Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK, Kekayaan dan Gaya Hidup Mewah Jadi Sorotan
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Kasus ini terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Penangkapan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai kekayaan dan gaya hidup mewah sang bupati.
Penyegelan Lokasi dan Kendaraan
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK memasang segel pada delapan unit kendaraan milik Fadia Arafiq. Mobil-mobil tersebut terparkir di halaman rumah dinas bupati. Beberapa mobil mewah yang disegel antara lain Denza D9, Toyota Fortuner, Toyota Camry, Mitsubishi Xpander, Hyundai, serta mobil listrik produksi Wuling.
Selain kendaraan, salon milik Fadia Arafiq yang berada di Desa Nyamok juga ikut disegel. Pagar besi yang mengelilingi salon tampak tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas di dalamnya. Sementara itu, Restoran Bigboss di Jalan Diponegoro terpantau tutup, meski tidak ditemukan adanya segel KPK di lokasi tersebut.
Laporan Harta Kekayaan
Fadia Arafiq terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 30 Maret 2025. Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Fadia memiliki total kekayaan sebesar Rp85.623.500.000 (Rp85,6 miliar). Rincian asetnya adalah sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan: 26 aset dengan total nilai Rp74.290.000.000.
- Alat transportasi dan mesin: dua mobil yaitu Hyundai Minibus tahun 2013 (Rp200.000.000) dan Alphard X A/T 2.4 tahun 2018 (Rp980.000.000), total Rp1.180.000.000.
- Harta bergerak lainnya: Rp3.020.000.000.
- Kas dan setara kas: Rp10.333.500.000.
- Utang: Rp3.200.000.000.
Penangkapan dan Pemeriksaan Lanjutan
Sebanyak 11 orang ditangkap dalam rangkaian OTT yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Dari jumlah tersebut, HM Yulian Akbar selaku Sekda Pemkab Pekalongan juga turut diamankan. Mereka kini sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa para tersangka akan menjalani pemeriksaan intensif untuk melengkapi bukti-bukti awal dalam tahap penyelidikan. “Keterangan dari setiap pihak yang diamankan dibutuhkan untuk melengkapi bukti-bukti awal yang sudah dikumpulkan dalam tahap penyelidikan tertutup ini,” ujar dia.
Dugaan Korupsi Pengadaan Outsourcing
KPK menduga ada pengondisian dan pengaturan dalam pengadaan outsourcing di sejumlah dinas Pemkab Pekalongan. Hal ini membuat beberapa perusahaan swasta bisa masuk dan menang dalam tender barang dan jasa di lingkungan pemerintahan setempat. “Ini ada sejumlah pengadaan yang memang dilakukan di dinas-dinas Pemkab Pekalongan yang prosesnya diduga, diatur, dikondisikan sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang untuk mendeliver barang ataupun jasa di Pemkab Pekalongan,” ujar Budi.
Gaya Hidup Mewah dan Kritik Publik
Di balik kasus hukumnya, publik kini menyoroti gaya hidup mewah Fadia Arafiq. Huniannya disebut-sebut menyerupai showroom mobil kelas atas. Meski belum ada penjelasan resmi mengenai status kepemilikan kendaraan maupun kaitannya dengan perkara yang sedang didalami KPK, banyak pihak mulai mempertanyakan konsistensi antara gaya hidup dan tanggung jawab sebagai pejabat negara.
