Prioritas APBD 2026: 3 Sektor Unggulan dan Aksi Massa di Kubar

Posted on

Ringkasan Berita Populer di Kaltim dalam 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir hingga Senin (1/12/2025), berbagai peristiwa penting di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan utama. Berita populer mencakup vonis seumur hidup terhadap Eks Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi Prianto, serta isu terkait APBD Kaltim tahun 2026. Selain itu, aksi massa di Kutai Barat (Kubar) pasca-penangkapan 6 terduga pelaku narkoba juga menarik perhatian masyarakat.

1. Sektor Prioritas di APBD Kaltim Tahun 2026

Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim Tahun 2026 mengalami penurunan drastis. Anggaran yang awalnya diproyeksikan sebesar Rp21,35 triliun kini turun menjadi hanya Rp15,15 triliun. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya pendapatan transfer dari Pusat sebesar 66,39 persen.

Meski begitu, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa tiga sektor utama akan tetap menjadi prioritas. Ketiga sektor tersebut adalah pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam merumuskan anggaran agar keseimbangan fiskal tetap tercapai.

“Kami pastikan tiga sektor pelayanan dasar tetap menjadi prioritas,” ujar Hasanuddin Mas’ud.

Selain itu, ia meminta Pemprov Kaltim untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah, retribusi, dan sektor ekonomi baru. Hal ini diharapkan menjadi kompensasi atas tekanan fiskal dari Pusat.

Transparansi selama proses koreksi anggaran juga menjadi hal utama. Masyarakat Kaltim harus dapat mengetahui secara jelas arah kebijakan fiskal daerah mereka.

2. Eks Direktur Persiba Divonis Seumur Hidup

Eks Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi Prianto divonis hukuman penjara seumur hidup dalam kasus narkoba, Jumat (28/11/2025). Vonis ini lebih ringan dari tuntutan hukuman mati yang diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hakim menilai hukuman mati tidak layak dijatuhkan pada Catur Adi Prianto dengan pertimbangan hak asasi manusia (HAM) dan menilai pidana tersebut belum proporsional untuk kasus ini.

Catur menyatakan bahwa anak-anak dan keluarganya sudah mengetahui kasus yang menjeratnya. Ia optimis terhadap ketahanan mental anak-anaknya menghadapi situasi sulit ini.

Namun, dalam pleidoi atau nota pembelaannya, Catur mengungkapkan dampak berat yang dialami anak-anaknya yang masih bersekolah. Mereka mengalami trauma mendalam akibat pemberitaan dan stigma kasus yang menimpa ayah mereka.

Catur juga menyayangkan label negatif yang dilekatkan kepadanya dalam kasus ini. Ia mengaku dilabeli sebagai “Bos Besar” dan dituduh mengendalikan uang ratusan miliar dalam jaringan narkotika tersebut.

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini, dirinya masih bisa tersenyum karena merasa tidak bersalah. Ia menantang pihak yang menuduhnya sebagai bandar besar narkotika untuk mengecek daftar barang bukti yang disita dalam perkara ini.

3. Aksi Massa di Kubar Usai Penangkapan 6 Terduga Sabu

Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Narkoba Kutai Barat menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Mapolres Kutai Barat (Kubar), Minggu (30/11/2025). Mereka menuntut kepindahan Kapolres dari Tanah Purai Ngeriman.

Aksi ini dipicu atas penangkapan 6 terduga penyalahgunaan narkoba jenis sabu oleh Unit Intel Kodim 0912/Kubar. Massa menganggap penanganan kasus atau gelar perkara yang dilakukan Polres Kutai Barat dinilai janggal.

Massa menuntut supaya Kapolres Kubar, AKBP Boney Wahyu Wicaksono serta Kasat Narkoba, Iptu Muhammad Ridwan mundur dari jabatannya dan segera pindah dari Tanah Purai Ngeriman, julukan Kutai Barat.

Mereka juga meminta Polres Kubar menggelar perkara ulang dan terbuka soal kasus penangkapan 6 terduga penyalahgunaan narkoba tersebut. Polres Kubar diberi batas waktu dua minggu untuk mengungkap dalang peredaran narkoba di Kutai Barat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *