Peringatan Dharma Pongrekun Soal Listrik Mati Total Mulai Terbukti
Peringatan mantan Wakil Kepala BSSN, Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, soal potensi listrik mati total mendadak kini menjadi sorotan publik. Ucapannya dalam sebuah podcast viral setelah dua Warga Negara Indonesia (WNI) di Belanda mengaku mengalami langsung pemadaman listrik yang melumpuhkan aktivitas kota.
Transportasi berhenti, fasilitas umum terganggu, hingga muncul rasa panik di tengah warga. Kesaksian para diaspora ini membuat peringatan Dharma kembali diperbincangkan, sekaligus memicu pertanyaan besar: apakah ini sekadar gangguan teknis, atau pertanda situasi darurat yang lebih serius?
Dalam podcast terbarunya bareng Chef Citra, Dharma Pongrekun menghimbau masyarakat untuk waspada soal listrik mati total.
“Adik-adik kasih tahu orangtua, untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak,” ungkap Dharma dikutip TribunBengkulu.com, Sabtu (17/1/2026).
Bukan tanpa alasan, Dharma Pongrekun mengingatkan ini karena beberapa negara di Eropa sudah membagikan buku panduan untuk menghadapi situasi serupa.
“Di beberapa negara, himbauan itu sudah ada. Di Belanda dibagian buku manual, bukan di Belanda saja. Di Jerman juga ada, ada yang dipublish, ada yang belum disampaikan. Nggak usah tanya kapan, kalau tahu kapan itu bukan krisis, bukan darurat,” ungkapnya.
Tak berselang lama setelah ucapan Dharma Pongrekun itu viral, kini muncul pengakuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Belanda membenarkan ucapan Dharma Pongrekun.
Kesaksian WNI di Belanda
Sementara itu, seorang WNI di Belanda memberikan kesaksian bahwa pemadaman listrik tersebut sudah terjadi di sana. Seorang diaspora pemilik akun TikTok bernama @dinastirahadiyanti pada Kamis (16/1/2026) ungkap jika Amsterdam baru saja mengalami hal seperti yang diperingatkan Dharma Pongrekun.
Ia menceritakan bagaimana situasi kota ketika listrik mendadak mati pada Rabu (14/1/2026). Pemadaman itu melumpuhkan sebagian besar kota karena faslitas umum menjadi terhambat.
“Amsterdam mati lampu. Trem berhenti. Pulang jadi lama. Yang bikin panik bukan gelapnya, tapi pikiran kita sendiri,” ungkap Dinasti.
Dinasti juga bercerita bahwa sebelum pemadaman itu terjadi, pemerintah Belanda sempat membagikan buku manual berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik. Namun untungnya, lama pemadaman listrik tidak sampai 72 jam.
Hal yang serupa juga diceritakan oleh sesama diaspora bernama Patricia Suzan melalui akun TikTok @patriciasuzan. Patricia Suzan mengungkap sempat menerima notifikasi peringatan resmi melalui ponsel. Pesan itu berisi himbauan untuk sementara waktu tidak menggunakan lisf serta himbauan agar warga saling memeriksa tetangga masing-masing.
Patricia mengakui ia langsung merasa parno begitu mendapat pesan peringatan itu.
“Aku langsung mikir, langsung parno apalagi kalau dilihat di konten kan pemerintahan Belanda itu udah nyebar pamflet untuk bersiap-siap kalau tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan supaya kita survive selama 72 jam. Langsung parno, ada pemadaman apa di mana? Nggak pernah ini terjadi. Dari jam sekitar setengah 5, publik transportasi di Amsterdam itu banyak yang nggak jalan karena ada pemadaman. Semoga ini cuma kayak ada kesalahan teknis atau kerusakan, bukan yang aneh-aneh,” ungkapnya.
Profil Dharma Pongrekun
Dharma Pongrekun adalah purnawirawan perwira tinggi (pati) Polri. Ia resmi pensiun dari Polri pada tahun 2024. Jabatan terakhirnya di Polri yakni Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dharma Pongrekun juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Wakil Kepala BSSN. Ia tercatat aktif menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN pada Juli 2019 hingga Oktober 2021.
Dharma lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 12 Januari 1966. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.
Karier Dharma Pongrekun telah malang melintang di dalam kepolisian Tanah Air. Sepanjang kariernya di Korps Bhayangkara, berbagai jabatan strategis sudah pernah ia emban.
Jenderal yang berpengalaman di bidang reserse ini mengawali kariernya sebagai Pamen Polda Bengkulu. Ia tercatat pernah mengemban jabatan sebagai Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Kasubbag Anevopswil Bag Anev Robinops Bareskrim Polri, Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri, dan Dosen Utama STIK Lemdikpol.
Selain itu, Dharma pernah menduduki posisi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol (2014), Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015), Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri (2016), Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri (2016), dan Karorenmin Bareskrim Polri (2016).
Pada 2018, Dharma lalu dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di BSSN. Di sana, dia menjabat sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.
Pada 2019, Dharma Pongrekun diutus untuk menduduki posisi sebagai Wakil Kepala BSSN. Setelah itu, ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri pada 2021.
Pada 2024, ia dimutasi sebagai Pati Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun. Setelah pensiun, Dharma Pongrekun mengikuti kontestasi Pilgub Jakarta 2024. Ia maju independen sebagai calon Gubernur Jakarta didampingi Kun Wardana.
Akan tetapi, Dharma gagal menjadi Gubernur Jakarta setelah hanya memperoleh 459.230 suara. Dikutip dari LHKPN KPK, Dharma Pongrekun tercatat memiliki total harta sebesar Rp10,9 miliar. Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 24 Agustus 2025.
Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan milik Dharma Pongrekun:
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 10.280.245.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HIBAH DENGAN AKTA Rp. 3.598.000.000
- Tanah Seluas 180 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.401.900.000
- Tanah Seluas 64 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA Rp. 490.120.000
- Tanah Seluas 495 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA Rp. 3.790.225.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 91 m2/80 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , LAINNYA Rp. 1.000.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 569.500.000
- MOTOR, HONDA CB150 Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 9.500.000
- MOBIL, AVANZA MINIBUS Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000
- MOBIL, FORTUNER VRZ JEEP Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. —-
D. SURAT BERHARGA Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 56.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. —-
Sub Total Rp. 10.905.745.000
II. HUTANG Rp. —-
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 10.905.745.000
