Renungan Katolik Hari Ini: Langit dan Bumi Akan Berlalu
Pada hari Jumat, 28 November 2025, umat Katolik diingatkan akan tema renungan yang menarik yaitu “Langit dan Bumi Akan Berlalu”. Renungan ini merupakan bagian dari perayaan hari Jumat Biasa XXXIV, yang juga merayakan Santa Katarina Laboure Perawan. Warna liturgi pada hari ini adalah hijau, menggambarkan harapan dan pertumbuhan iman.
Bacaan liturgi untuk hari ini mencakup beberapa teks penting dari Kitab Daniel dan Injil Lukas. Dalam Bacaan Pertama, kita membaca tentang penglihatan Daniel yang menggambarkan empat binatang besar yang naik dari laut, serta kehadiran seorang seperti Anak Manusia yang diberikan kekuasaan oleh Tuhan. Penglihatan ini menjadi simbol kekuasaan Allah dan kekalahannya terhadap kuasa-kuasa dunia.
Mazmur Tanggapan memberikan pujian kepada Tuhan, dengan refren “Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.” Kidungnya mengajak semua ciptaan untuk memuji Tuhan, baik itu gunung, tumbuhan, air, lautan, unggas, maupun binatang. Bait Pengantar Injil mengingatkan kita untuk “Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.”
Dalam Bacaan Injil, Yesus menggunakan perumpamaan tentang pohon ara untuk menjelaskan bahwa ketika kita melihat tanda-tanda tertentu, kita dapat memahami bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Ia menyatakan bahwa langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Nya tidak akan berlalu.
Renungan Harian Katolik: Langit dan Bumi Akan Berlalu
Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa langit dan bumi akan berlalu. Hal ini menjadi pesan penting bagi umat Katolik, khususnya dalam masa akhir zaman. Yesus mengingatkan kita bahwa kuasa-kuasa langit akan bergoncangan dan segala sesuatu yang terjadi di bumi akan membuat orang mati ketakutan karena cemas.
Banyak orang mungkin tidak menyadari bahwa bumi yang telah dihuni oleh 8 miliar jiwa ini akan mengalami kekacauan sedemikian rupa sehingga orang bisa mati ketakutan karena cemas. Namun, Yesus memberitahu kita bahwa meskipun dunia akan berlalu, sabda-Nya tetap kekal dan abadi.
Pertanyaannya adalah, sampai kapan bumi mampu menampung manusia dan kehidupannya? Apakah manusia sadar bahwa usia bumi ini terbatas, walau usianya jauh lebih lama daripada usia manusia dalam hitungan satu generasi? Tahukah manusia bahwa pada suatu saat daya dukung bumi akan semakin terbatas dan bahkan habis?
Yesus memberitahu kita bahwa semua yang fana akan sirna. Dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, kata Rasul Paulus. Lantas apa yang masih bertahan? Sabda Yesus itu tetap, kekal dan abadi, berlaku untuk selama-lamanya.
Bukan hanya penginjil Lukas yang mencatat bahwa sabda Yesus atau perkataan Nya tidak akan berlalu. Para penginjil Sinoptik lain, Matius dan Markus, juga mencatatnya bahwa perkataan Yesus tidak akan berlalu. Rasul Petrus sadar betul akan hal ini. Sebab itu, ketika banyak orang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus, Dia bertanya kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”
Simon Petrus mewakili teman-temannya menjawab, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
Perkataan Yesus, Sang Guru, adalah perkataan hidup yang kekal. Oleh karena itu, yang kekal, yang abadi, yang tidak akan berlalu, itulah yang mesti kita kejar, upayakan dan hidupi. Mengapa? Karena sekalipun dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu, seperti dikatakan oleh Rasul Paulus, berarti akan kita tinggalkan, namun karena kita hidup dalam iman akan Yesus dan sabda-Nya, kita tidak ikut binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Itulah sebabnya, Rasul Paulus juga menasihati kita, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan-Nya di antara kamu.” Perkataan Kristus yang diam di antara kita, bahkan di dalam hidup kita, akan menerangi dan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi yang menyatu di dalam Dia.
Jika kita yang telah percaya kepada Yesus selalu menyatu di dalam Dia, yang sabda-Nya tidak akan berlalu, apakah kita akan dibuang? Tidak. Sebab Dia bersabda, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.”
Justru orang yang tidak tinggal di dalam Yesus, tidak menyatu di dalam Dia, yang akan dibuang, seperti telah Dia katakan, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.”
Mari kita selalu tinggal di dalam Yesus dan sabda-Nya yang menjamin hidup kita kepada keabadian. Sebab, langit dan bumi akan berlalu, tetapi (hanya) sabda-Nya takkan berlalu. Sabda Yesus yang takkan berlalu itulah yang menjadi dasar dan pedoman hidup kita.
Gambaran pohon ara tadi menjelaskan keadaan para murid Kristus. Seperti pohon ara, Umat Kristiani harus menempuh ganasnya “musim dingin” sebelum melihat “musim panas”. Selama perjalanan hidup ini kita harus menderita lebih dulu sebelum mengalami kejayaan Kerajaan Allah di akhir waktu. Namun, iman dan harapan akan hidup mulia bersama Kristus di masa depan memberi kekuatan bukan hanya bagi Gereja Perdana tetapi juga bagi semua murid Kristus di setiap zaman.
Setiap kali kita menghadapi kesulitan dengan iman yang teguh, saat itulah Kerajaan Allah datang di tengah situasi hidup kita.
Doa: Ya Yesus Tuhan, semoga pengharapan akan hidup mulia bersama-Mu di masa depan menguatkan aku dalam menghadapi setiap kesulitan. Semoga aku selalu melihat tanda-tanda kehadiran-Mu dalam setiap situasi, agar aku selalu berada di dekat-Mu sampai akhir hidupku. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus….Amin.


