Tak kuasa menahan sedih, Tiktokers Vilmei bagikan kondisi memilukan dari lokasi bencana alam Aceh

Posted on

TRIBUN-SULBAR.COM – Puluhan influencer terjung langsung ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam misi kemanusiaan membantu korban bencana alam.

Mereka menyaksikan langsung parahnya kondisi bencana alam di tiga provinsi tersebut.

Salah satunya adalah influencer, Vilmei, menceritakan pengalamannya terjung langsung di lokasi bencana di Aceh.

Vilmei mengaku sangat sedih dan syok melihat dampak bencana alam dan kondisi para korban pascabencana.

Vilmei terjung langsung di lokasi bencana bersama relawan Rumah Zakat.

Tiktokers berusia 26 tahun tersebut tak kuasa menahan kesedihan melihat penderitaan para korban.

Vilmei syok melibat banyak kendaraan bak tertanam dalam lumpur setinggi 2 meter.

Tanpa bantaun alat berat, rasanya mustahil untuk bisa mengevakuasi motor dan mobil milik warga.

Sebelumnya Vilmei juga dibuat berlinangan air mata melihat penampakan bangkai gajah yang tergeletak tidak kunjung dikubur hingga menimbulkan bau.

Vilmei Syok Lihat Mobil-Motor Terkubur Lumpur 2 Meter

Influencer sekaligus relawan kemanusiaan, Vilmei, kembali membagikan kondisi memilukan dari lokasi banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Dalam unggahan terbarunya, Vilmei memperlihatkan bagaimana mobil dan motor milik warga terkubur lumpur hingga setinggi dua meter, nyaris mustahil dievakuasi tanpa bantuan alat berat.

Saat berbincang dengan satu warga korban banjir, Vilmei terlihat terkejut sekaligus prihatin melihat proses evakuasi kendaraan yang dilakukan secara manual oleh warga.

“Ini mobil kita yang sedang dievakuasi… Ini mobil Bapak?” tanya Vilmei, Senin (8/12/2025).

“Iya. Ada tiga unit motor dan satu mobil. Sebelumnya sempat kami selamatkan, tapi pas air naik setengah dua, semua nggak bisa kami evakuasi lagi. Kami langsung lari selamatkan anak-anak,ˮ jawab warga.

Di lokasi, terlihat lima orang dewasa berusaha menarik kendaraan dari tumpukan lumpur tebal, namun tetap tidak berhasil.

Lumpur yang mengeras membuat kendaraan seperti tertanam di tanah.

“Lima orang dewasa pun nggak bisa. Memang kondisinya berat sekali, ada lumpur di mana-mana,ˮ kata Vilmei menggambarkan situasi.

Warga Kehabisan Tenaga

Warga mengaku sudah kehabisan tenaga.

Mereka berharap pemerintah segera menurunkan alat berat karena pekerjaan manual hampir tidak mungkin dilakukan.

“Kalau bisa, pemerintah memperhatikan kampung kami.

Biar alat berat bisa masuk tarik kendaraan dan bersihin lumpur. Pakai tangan udah nggak bisa,ˮ ujar warga tersebut.

Lumpur yang menutup rumah warga bahkan mencapai dua meter lebih, membuat sebagian rumah tidak mungkin lagi dihuni.

“Lebih susah dari rumah yang hancur. Kalau hancur bisa bangun ulang. Ini lumpurnya tebal sekali. Butuh waktu lama, mungkin tiga bulan kalau alat berat sudah jalan,ˮ ungkapnya.

Nyaris mustahil dievakuasi tanpa bantuan alat berat.

Di tengah kondisi itu, warga juga menghadapi krisis dasar seperti air bersih tidak ada, air minum habis, listrik mati total, bensin sulit didapat, MCK rusak atau terendam.

“Air putih nggak ada, air bersih nggak ada. Semua serba sulit, Bu,” kata warga kepada Vilmei.

Menyaksikan langsung kondisi ini, Vilmei menyampaikan bahwa timnya akan segera membangun musala darurat untuk warga yang kehilangan tempat ibadah.

“Musala di sini terendam. Kita mau bangun musala secepatnya karena warga butuh tempat ibadah dan juga toilet yang layak,” ujar Vilmei.

Ia juga kembali membuka donasi untuk membantu warga yang terdampak di beberapa titik bencana.

“Donasi kalian 10 ribu rupiah pun sangat berarti. Tanpa bantuan kalian, kita nggak mungkin bisa lanjutin ini semua,ˮ kata Vilmei.

Di akhir percakapan, warga itu menahan tangis.

“Tolong bantu kami. Agar kami bisa bangun hidup kami lagi. Kami merasa sendiri,ˮ ucapnya.

Postingan Vilmei pun langsung ramai dibagikan, membuat banyak warganet tergerak membantu dan mendesak pemerintah mempercepat penanganan di desa-desa terdampak.

Vilmei datang ke Aceh untuk misi kemanusiaan

Vilmei berada di Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai titik banjir.

Ia telah mengunjungi Pidie Jaya, merekam langsung kondisi di lapangan, dan mengajak publik untuk ikut membantu.

Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa sekecil apa pun donasi dari masyarakat sangat berarti.

“Berapapun itu, 10 ribu, 25 ribu, semua sangat berarti buat mereka,” kata Vilmei.

Kehadirannya di Aceh sekaligus membuka mata publik bahwa kondisi di lapangan jauh lebih parah dari yang terlihat di permukaan. 

Vilmei Sedih, Tak Bisa Tidur Teringat Bangkai Gajah Korban Banjir di Aceh, 6 Hari Belum Dievakuasi

Jumlah korban meninggal di Aceh telah mencapai ratusan jiwa. 

Bahkan seekor gajah ikut jadi korban tewas bencana bajir di Aceh. 

Sudah 6 hari berlalu, bangkai gajah itu masih terbengkalai.

Kondisi ini membuat sedih konten kreator sekaligus relawan kemanusiaan Vilmei.

Terlebih Vilmei melihat langsung penampakan bangkai gajah yang masih tergeletak tanpa evakuasi tersebut.

Dalam unggahan Instagram Stories, Vilmei mengaku sangat terganggu setelah menyaksikan kondisi bangkai gajah tersebut di lapangan.

“Gak bisa tidur karena habis ketemu bangkai gajah di Aceh. Belum dievakuasi dan bener-bener sedih banget lihatnya. Udah bau bangkai juga,” ungkapnya Jumat (5/12/2025).

Menurut penuturan warga yang ditemui Vilmei, bangkai gajah itu dibiarkan begitu saja selama beberapa hari terakhir.

Warga juga menyebut kemungkinan bangkai tersebut akan dibakar jika tidak segera diambil pihak berwenang.

Bau menyengat dari bangkai itu sudah tercium dari jarak jauh, dan kondisinya kian memburuk akibat terendam lumpur banjir.

Nasib Bangkai Gajah, Kemungkinan Dibakar 

Banjir besar yang melanda Aceh telah menyebabkan kerusakan lahan, pemukiman, hingga ekosistem satwa liar.

Temuan bangkai gajah yang tidak kunjung dievakuasi menambah daftar persoalan di tengah upaya pemulihan pascabencana.

Vilmei menegaskan bahwa kondisi seperti ini tidak hanya menyedihkan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan warga.

“Sedih banget… udah bau bangkai. Kata warga paling dibakar,” ujarnya.

Kesaksian Warga Lihat Gajah Sumatra Mati Terkubur Lumpur di Pidie Jaya

Kematian Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) akibat banjir bandang yang melanda Aceh menjadi sorotan publik.

Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati diduga setelah terseret arus kuat banjir di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. 

Bangkai binatang besar tersebut ditemukan di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu, 29 November 2025.

Lokasi penemuan satwa itu berada di daerah terisolasi akibat banjir bandang luapan Sungai Meureudu, yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

Gajah tersebut terbenam di dalam tumpukan kayu hutan dan lumpur yang terbawa banjir.

Setengah badan gajah terkubur dengan kepalanya mengarah ke bawah.

Warga Meunasah Lhok, Muhammad Yunus, mengatakan gajah sumatra sebelumnya tidak pernah terlihat di sekitar perdesaan tersebut.

Gajah yang mati itu pun diduga karena banjir dan terseret ke arus ke wilayah desa.

“Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir,” kata Yunus, Sabtu (29/11/2025) yang dikutip serambinews.com dari Kompastv.

Yunus menambahkan, warga desa tidak bisa memindahkan bangkai gajah tersebut karena tidak punya peralatan memadai.

Lokasi ditemukannya bangkai gajah juga sulit diakses dan terisolasi akibat banjir.

Bangkai gajah yang ditemukan tertindih batang kayu dan lumpur. Setengah badan gajah, dari punggung hingga kepala, terkubur di bawah tanah.

Gajah sumatra adalah satwa hampir punah dengan populasi hanya sekitar 1.100 ekor menurut Kementerian Kehutanan RI.

Status konservasi gajah sumatra masuk kategori kritis atau kurang satu langkah sebelum kepunahan.

Muhammad Yunus juga mengaku kaget mendapati banyaknya kayu gelondongan hutan yang terseret banjir.

Menurutnya, kayu yang terseret banjir berukuran besar-besar.

“Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini,” kata Yunus.

Donasi Otw Rp 1 Miliar, Vilmei Ajak Publik Ikut Membantu

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Vilmei memicu respons besar dari publik.

Donasi yang ia galang bersama pengikutnya kini sudah mendekati Rp1 miliar, dan seluruhnya akan disalurkan kepada warga terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.

“Link donasi ada di bio aku. Sedikit dari kita berarti besar untuk mereka,” ujarnya.

Sebelum ke Pidie Jaya, Vilmei sempat viral usai mendarat di Bandara SIM Aceh Besar dan langsung melakukan siaran langsung di Warung Ayam Pramugari Blang Bintang.

Dalam beberapa jam, donasi yang awalnya Rp100 juta melesat menjadi Rp1,6 miliar.

Kehadirannya di Aceh bukan hanya membawa donasi, tetapi juga perhatian nasional terhadap situasi pascabencana

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *