Prediksi Soal Ekonomi SMA 2025: Dampak Peran PTPN

Posted on

Persiapan Siswa SMA/SMK untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025

Siswa kelas 12 SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia sedang bersiap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan berlangsung pada 1–9 November 2025. TKA merupakan evaluasi capaian akademik nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan juga berfungsi sebagai validator nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026.

Bagi siswa peminatan IPS atau sosial humaniora, TKA Ekonomi menjadi salah satu mata pelajaran pilihan penting. Soal-soalnya dirancang lebih kompleks dan kontekstual, mencerminkan isu ekonomi global, pasar digital, dan kebijakan fiskal terkini. Melalui latihan TKA Ekonomi, siswa dapat mengasah kemampuan analisis, berpikir kritis, serta memahami penerapan konsep ekonomi dalam kehidupan nyata. Artikel ini juga menyajikan contoh soal dan kunci jawaban sebagai bahan latihan dan pendamping belajar menjelang pelaksanaan TKA.

Contoh Soal TKA Ekonomi SMA 2025 dan Kunci Jawaban

  1. Perusahaan dagang “Toko Berkah” milik Bapak Rahmat melakukan beberapa transaksi selama minggu pertama bulan Februari 2025. Manakah transaksi-transaksi yang mempengaruhi komponen ekuitas dalam persamaan dasar akuntansi?

A. Menyetorkan modal awal ke rekening perusahaan sebesar Rp75.000.000,00.

B. Membeli persediaan barang dagang secara kredit senilai Rp30.000.000,00.

C. Membayar sewa toko bulan Februari sebesar Rp5.000.000,00.

D. Menjual barang dagangan senilai Rp15.000.000,00 secara tunai (harga pokok penjualan: Rp9.000.000,00).

E. Membayar utang usaha sebesar Rp 10.000.000,00.

Kunci jawaban: A, C dan D

  1. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan, melakukan ekspansi usaha dengan membuka lahan baru dan membangun pabrik pengolahan sawit di beberapa daerah tertinggal. Langkah ini menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, meningkatkan pendapatan petani lokal melalui kemitraan, serta meningkatkan ekspor hasil perkebunan ke mancanegara.

A. Meningkatkan kesempatan kerja di wilayah tertinggal.

B. Meningkatkan potensi impor hasil perkebunan.

C. Mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.

D. Meningkatkan penerimaan devisa negara dari ekspor.

E. Melemahkan daya saing petani lokal dalam jangka panjang.

Kunci jawaban: A, C dan D

  1. Pada triwulan kedua tahun 2024, tingkat inflasi nasional melonjak menjadi 7,5 persen year-on-year, jauh melampaui target inflasi 3 persen. Kenaikan inflasi disebabkan oleh kombinasi dari:

A. Menaikkan suku bunga acuan (BI Rate).

B. Menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan.

C. Menjual Surat Berharga Negara (SBN) di pasar terbuka.

D. Melakukan intervensi di pasar valas untuk menstabilkan rupiah.

E. Meningkatkan jumlah uang beredar untuk menjaga konsumsi masyarakat.

Kunci jawaban: A, C dan D

  1. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Harga Konsumen (IHK) di suatu wilayah tercatat sebesar 112 pada tahun 2022 dan meningkat menjadi 118 pada tahun 2023. Di sisi lain, IHK pada tahun 2024 naik kembali menjadi 125.

A. Inflasi tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

B. Inflasi tahun 2023 dan 2024 menunjukkan tren penurunan.

C. Inflasi tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2023.

D. Inflasi pada tahun 2023 mencapai tertinggi adalah 7 persen.

E. Tingkat inflasi tahun 2024 yaitu 5 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Kunci jawaban: C

  1. Berdasarkan data tersebut, tentukan pernyataan berikut ini yang benar berdasarkan prinsip ekonomi!

A. Penurunan harga kopi meningkatkan jumlah permintaan karena permintaan bersifat elastis terhadap harga.

B. Penurunan harga selalu menurunkan pendapatan total produsen, karena harga per unit turun.

C. Adanya penurunan harga kopi dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan volume penjualan.

D. Pendapatan Kafe Milenial menurun karena permintaan kopi bersifat inelastis terhadap harga.

E. Adanya promo menyebabkan jumlah permintaan kopi meningkat, sehingga tidak sesuai dengan hukum permintaan.

Kunci jawaban: A dan C

  1. Berdasarkan data tersebut, berapakah laba bersih yang diperoleh perusahaan?

A. Rp50.000.000,00.

B. Rp58.000.000,00.

C. Rp65.000.000,00.

D. Rp72.000.000,00.

E. Rp80.000.000,00.

Kunci jawaban: C

  1. Berdasarkan informasi, kebijakan apa yang dapat diterapkan pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan tersebut?

A. Memberikan insentif ekspor untuk sektor industri strategis dan mengenakan tarif tinggi untuk semua barang impor.

B. Meningkatkan ekspor produk manufaktur dan mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas mentah.

C. Menurunkan suku bunga agar masyarakat lebih konsumtif sehingga meningkatkan impor.

D. Meningkatkan belanja negara produk manufaktur agar mendorong lebih banyak konsumsi barang impor.

E. Menghentikan semua impor barang modal untuk mengurangi pengeluaran devisa.

Kunci jawaban: B

  1. Berdasarkan ilustrasi di atas, Bank Indonesia sedang menjalankan fungsi sebagai ….

A. penyelamat likuiditas bank

B. pengawasan sistem keuangan

C. penjaga stabilitas sistem pembayaran

D. pelaksana kebijakan moneter

E. pengelola cadangan devisa

Kunci jawaban: D

  1. Manakah solusi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

A. Peningkatan upah bagi tenaga kerja.

B. Mendorong investasi daerah melalui insentif pajak dan kemudahan perizinan.

C. Menyediakan akses pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku UMKM.

Kunci Jawaban:

A (Salah)

B (Benar)

C (Benar)

  1. Berdasarkan informasi tersebut, manakah solusi yang sebaiknya diterapkan dan dievaluasi oleh pemerintah untuk mengatasi kelangkaan air bersih di Kota Maju?

    A. Pembatasan penggunaan air dan peningkatan tarif menjadi salah satu cara untuk mengendalikan permintaan air secara langsung.

    B. Mengedukasi masyarakat tentang konservasi air dapat membantu menurunkan konsumsi air jangka panjang.

    C. Membangun fasilitas baru adalah solusi terbaik dan paling cepat untuk mengatasi kelangkaan air saat ini.

    D. Pemerintah perlu melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas kebijakan pengendalian penggunaan air.

    E. Pendekatan teknologi hemat air tidak tepat karena masyarakat belum terbiasa menggunakannya.

    Kunci Jawaban: A, B dan D