Kekhawatiran Suporter Persebaya Surabaya Terhadap Kedalaman Tim
Persebaya Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, kini sedang menghadapi tantangan serius dalam persiapan kompetisi Super League 2025/2026. Hal ini muncul akibat kekhawatiran suporter setia, Bonek, terhadap kemungkinan absennya Francisco Rivera, gelandang asal Meksiko yang dianggap sebagai tulang punggung serangan tim.
Rivera telah membuktikan dirinya sebagai pemain kunci selama dua musim terakhir. Kemampuannya dalam membangun serangan dan mengatur tempo permainan membuatnya menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini depan. Dengan nilai pasar mencapai Rp 7,82 miliar, kualitas Rivera dianggap jauh di atas rata-rata pemain asing lainnya di Super League.
Namun, keberadaan Rivera yang begitu vital menimbulkan kekhawatiran besar jika ia harus absen karena cedera atau akumulasi kartu. Pengalaman musim lalu, ketika Rivera cedera cukup lama, menunjukkan bagaimana permainan Persebaya Surabaya menjadi monoton dan mudah ditebak oleh lawan. Hal ini berdampak pada beberapa hasil minor yang dialami tim dalam pertandingan penting, sehingga kesulitan untuk bersaing di papan atas klasemen.
Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya, mulai menyuarakan kekecewaan mereka melalui berbagai media, termasuk kolom komentar Instagram resmi klub. Banyak dari mereka menilai bahwa manajemen Green Force perlu segera mencari pelapis yang setara dengan Rivera agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada satu pemain.
Beberapa komentar menegaskan bahwa absennya Rivera bisa menjadi awal dari kemerosotan tim. “Cari pelapis Rivera, awal mula kemerosotan tim ini musim lalu sejak Rivera cedera,” tulis salah satu pengguna. Komentar tersebut mendapat dukungan besar dari sesama suporter.
Tidak hanya itu, banyak Bonek juga menyarankan agar pelatih kepala, Eduardo Perez, memberikan masukan kepada manajemen untuk segera melakukan langkah nyata. Beberapa bahkan menyarankan agar Persebaya Surabaya tidak menunggu hingga kompetisi berjalan. “Mumpung belum terlambat, segera cari pelapisnya Rivera. Entah lokal atau asing yang penting hampir setara kemampuannya,” ujar seorang suporter.
Di sisi lain, ada juga suara yang lebih pesimistis mengenai kemampuan finansial klub. “Ngimpi tuku pelapis e Rivera,” tulis akun lain, yang seolah meragukan kemampuan Persebaya Surabaya dalam mendatangkan pemain berkualitas. Meski demikian, mayoritas suporter tetap mempertahankan pendiriannya bahwa tim perlu memiliki pelapis untuk Rivera agar tidak kembali tergantung sepenuhnya pada satu pemain.
Performa Rivera dalam pertandingan terbaru melawan Bali United dengan skor 5-2 semakin memperkuat keyakinan Bonek akan pentingnya peran sang gelandang. Dalam pertandingan tersebut, Rivera mencetak satu gol dan satu assist, serta menunjukkan statistik yang mengesankan seperti expected goals (xG) 0,46 dan expected assists (xA) 0,30.
Dari segi distribusi bola, Rivera menyentuh bola sebanyak 51 kali dengan 19 umpan akurat dari total 29 percobaan. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran Rivera dalam membangun serangan. Ia juga berhasil memenangkan satu penalti dan melakukan empat dribel sukses dari empat percobaan.
Desakan suporter semakin kuat karena bursa transfer awal musim segera dibuka. Mereka berharap manajemen Persebaya Surabaya segera bergerak cepat untuk mendatangkan amunisi baru sebelum kompetisi dimulai. Jika tidak, ancaman gembos bisa benar-benar terjadi pada musim 2025/2026.
Kini, tanggung jawab besar ada di tangan manajemen dan pelatih kepala Eduardo Perez. Keputusan mereka dalam bursa transfer kali ini akan sangat menentukan arah perjuangan Green Force di musim baru. Dengan target tinggi yang dipatok, Persebaya Surabaya dituntut tampil konsisten sejak awal, dan kunci dari itu semua adalah memastikan Francisco Rivera tidak lagi jadi satu-satunya poros serangan. Bonek jelas tak ingin musim lalu terulang kembali. Mereka menunggu langkah nyata manajemen agar Persebaya Surabaya benar-benar siap tempur di Super League 2025/2026.
