Prabowo Bentuk Dua Badan Baru, Apa Tugasnya?

Posted on

Pembentukan Dua Badan Baru oleh Presiden Prabowo Subianto

Presiden Joko Widodo, atau yang lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, telah mengambil langkah penting dalam memperkuat sektor infrastruktur dan industri. Ia membentuk dua badan baru yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan ekologis dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pesisir serta meningkatkan pengelolaan sumber daya alam strategis.

Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa dan Badan Industri Mineral adalah dua entitas baru yang dibentuk untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada. Kedua badan ini dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang kuat dalam bidangnya masing-masing.

Pemimpin Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa

Didit Herdiawan Ashaf, seorang purnawirawan TNI Angkatan Laut dengan pangkat Laksamana Madya, ditunjuk sebagai kepala dari Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa. Didit menyatakan bahwa tugas utamanya adalah membangun tanggul laut di kawasan Pantura Jawa. Tujuan pembangunan tersebut adalah untuk mencegah gangguan pada ekosistem masyarakat pesisir.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghindari masalah-masalah yang berkaitan dengan ekosistem, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pantai utara,” ujar Didit setelah dilantik.

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, rencana pembangunan tanggul laut sudah muncul sejak dekade 1990-an. Saat ini, karena penurunan muka air tanah dan dampak banjir rob, kebutuhan akan tanggul semakin mendesak.

“Sebanyak kurang lebih 20 juta warga tinggal di pesisir Pantai Utara. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang tepat dan efektif,” tambah Prasetyo.

Tugas Badan Industri Mineral

Di sisi lain, Badan Industri Mineral dipimpin oleh Brian Yuliarto, seorang Guru Besar Fakultas Teknologi Industri di Institut Teknologi Bandung. Tugas utama dari badan ini adalah berkoordinasi dengan kementerian terkait agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan industri mineral.

Brian menekankan bahwa mineral strategis seperti bahan radioaktif sangat penting bagi kedaulatan bangsa dan juga bisa meningkatkan perekonomian negara. “Mineral-mineral ini sangat penting untuk pertahanan dan hampir seluruh industri membutuhkannya,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Badan Industri Mineral tidak akan tumpang tindih dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tugas utama badan ini adalah mengidentifikasi seluruh mineral strategis milik Indonesia, termasuk rare earth yang digunakan dalam industri magnet dan baterai.

Peran AHY dalam Pengelolaan Tanggul Laut

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, akan menjadi pengarah bagi Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa. AHY menyatakan bahwa badan ini dibentuk untuk memastikan segala sesuatunya berjalan secara efektif, termasuk dalam realisasi pembangunan giant sea wall.

Pemerintah juga akan menarik investasi untuk membangun tanggul laut. Dalam hal ini, pemerintah akan melibatkan Kementerian Investasi hingga Danantara. Selain itu, badan ini juga akan memperbarui konsep-konsep yang sudah ada terkait pembangunan tanggul laut.

Dengan pembentukan dua badan baru ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi jangka panjang untuk masalah ekologis dan ekonomi yang dihadapi masyarakat pesisir serta memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam strategis.