Komitmen PT Thorcon Power Indonesia dalam Menghadirkan Teknologi Nuklir
PT Thorcon Power Indonesia telah menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan teknologi baru dan terbarukan bagi masyarakat Indonesia di masa depan. Rencana besar ini akan diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang energi, PT Thorcon memastikan bahwa semua aktivitasnya akan patuh terhadap setiap ketentuan dan regulasi, baik dari pemerintah Indonesia maupun dunia internasional.
Meskipun demikian, perusahaan ini menyadari pentingnya sosialisasi dan edukasi yang lebih masif kepada semua pihak, khususnya masyarakat luas, terkait manfaat besar dari hadirnya teknologi baru tersebut. Hal ini dilakukan karena masih banyak pihak yang memiliki kekhawatiran terkait potensi dampak negatif dari PLTN, terutama bagi masyarakat sekitar lokasi pembangunan.
Untuk memberikan penjelasan lebih mendalam, Chief Operating Officer (COO) PT Thorcon Power Indonesia, Dhita Ashari, didampingi oleh Legal Associate Andri Yanto, hadir dalam Program Dialog Ruang Tengah Bangka Pos edisi Selasa (14/10/2025). Mereka secara tegas memastikan bahwa aktivitas perusahaan nantinya akan memiliki potensi dampak risiko yang sangat kecil, baik itu untuk lingkungan maupun bagi publik secara umum.
Oleh karena itu, PT Thorcon mengajak semua stakeholder untuk menyambut era baru ini dan bersama-sama mewujudkan impian hadirnya teknologi baru ini.
Pertanyaan dan Jawaban Terkait PLTN di Bangka Belitung
- Pertanyaan: Apa bidang usaha PT Thorcon Power Indonesia dan alasan mereka hadir di Bangka Belitung?
Jawaban: Bisnis PT Thorcon Power Indonesia adalah energi, khususnya listrik dengan teknologi terbaru. Tujuan mereka membangun PLTN di Bangka Belitung adalah karena isu perubahan iklim dan kebutuhan energi mandiri. Wilayah ini dipilih karena kondisi geologis yang aman dan dukungan pemerintah.
- Pertanyaan: Kenapa dua wilayah yaitu Kalimantan Barat dan Bangka Belitung dipilih?
Jawaban: Dasarnya adalah hasil riset dari BATAN dan rekomendasi Kemenko Marves. Proses ini dilakukan sesuai tahapan yang telah ditentukan.
- Pertanyaan: Mengapa Bangka Belitung dipilih meskipun penduduk hanya 1,5 juta?
Jawaban: Kriteria daerah untuk dibangunnya PLTN ditentukan oleh kondisi lempengan tekto vulkanik. Wilayah ini dipilih karena posisi strategis dan kebutuhan listrik yang tinggi.
- Pertanyaan: Bagaimana dengan keamanan dan lokasi pembangunan?
Jawaban: Lokasi pembangunan telah ditentukan sesuai regulasi dan survei BATAN. Titik yang dipilih adalah Pulau Kelasa di Kabupaten Bangka Tengah.
- Pertanyaan: Apa latar belakang dibangunnya PLTN?
Jawaban: Pembangunan PLTN ini sangat kompleks dan diawasi oleh Bappetan serta IAIA. Penerimaan masyarakat menjadi salah satu syarat utama.
- Pertanyaan: Seberapa butuh PLTN saat ini?
Jawaban: Dibutuhkan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan listrik yang murah dan berkelanjutan.
- Pertanyaan: Bagaimana dengan isu ancaman radiasi nuklir?
Jawaban: Ancaman radiasi sudah jauh lebih kecil dengan teknologi generasi keempat. Limbah nuklir juga dikelola dengan baik di Indonesia.
- Pertanyaan: Apakah aktivitas Thorcon sudah sangat aman?
Jawaban: Ya, prosedur dan standar internasional telah diterapkan untuk menjaga keamanan.
- Pertanyaan: Bagaimana respon masyarakat?
Jawaban: Masih diperlukan sosialisasi dan edukasi lebih masif. Kerja sama dengan pemerintah dan universitas sangat penting.
- Pertanyaan: Sejauh mana progres Thorcon?
Jawaban: Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan. Izin pembangunan sedang dalam proses evaluasi.
- Pertanyaan: Pesan akhir untuk masyarakat?
Jawaban: Energi nuklir sudah digunakan di banyak negara. Saatnya masyarakat menyambut teknologi ini dengan tangan terbuka dan mendukung kemajuan negara.