Populer Kaltim: Alasan peresmian RDMP Balikpapan ditunda hingga tarif tol Balikpapan-Samarinda

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Alasan peresmian RDMP ditunda, Harapan DPRD Kaltim dan Balikpapan soal tenaga kerja lokal
  • Jalan Tol IKN gratis selama libur Nataru, Tol Balikpapan–Samarinda tetap bayar, daftar lengkapnya
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berpesan ke Mayjen TNI Krido Pramono Pangdam VI/Mulawarman

PasarModern.com, BALIKPAPAN –Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Rabu (17/12/2025).

Berita tersebut antara lain, peresmian RDMP ditunda, Jalan Tol IKN gratis selama libur Nataru, daftar lengkap tarif Tol Balikpapan–Samarinda, dan pesan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kepada Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono.

Berikut tiga berita paling populer di Kaltim: 

  1. Alasan Peresmian RDMP Ditunda, Harapan DPRD Kaltim dan Balikpapan soal Tenaga Kerja Lokal

Peresmian proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan tak jadi dilakukan pada 17 Desember 2025.

Peresmian kembali ditunda.

Pemerintah menyebut, proyek milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) itu masih memerlukan proses sinkronisasi dan pengujian antarsistem sebelum dinyatakan siap beroperasi penuh secara komersial.

Penundaan Peresmian

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan agenda peresmian RDMP Balikpapan yang sebelumnya direncanakan pada pertengahan Desember 2025 hingga kini belum dapat dipastikan waktunya.

“Masih perlu sinkronisasi dan pengujian antar sistem di RDMP,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Menurut Yuliot, hasil pengujian teknis yang tengah dilakukan Pertamina akan menjadi faktor utama penentuan kesiapan kilang, baik untuk peresmian maupun tahap operasi komersial.

“Tunggu hasil testing-nya dari Pertamina, kapan siapnya,” tambahnya.

Sebelumnya, RDMP Balikpapan sempat dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Desember 2025.

Namun, agenda tersebut telah beberapa kali mengalami penyesuaian dari rencana awal Pertamina yang menargetkan peresmian pada 10 November 2025.

Kesiapan Teknis

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa secara teknis RDMP Balikpapan sebenarnya sudah siap beroperasi, meski jadwal peresmian masih bersifat tentatif.

“Pak Wamen pekan lalu dari sana juga. Pada dasarnya sudah siap berproduksi,” ucapnya.

Pada fase sebelumnya, unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex baru beroperasi terbatas sehingga kilang belum sepenuhnya masuk tahap produksi komersial.

Kapasitas Kilang dan Target Operasi

Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa unit RFCC Balikpapan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2025 dengan kapasitas pengolahan hingga 90.000 barel per hari (bph). Unit ini memungkinkan residu minyak mentah diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti LPG, gasoline, dan propylene.

RFCC Balikpapan dirancang menjadi unit RFCC terbesar milik Pertamina, melampaui kapasitas unit serupa di Kilang Cilacap yang beroperasi sejak 2015 dengan kapasitas 62.000 bph.

Selain itu, proyek RDMP Balikpapan juga meningkatkan kapasitas Crude Distillation Unit (CDU) dari 260.000 bph menjadi 360.000 bph. Dengan peningkatan ini, total kapasitas CDU nasional diproyeksikan naik dari 1,17 juta bph menjadi 1,26 juta bph pada akhir 2025.

Meski secara fisik proyek telah rampung, pemerintah menegaskan bahwa uji integrasi sistem menjadi tahap krusial untuk memastikan seluruh unit beroperasi aman dan optimal sebelum peresmian dilakukan.

DPRD Kaltim Minta Pertamina Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

RDMP di Kota Balikpapan akan segera beroperasi. 

Melihat peluang kebutuhan tenaga kerja ini, Komisi IV DPRD Kaltim meminta agar seimbang dalam menyerap pekerja lokal di industri ini.

Pemprov juga mesti mengambil langkah yang lebih proaktif dalam membuka kesempatan kerja.

Termasuk Pemkot Balikpapan yang mesti berkomunikasi dengan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

“Sektor industri ini kan posisinya ada di Kaltim, masa lebih mengakomodir orang luar, kita harap juga dapat meningkatkan porsi penyerapannya prioritaskan tenaga kerja lokal,” tegas, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, yang juga legislator dapil Balikpapan ditemui Tribun Kaltim selepas agenda dewan, Senin (15/12/2025). 

Damayanti yang membidangi komisi terkait ketenagakerjaan hingga kesejahteraan sosial ini, juga menyebut bahwa rampungnya proyek RDMP bukan meninggalkan dampak sosial, berakhirnya kontrak kerja tenaga kontrak. 

Pemerintah dan dunia usaha juga mesti merumuskan strategi bersama agar lulusan kampus Kaltim khususnya teknik perminyakan atau yang memiliki kapasitas di bidangnya mendapat akses lebih luas ke dunia kerja di Industri ini agar tidak tertinggal dalam persaingan ketenagakerjaan.

“Ya harus ada keseimbangan dari perusahaan tersebut, semestinya bisa mengakomodir tenaga lokal. Jangan menyisihkan tenaga lokal. Makanya penting sekali juga untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” jelasnya.

Politikus PKB ini turut merekomendasikan, agar proyek RDMP yang merupakan Proyek Strategis Nasional agar sesuai dengan apa yang sudah ditargetkan.

Dimana fungsinya untuk support keperluan BBM kawasan Timur Indonesia Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Setidaknya selain sisi ketenagakerjaan, kesenjangan sosial di sekitar proyek juga bisa diatasi dengan mengedepankan hajat hidup masyarakat agar turut terdampak dari sisi ekonomi.

“Dari sisi ekonomi masyarakat juga mestinya terdampak secara sosial dengan adanya proyek ini, pembinaan UMKM, hingga ekonomi skala luas karena Kaltim sebagai wilayah yang menopang supply BBM ke provinsi lain di wilayah timur,” tandas Damayanti.

Gasali: Warga Balikpapan Jangan Jadi Penonton di Kampung Sendiri

DPRD Balikpapan menegaskan komitmennya terhadap pengawasan proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan menjelang transisi ke fase operasional.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali mengatakan bahwa Pertamina merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam artian, pengawasan utama berada di bawah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Kendati begitu, ia memastikan lembaga legislatif Balikpapan terus mendorong manajemen Pertamina untuk lebih mengakomodir tenaga kerja lokal.

Sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah (Perda) mengenai pemenuhan  presentase tenaga kerja lokal. Dengan mengalokasikan 60 persen tenaga kerja lokal, dan 40 persen tenaga kerja dari luar daerah.

“Sehingga warga Balikpapan tidak menjadi penonton di kampung sendiri, harapan kami seperti itu,” ujar Gasali, Senin (15/12/2025).

Ia sampaikan, koordinasi masif terus dilakukan dengan manajemen Pertamina melalui kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Khususnya dalam pengawasan proyek RDMP di Kota Minyak.

Gasali menyebut pihaknya sendiri sejauh ini belum ada menerima laporan terkait pekerja lokal yang terpinggirkan dalam megaproyek energi terbesar di Tanah Air tersebut.

Adapun keluhan yang ditangani selama ini, adalah lebih banyak terkait keterlambatan pembayaran gaji oleh subkontraktor.

“Tentu sebagai gaji bulanan itu menjadi hak pekerja, dan itu menjadi tanggung jawab subkon RDMP JO. Kami terus mendorong untuk menuntaskan tanggung jawab tersebut, dan alhamdulillah sudah sebagian terselesaikan,” kata Gasali.

Ia menekankan, jika ditemukan pelanggaran, prosedur penyelesaikan diambil melalui jalur bipartit dan tripartit melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan.

“Itu kalau memang ada selisih di tenaga kerja, prosedurnya melalui Disnaker. Tapi jika prosedur itu belum juga terselesaikan, ada pengadilan hubungan industrial (PHI) atau pengadilan tenaga kerja,” pungkasnya.

Kebutuhan Tenaga Kerja

Sebelumnya diberitakan, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memastikan bahwa transisi dari fase konstruksi menuju fase operasi pada RDMP Balikpapan berjalan sesuai rencana.

Proyek terbesar Pertamina ini kini memasuki tahap penting setelah unit utama Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC) mulai memasuki masa pengoperasian awal, Rabu (10/12/2025). 

