Primbon Jawa: Makna Kelahiran 14 September 1999 Berdasarkan Wuku dan Weton

Posted on

Ramalan Primbon Jawa untuk Kelahiran 14 September 1999

Primbon Jawa adalah salah satu warisan budaya yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat, terutama di Pulau Jawa. Dalam tradisi ini, setiap kelahiran memiliki arti khusus yang dapat dilihat melalui perhitungan wuku dan weton. Bagi seseorang yang lahir pada tanggal 14 September 1999, Primbon Jawa menawarkan gambaran mengenai watak, pergaulan, harta, jodoh, serta kecocokan dalam pekerjaan.

Primbon Jawa tidak hanya sekadar ramalan, tetapi juga menjadi pedoman hidup bagi banyak orang. Meskipun berupa prediksi, banyak masyarakat masih mempercayainya sebagai acuan dalam mengambil keputusan atau menjalani kehidupan sehari-hari. Kitab-kitab Primbon Jawa pun telah disimpan dengan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Beberapa contohnya antara lain Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.

Berikut adalah ramalan Primbon Jawa untuk seseorang yang lahir pada tanggal 14 September 1999:

Tanggal Masehi

  • Tanggal: 14 September 1999
  • Hari: Selasa Anggara

Tanggal Jawa

  • Tanggal: 3 Jumadil Akhir 1932
  • Hari: Selasa Pahing

Tanggal Hijriah

  • Tanggal: 03 Jumadil Tsania 1420

Watak Berdasarkan Weton

Weton adalah sistem perhitungan hari yang digunakan dalam Primbon Jawa. Untuk tanggal 14 September 1999, wetonnya adalah Selasa Pahing. Berikut beberapa karakteristik dari weton ini:

  • Dina (Hari): Selasa, yang dikaitkan dengan sifat pemarah dan pencemburu. Namun, orang dengan weton ini biasanya memiliki pergaulan yang luas.
  • Pasaran (Pasar): Pahing, yang menunjukkan sifat ingin memiliki barang, penuh perhitungan, suka menolong, mandiri, kuat lapar, serta banyak musuh. Orang dengan weton ini juga cenderung mudah tersinggung dan marah, serta suka kebersihan.
  • Haståwårå/Padewan: Guru Berkuasa, yang menunjukkan bakat memimpin, pemberi, dan perayu.
  • Sadwårå: Wurukung (Hewan), yang menunjukkan kurang waspada dalam menghadapi situasi tertentu.
  • Sångåwårå/Padangon: Gigis (Tanah/Bumi), yang menunjukkan hati yang longgar, pamomong, dan sabar.
  • Saptåwårå/Pancasuda: Satrya Wirang, yang sering mengalami malu atau dipermalukan.
  • Rakam: Dêmang Kadhuruwan, yang sering mendapat perkara dan suka membantah.
  • Paarasan: Aras Kêmbang, yang memiliki pesona daya tarik terhadap lawan jenis.

Watak Berdasarkan Wuku

Selain weton, Primbon Jawa juga mengandalkan perhitungan wuku. Untuk tanggal tersebut, wuku yang berlaku adalah Wuku Bala. Berikut penjelasannya:

  • Dewa Bumi: Bethari Durga, yang memberikan sifat percaya diri dan tidak takut kepada siapa pun.
  • Pohon: Cemara, yang menunjukkan sifat banyak bicara, menyombongkan kedudukan, serta cenderung berbuat tidak baik.
  • Burung: Ayam Alas, yang menunjukkan bahwa orang ini disenangi oleh orang berpangkat.
  • Bala Sarwa Tiba Ing Sela Mangsa: Sering membuat keributan karena tindakan yang tidak tepat waktu.
  • Aral: Rentan terkena santet atau racun.
  • Sedekah/Sesaji: Nasi dang-dangan beras sepitrah, lauk ayam hitam mulus panggang, dan sayuran tujuh macam.
  • Do’a: Rajukna, slawatnya: uang satu uwang (sauwang).
  • Kala Jaya Bumi: Ada di barat laut menghadap ke tenggara.
  • Saat Wukunya Berjalan: Selama 7 hari, sebaiknya menghindari bepergian ke arah barat laut.
  • Bala: Baik untuk mengunjungi teman, menjadi utusan, atau membantu mempertemukan orang yang sedang berunding.
  • Tidak Baik: Mengajarkan ilmu, mewejahkan ilmu kebatinan, atau memperbaiki sesuatu.

Kesimpulan

Ramalan Primbon Jawa untuk kelahiran 14 September 1999 memberikan gambaran tentang kepribadian, nasib, dan perjalanan hidup seseorang. Meski hanya ramalan, informasi ini bisa menjadi referensi tambahan dalam memahami diri sendiri. Tetap bijak dalam menyikapi informasi ini dan jadikan sebagai pembelajaran dalam menjalani kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *