangan disamakan dengan mengoper untuk Eliano, tam),” tulis @sssssssshvv.
“Duh si Beckam mah telenges ngoper teh. Aki Di titah sprint (Beckham ngoper tidak sesuai, orang tua disuruh sprint),” komentar @alhabshihabshi.
“Alus, tong baper. kudu cokot elmu na eta si haye kitu kitu ge loba elmu na (bagus jangan baper, bisa ambil ilmunya Thom Haye, gitu juga banyak ilmunya),” kata @pndckw.
“Kalah ngalawan deuih si BECHAM na diomongan kolot teh (malah melawan Beckham dikasih tahu orang tua),” tulis @derialdiyana71.
“Dipapatahan tèh sing nurut Kasèp.. itu pamaen kelas Eropa ngerti carana counter yg harusnya bisa jadi peluang (dinasehati yang nurut ganteng, itu pemain kelas Eropa),” komentar @adimulyana.id.
Namun akun pengunggah video tersebut menyatakan bahwa biasanya ketegangan di lapangan akan cair dengan sendirinya,
“Meski diwarnai cekcok, laga yang berakhir dengan kemenangan Persib Bandung ditaksir tak membuat permasalahan di atas lapangan terbawa hingga ke luar lapangan,” tulis @pemain.keduabelass.
Benar saja, keduanya tampak begitu akrab setelah pertandingan tersebut, termasuk di PSSI Awards 2026.
Hal ini menjadi pembicaraan hangat di berbagai kolom komentar postingan media sosial yang menampilkan kedua sosok ini.
Komentar positif Bobotoh pun mengalir di postingan berikutnya.
“Netijen budiman :: wah emang dia mah attitudenya kurang.. Bla, bla, bla.. Pdahal kalo lg maen bola sama temen marah2an waktu match karena salah umpan itu udah biasa.” kata @Fikri***.
“sepak bola udah biasa kaya gini beres match adem seperti biasa,” kata @pins***.
“Padahal inimh normal gk sih? Aing aja sama tmn cekcok mulu co klo d lapanganmh klo udh di luar baru hahahihi lagi wkwk,” tulis @wrf***.
“wkwk kaya tom and jerry,” tulis @jniar***, mengingatkan pada serial kartun Tom and Jerry.
“Lah yang baru ngikutin mereka berdua pasti anggap serius dan dibawa mulu itu kemarahannya si thom. Padahal si etam udah anggap biasa aja, bukan karena nyepelein tapi ya biasa aja,” kata @piara***.
Rumor Pelatih Baru
Pemain Timnas Indonesia, Thom Haye, angkat suara mengenai isu yang ramai diperbincangkan terkait sosok pelatih baru yang dirumorkan bakal menangani skuad Garuda. Ia merespons berbagai kabar yang beredar luas di tengah publik yang terus mengikuti perkembangan kursi kepelatihan tim nasional.
Diketahui, PSSI saat ini sedang berada dalam tahap pencarian figur pelatih baru untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati oleh Patrick Kluivert. Proses tersebut menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut arah pembinaan Timnas Indonesia ke depan.
Thom Haye menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekan setim memilih bersikap menunggu informasi resmi dari federasi. Ia menyampaikan bahwa para pemain enggan terlibat dalam spekulasi yang belum memiliki dasar pernyataan formal.
“Seperti yang kalian tahu, saya banyak mendengar rumor. Bagi kami, tinggal menunggu pengumuman resmi soal pelatih baru,” ujar Thom Haye di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak bisa melakukan banyak hal terhadap berbagai kabar yang belum terverifikasi. Menurutnya, langkah paling tepat saat ini adalah menanti pernyataan resmi sebelum melangkah lebih jauh.
“Saya tidak bisa berbuat banyak soal rumor. Kita hanya perlu menunggu pernyataan resmi terlebih dahulu, lalu kita mulai dari situ,” sambungnya.
Saat pertanyaan mengarah pada kabar mengenai nama Giovanni yang disebut sebagai salah satu kandidat, Thom Haye kembali menegaskan bahwa ia tidak memegang informasi lebih rinci terkait hal tersebut. Ia menyampaikan sikap yang sama seperti sebelumnya.
“Saya tidak bisa menyebut nama spesifik. Saya mendengar informasi yang sama seperti kalian,” ucapnya.
Di sisi lain, gelandang muda Timnas Indonesia, Beckham Putra, menyampaikan pandangannya terkait isu pembaruan kursi pelatih. Ia menyampaikan kesiapan penuh untuk bekerja di bawah arahan siapapun sosok pelatih yang nantinya akan ditunjuk.
Baginya, hal yang paling utama adalah kehadiran pelatih baru mampu membawa tim menjadi lebih berkembang. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah kemajuan tim secara menyeluruh.
“Kalau saya sih siapa saja siapapun pelatihnya. Yang penting bisa membuat tim lebih baik kedepannya. Semoga semuanya yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” kata Beckham.
Dalam beberapa pekan terakhir, rumor seputar pelatih baru Timnas Indonesia memang terus mengalir deras dan menjadi bahan perbincangan. Meski demikian, hingga saat ini PSSI masih belum mengumumkan keputusan resmi kepada publik.
PSSI Fokus Pencarian Kandidat dari Eropa
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, sebelumnya telah memaparkan bahwa federasi masih aktif menjaring nama-nama kandidat pelatih Timnas Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses seleksi yang sedang berjalan.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, secara khusus mendapatkan tugas untuk bertemu langsung dan melakukan wawancara dengan sejumlah pelatih yang berada di kawasan Eropa. Penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun kandidat terbaik.
Setelah rangkaian pertemuan tersebut selesai dilakukan, Sumardji akan menyampaikan laporan terkait nama-nama pelatih yang telah ditemuinya kepada jajaran anggota Exco PSSI lainnya. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum pengambilan keputusan.
“Ya, sekarang ini Pak Sumardji yang ditugaskan karena beliau adalah Ketua BTN. Beliau yang diminta untuk bertemu dan mewawancarai kandidat pelatih. Dari situ nanti akan muncul nominasi-nominasi,” ujar Amali dalam dalam wawancara bersama Kompas TV.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti siapa saja sosok yang masuk dalam radar kandidat. Ia menyebut bahwa Sumardji akan segera melakukan perjalanan ke Eropa, meski belum diketahui negara tujuan secara spesifik.
“Saya belum tahu pasti (siapa kandidatnya-red) beliau akan berangkat ke Eropa. Saya tidak tahu juga negara mana di Eropa, tapi Pak Sumardji akan berangkat kesana,” sambungnya.
Lebih jauh, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut menegaskan bahwa proses pemilihan pelatih Timnas Indonesia senior harus berjalan sesuai dengan statuta PSSI. Ia menekankan bahwa keputusan wajib diambil melalui mekanisme rapat Exco PSSI.
Ia juga turut menyinggung bahwa proses pemilihan pelatih tidak boleh lagi dilakukan secara perorangan seperti yang pernah terjadi saat penunjukan Patrick Kluivert. Menurutnya, pengalaman masa kepemimpinan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule bisa menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan.
Masa tersebut disebutnya sebagai contoh yang baik saat menentukan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia menilai bahwa mekanisme saat itu berjalan sesuai dengan prinsip organisasi.
“Yang penting Pak Sumardji datang dulu, setelah itu Pak Sumardji harus melaporkan kepada Exco supaya tidak lagi terjadi seperti kasus (penunjukan) Patrick Kluivert. Exco meminta agar setelah itu nama-nama dimasukkan ke Exco, dan Exco punya hak untuk mewawancarai. Itu hal yang biasa saja,” tegas Amali.
Ia kemudian menjelaskan kembali bagaimana proses saat penunjukan Shin Tae-yong dilakukan secara kolektif melalui rapat resmi. Ia menyebut bahwa saat itu terdapat dua kandidat yakni Luis Milla dan Shin Tae-yong.
“Waktu penunjukan Shin Tae-yong itu Exco yang memutuskan di rapat Exco, bukan Pak Iwan Bule (Mochamad Iriawan). Waktu itu ada Luis Milla dan Shin Tae-yong, dan melalui rapat Exco diputuskan STY yang terpilih,”
Ia menutup penjelasannya dengan penegasan bahwa peran Sumardji hanya sebatas melakukan wawancara dan melaporkan hasilnya. Ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Exco.
“Nah, saya kira yang sekarang juga harus begitu. Pak Sumardji tidak punya kewenangan untuk memilih. Beliau hanya diutus untuk mewawancarai, dan setelah itu Pak Sumardji harus melaporkan kepada Exco. Nanti Exco yang memutuskan dan kalau ada apa-apa, itu menjadi tanggung jawab bersama. Organisasi ini kan kolektif-kolegial, karena itu diatur dalam Statuta,” pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Thom Haye Komentari Rumor Giovanni van Bronckhorst Jadi Pelatih Timnas Indonesia, dan di TribunWow.com dengan judul Kronologi Cekcok Panas Thom Haye & Beckham di Laga Persib Vs Borneo, Bobotoh Respons di Luar Dugaan,