‎VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menjelaskan bahwa peralihan fase proyek akan membawa perubahan alami pada kebutuhan tenaga kerja, terutama setelah sejumlah paket konstruksi dinyatakan selesai.

‎“Sebagai pekerjaan berbasis proyek, jumlah tenaga kerja pada fase konstruksi secara alamiah akan menurun seiring selesainya paket-paket pekerjaan dan mulai masuknya kilang pada fase operasi. Para pekerja konstruksi berada di bawah kontraktor masing-masing, sehingga pengelolaan ketenagakerjaan menjadi tanggung jawab penuh kontraktor,” jelasnya dalam keterangan resmi.

‎Memasuki fase operasi, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) akan berbeda dari fase konstruksi. Menurut PT KPB, formasi pekerja operasional kilang akan didominasi oleh pekerja tetap dan profesional sesuai standar industri migas.

‎Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina telah menyiapkan tenaga kerja operasional secara paralel melalui mekanisme college shopping dengan berbagai perguruan tinggi di Balikpapan dan Kalimantan Timur.

‎Dalam jangka panjang, PT KPB memastikan bahwa operasional RDMP Balikpapan akan tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Kalimantan Timur.

Hal ini diwujudkan melalui pelibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri kilang, penciptaan peluang kerja, hingga program pemberdayaan sosial masyarakat.

‎Sinergi dengan berbagai pihak juga terus diperkuat.

‎“Kerja sama dengan Pemkot Balikpapan, DPRD, dan Disnaker akan terus ditingkatkan untuk memastikan stabilitas sosial, kelancaran transisi tenaga kerja, serta keberlanjutan manfaat RDMP Balikpapan bagi masyarakat,” terang Asep. 

Baca berita selengkapnya:

  • Alasan Peresmian RDMP Ditunda, Harapan DPRD Kaltim dan Balikpapan soal Tenaga Kerja Lokal>>>

2. Jalan Tol IKN Gratis Selama Libur Nataru, Tol Balikpapan–Samarinda Tetap Bayar, Daftar Lengkapnya

Arus kendaraan di Tol Balikpapan – Samarinda (Balsam), Kalimantan Timur, diprediksi meningkat saat libur Natal  2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Jalan tol ini menjadi jalur utama penghubung Balikpapan, Samboja, hingga Samarinda, baik untuk perjalanan pribadi masyarakat maupun distribusi logistik.

Berbeda dengan jalan tol IKN yang akan digratiskan mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jalan tol Balsam tetap dikenakan tarif.

Jalur Vital untuk Mobilitas dan Logistik

Tol Balsam berperan penting sebagai akses cepat antarwilayah, sehingga diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan selama periode libur panjang.

Selain dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan keluarga, jalur ini juga menjadi rute utama distribusi barang dan logistik menuju Samarinda dan kawasan sekitarnya serta sebaliknya.

Sebagai informasi bagi pengguna jalan, penyesuaian tarif Tol Balikpapan–Samarinda telah diberlakukan mulai 26 April 2023 pukul 00.00 WITA. 

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 398/KPTS/M/2023.

Penyesuaian tarif ini perlu diketahui masyarakat yang berencana melakukan perjalanan darat selama libur Nataru, mengingat potensi peningkatan volume kendaraan di ruas tol tersebut. 

Penyesuaian tarif tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Tarif Tol Balikpapan–Samarinda Terbaru

Berikut daftar lengkap tarif Tol Balikpapan–Samarinda berdasarkan asal dan tujuan gerbang tol, sesuai golongan kendaraan:

Asal Gerbang Manggar Tujuan Karang Joang

Golongan I: Rp 16.000

Golongan II: Rp 24.500

Golongan III: Rp 24.500

Golongan IV: Rp 32.500

Golongan V: Rp 32.500

Tujuan Samboja

Golongan I: Rp 49.000

Golongan II: Rp 73.000

Golongan III: Rp 73.000

Golongan IV: Rp 97.500

Golongan V: Rp 97.500

Tujuan Simpang Pasir

Golongan I: Rp 137.000

Golongan II: Rp 205.500

Golongan III: Rp 205.500

Golongan IV: Rp 273.500

Golongan V: Rp 273.500

Tujuan Simpang Jembatan Mahkota 2

Golongan I: Rp 146.500

Golongan II: Rp 219.500

Golongan III: Rp 219.500

Golongan IV: Rp 293.000

Golongan V: Rp 293.000

Asal Gerbang Karang Joang Tujuan Samboja

Golongan I: Rp 32.500

Golongan II: Rp 49.000

Golongan III: Rp 49.000

Golongan IV: Rp 65.000

Golongan V: Rp 65.000

Tujuan Simpang Pasir

Golongan I: Rp 120.500

Golongan II: Rp 181.000

Golongan III: Rp 181.000

Golongan IV: Rp 241.500

Golongan V: Rp 241.500

Tujuan Simpang Jembatan Mahkota 2

Golongan I: Rp 130.500

Golongan II: Rp 195.500

Golongan III: Rp 195.500

Golongan IV: Rp 260.500

Golongan V: Rp 260.500

Tujuan Manggar

Golongan I: Rp 16.000

Golongan II: Rp 24.500

Golongan III: Rp 24.500

Golongan IV: Rp 32.500

Golongan V: Rp 32.500

Asal Gerbang Samboja Tujuan Simpang Pasir

Golongan I: Rp 88.000

Golongan II: Rp 132.000

Golongan III: Rp 132.000

Golongan IV: Rp 176.000

Golongan V: Rp 176.000

Tujuan Simpang Jembatan Mahkota 2

Golongan I: Rp 97.500

Golongan II: Rp 146.500

Golongan III: Rp 146.500

Golongan IV: Rp 195.500

Golongan V: Rp 195.500

Tujuan Karang Joang

Golongan I: Rp 32.500

Golongan II: Rp 49.000

Golongan III: Rp 49.000

Golongan IV: Rp 65.000

Golongan V: Rp 65.000

Tujuan Manggar

Golongan I: Rp 49.000

Golongan II: Rp 73.000

Golongan III: Rp 73.000

Golongan IV: Rp 97.500

Golongan V: Rp 97.500

Asal Gerbang Simpang Pasir Tujuan Manggar

Golongan I: Rp 137.000

Golongan II: Rp 205.500

Golongan III: Rp 205.500

Golongan IV: Rp 273.500

Golongan V: Rp 273.500

Tujuan Karang Joang

Golongan I: Rp 120.500

Golongan II: Rp 181.000

Golongan III: Rp 181.000

Golongan IV: Rp 241.500

Golongan V: Rp 241.500

Tujuan Samboja

Golongan I: Rp 88.000

Golongan II: Rp 132.000

Golongan III: Rp 132.000

Golongan IV: Rp 176.000

Golongan V: Rp 176.000 

Asal Gerbang Simpang Jembatan Mahkota 2 Tujuan Manggar

Golongan I: Rp 146.500

Golongan II: Rp 219.500

Golongan III: Rp 219.500

Golongan IV: Rp 293.000

Golongan V: Rp 293.000

Tujuan Karang Joang

Golongan I: Rp 130.500

Golongan II: Rp 195.500

Golongan III: Rp 195.500

Golongan IV: Rp 260.500

Golongan V: Rp 260.500

Tujuan Samboja

Golongan I: Rp 97.500

Golongan II: Rp 146.500

Golongan III: Rp 146.500

Golongan IV: Rp 195.500

Golongan V: Rp 195.500

Dengan mengetahui tarif terbaru Tol Balikpapan–Samarinda, pengguna jalan diharapkan dapat merencanakan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 dengan lebih matang, termasuk menyiapkan saldo uang elektronik dan memperhitungkan waktu tempuh di tengah potensi kepadatan lalu lintas.

Jalan Tol IKN Dibuka Gratis Mulai 20 Desember hingga 4 Januari 2025

Menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2026, jalan tol IKN akan dibuka gratis untuk kendaraan non-truk dan non-bus.

Kebijakan ini diberlakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama liburan akhir tahun.

Akses Jalan Tol Balikpapan–IKN yang akan akan dibuka untuk umum sepanjang 50,2 kilometer.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana mengatakan fungsional ini dibuka terbatas mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

“Kami rencananya melakukan fungsi jalan tol dan jalan bebas hambatan dari Balikpapan menuju Penajam Paser Utara menuju ke Kalimantan Selatan dan juga ke kawasan IKN,” ujar Yudi, Rabu (10/12/2025).

Dibuka Mulai 20 Desember 2025

Pembukaan akses jalan bebas hambatan ini bersifat terbatas mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2025.

Dengan jam operasional harian ditetapkan pada pukul 06.00 sampai 18.00 Wita.

Adapun ruas yang dibuka menghubungkan Balikpapan menuju Penajam Paser Utara, sekaligus memberikan akses menuju Kalimantan Selatan dan kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP-IKN).

“Meski belum dibuka penuh, seluruh ruas yang difungsikan sudah siap dilintasi. Ini bagian dari dukungan kami untuk kelancaran mobilitas masyarakat selama liburan akhir tahun,” ujar Yudi, Rabu (10/12/2025).

Pembukaan resmi akses jalan bebas hambatan ini akan dilakukan pada 20 Desember 2025 bertepatan pukul 08.00 Wita.

Kemudian untuk jam operasional harian ditetapkan mulai pukul 06.00 sampai 18.00 Wita.

Yudi menjelaskan pembukaan jalan bersifat sementara karena beberapa fasilitas permanen masih dalam tahap penyempurnaan.

Ruas Tol yang Dibuka

Ruas yang dibuka mencakup rangkaian trase yang telah siap secara konstruksi.

Total panjang ruas yang dibuka mencapai 50,2 kilometer, menghubungkan Balikpapan menuju Penajam Paser Utara sekaligus memberikan akses ke kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (KIPP-IKN) dan jalur menuju Kalimantan Selatan.

Rangkaian trase yang difungsikan meliputi:

  • Seksi 3A Karang Joang – KKT Kariangau
  • Seksi 3B KKT Kariangau – Simpang Tempadung
  • Seksi 5A Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang
  • Seksi 5B Jembatan Pulau Balang – Simpang Riko
  • Seksi 6A Simpang Riko – Simpang ITCI-Sepaku

Akses masuk kendaraan dibuka melalui Gerbang Tol Manggar di ruas Balikpapan–Samarinda, kemudian diarahkan ke Tol IKN melalui titik masuk di KM 8+400.

Yudi menambahkan pemilihan ruas-ruas jalan tersebut dipilih berdasarkan tingkat kesiapan konstruksinya paling tinggi.

“Semua ruas yang kami buka sudah melalui pengecekan. Kita pastikan jalur aman untuk dilintasi kendaraan kecil,” tandasnya.

BBPJN Kaltim juga menyiapkan pengawasan ketat di seluruh ruas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Diawasi 54 Kamera CCTV

Dengan memasang 54 kamera CCTV yang terhubung ke pusat kendali untuk memantau arus kendaraan secara real-time dan memastikan pengguna jalan mematuhi batas kecepatan.

Tak hanya itu, sebanyak empat hingga lima unit kendaraan safety patrol akan beroperasi setiap hari untuk memantau kondisi jalan dan membantu pengguna jalan jika terjadi gangguan.

Kemudian sebuah ambulans dan mobil patroli turut disiagakan di titik-titik strategis sebagai bagian dari penanganan darurat.

“Kami akan memonitor penuh lewat CCTV. Harapan kami, pengguna jalan tetap tertib dan mengikuti arahan petugas,” pungkas Yudi. 

Gratis Selama Liburan

Yudi menegaskan seluruh ruas akses jalan tol yang dibuka tidak dikenakan biaya atau diberlakukan tarif nol rupiah selama masa fungsional.

“Dari Manggar sampai ke arah IKN seluruhnya nol rupiah. Ini bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat selama masa liburan,” ucapnya.

Selama masa fungsional, kata Yudi, jalan tol ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan I non-bus dan non-truk.

Kecepatan Dibatasi

Kecepatan kendaraan turut dibatasi maksimal 60 kilometer per jam, dan pengguna diminta tetap berhati-hati lantaran masih ada beberapa titik yang belum dipasangi fasilitas pendukung permanen.

Yudi berharap pembukaan fungsional ini dapat mengurangi beban lalu lintas di jalur Balikpapan-PPU, serta mempercepat perjalanan menuju kawasan IKN.

Mengingat pembukaan jalan serupa sebelumnya juga dilakukan pada periode mudik lebaran dan dinilai berhasil.

“Pengalaman sebelumnya berjalan baik, sehingga tahun ini kami terapkan lagi untuk mendukung kelancaran masyarakat,” pungkas Yudi. 

Baca berita selengkapnya:

  • Jalan Tol IKN Gratis Selama Libur Nataru, Tol Balikpapan–Samarinda Tetap Bayar, Daftar Lengkapnya>>>

3. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Berpesan ke Mayjen TNI Krido Pramono Pangdam VI/Mulawarman

Tongkat estafet kepemimpinan Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman resmi berpindah tangan.

Mayjen TNI Krido Pramono kini menjabat sebagai Panglima Kodam VI/Mulawarman, menggantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha yang mendapat amanah baru sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

Serah terima jabatan (sertijab) Pangdam VI/Mulawarman telah dilaksanakan sebelumnya di Mabes TNI dan dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Momentum pergantian kepemimpinan tersebut dilanjutkan dengan acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman yang digelar pada Senin (15/12/2025).

Dalam acara tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, menyampaikan sejumlah pesan strategis kepada Pangdam yang baru, khususnya terkait penguatan sinergi dalam pembangunan daerah, percepatan konektivitas wilayah, serta pengamanan kawasan perbatasan yang memiliki nilai strategis nasional.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha atas dedikasi selama memimpin Kodam VI/Mulawarman.

“Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kebersamaan Bapak Pangdam yang lama, yang hari ini telah mengemban amanah baru sebagai Dirjen Imipas Imigrasi dan Lapas. Selamat bertugas kembali Pak Mayjen Rudy Rachmat Nugraha, semoga sukses selalu,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pangdam yang baru, Mayjen TNI Krido Pramono, yang kini resmi bergabung dalam jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur.

“Selamat datang kepada Bapak Pangdam yang baru, Pak Mayjen Krido Pramono, untuk bersama-sama membangun Kalimantan Timur,” kata Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kaltim menaruh perhatian besar pada wilayah perbatasan Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Utara dan negara tetangga Malaysia.

Ia menyebutkan, panjang wilayah perbatasan dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara mencapai sekitar 1.038 kilometer dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

“Kita sangat fokus dan konsentrasi di wilayah perbatasan. Saat ini masih ada sekitar 120 kilometer akses jalan yang perlu dituntaskan untuk tembus ke Malinau,” jelasnya.

Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi peran aktif Kodam VI/Mulawarman yang selama ini turut terlibat dalam pengerjaan akses perbatasan melalui skema swakelola bersama TNI.

Menurutnya, kawasan perbatasan merupakan wilayah yang sangat krusial, baik dari sisi pertahanan, keamanan, maupun pembangunan.

Tak hanya itu, Gubernur juga menyinggung capaian penting pembangunan infrastruktur penghubung dari Kutai Barat (Kubar) menuju Mahakam Ulu (Mahulu).

Jalan yang disebut sempat terbengkalai hampir 80 tahun tersebut, kata dia, kini telah rampung dan direncanakan akan diresmikan pada akhir Desember tahun ini.

“Ini bagian dari upaya kita membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat konektivitas antardaerah,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus mengembangkan konektivitas lintas provinsi, termasuk jalur penghubung Kalimantan Timur-Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur-Kalimantan Barat yang akan terkoneksi dengan Putussibau.

“Harapannya semua kabupaten, kota, bahkan provinsi di Kalimantan bisa saling terkoneksi. Apalagi kita berbatasan langsung dengan negara tetangga, terutama Malaysia dari Sarawak hingga Sabah, serta Brunei Darussalam,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur Rudy Mas’ud berharap Pangdam VI/Mulawarman yang baru dapat berakselerasi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kepada Pak Pangdam yang baru, mari kita berakselerasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih tertinggal, agar dalam waktu dekat semuanya bisa kita tuntaskan bersama,” pungkasnya. 

Baca berita selengkapnya: 

  • Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Berpesan ke Mayjen TNI Krido Pramono Pangdam VI/Mulawarman>>>

Demikian berita populer di Kaltim dalam 24 jam terakhir. 

Ikuti berita-berita terkini tentang kabupaten/ kota di Kalimantan Timur serta IKN hanya di PasarModern.com.(PasarModern.com/Ary Nindita/Zainul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *