JAKARTA, PasarModern.com – Segmen MPV hybrid di Indonesia semakin ramai.
Dua nama yang kini kerap diperbincangkan adalah Honda Step WGN e:HEV dan Nissan Serena e-Power.
Keduanya sama-sama berkonsep MPV keluarga modern, ramah lingkungan, dan dibekali teknologi elektrifikasi, namun pendekatan yang diambil berbeda.
Step WGN mengusung sistem hybrid e:HEV, yang memadukan mesin bensin 2.0 liter dengan motor listrik.
Dalam kondisi tertentu, mobil Step WGN bisa melaju menggunakan motor listrik saja, sementara mesin bensin akan membantu saat dibutuhkan atau mengisi daya baterai.
Sementara itu, mesin Serena e-Power (C28) tidak terhubung langsung ke roda, tetapi berfungsi untuk mengisi daya baterai yang nantinya menggerakkan roda menggunakan motor listrik, yang disebut Nissan dengan istilah e-Power.
Desain
Dari sisi tampilan, Honda Step WGN setia dengan karakter boxy khas MPV Jepang.
Desainnya sederhana, mengotak, dan minim gimmick.
Kaca besar, garis bodi tegas, serta proporsi yang rapi membuat tampilannya terasa awet dan fungsional.
Sebaliknya, Nissan Serena e-Power juga mengotak, tapi tampil lebih modern dan futuristis.
Gril V-Motion dipadukan lampu LED bertumpuk, serta detail eksterior yang terlihat lebih ramai.
Meski siluetnya tetap kotak, Serena terasa lebih ekspresif dibanding Step WGN.
Soal selera, Step WGN cocok bagi pencinta desain simpel dan timeless, sedangkan Serena pas untuk konsumen yang ingin tampil lebih modern.
Kabin
Masuk ke kabin, keduanya sama-sama menawarkan ruang yang sangat lega.
Step WGN unggul pada fleksibilitas jok.
Captain seat baris kedua bisa digeser jauh, direbahkan hampir seperti kursi lounge, bahkan digeser ke dalam untuk memudahkan akses ke baris ketiga.
Saat jok belakang dilipat, lantai bagasi benar-benar rata.
Serena e-Power tidak kalah praktis.
Jok baris kedua bisa digeser maju-mundur dan ke samping, dilengkapi meja lipat, banyak cup holder, serta pengaturan AC terpisah hingga baris belakang (triple zone).
Salah satu keunggulan unik di Serena e-Power adalah dual back door, di mana pintu bagasi bisa dibuka hanya kaca saja atau seluruh pintu.
Untuk keluarga dengan anak kecil atau sering membawa banyak barang, keduanya sama-sama unggul.
Rasa Berkendara
Di balik kemudi, karakter keduanya mulai terasa berbeda.
Honda Step WGN mengedepankan kenyamanan dan kestabilan.
Suspensi empuk, kabin senyap saat mode listrik aktif, dan peralihan mesin ke motor listrik terasa halus.
Meski bodinya besar, radius putarnya relatif kecil sehingga mudah diajak bermanuver.
Nissan Serena e-Power menawarkan sensasi tarikan instan khas motor listrik.
Torsi besar langsung terasa sejak pedal gas ditekan.
Step WGN dibekali sistem hybrid e:HEV yang menggabungkan mesin bensin 2.0L DOHC i-VTEC Atkinson Cycle dengan motor listrik.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 143 PS dan torsi 175 Nm, sementara motor listriknya menyumbang 184 PS dengan torsi instan 315 Nm.
Tenaga disalurkan ke roda melalui transmisi e-CVT.
Serena e-Power menggunakan model tiga silinder dengan kapasitas 1.433 cc.
Untuk motor listrik yang digunakan, menghasilkan tenaga 163 PS atau sekitar 160 TK di 5.600 RPM dan torsi 315 Nm di 3.600 RPM.
Step WGN menawarkan rasa berkendara yang lembut dan nyaman, dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan transisi tenaga yang halus.
Sedangkan Nissan Serena e-Power memberi sensasi lebih responsif, terutama saat melaju di lalu lintas perkotaan.
Konsumsi
Dalam pengujian PasarModern.com, Honda Step WGN mencatat konsumsi BBM rata-rata sekitar 16 km per liter di rute kombinasi.
Nissan Serena e-Power lebih bervariasi, mulai dari 14 hingga 20 km per liter, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Dari sisi biaya kepemilikan, Serena e-Power cukup menarik karena Nissan memberikan free maintenance service hingga 4 tahun atau 50.000 km.
Sementara Step WGN belum mengumumkan detail biaya perawatan resmi, namun estimasinya masih sekelas MPV hybrid Honda lainnya.
Kesimpulan
Honda Step WGN cocok untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan, ruang lega, dan desain sederhana yang awet.
Mobil ini terasa seperti MPV keluarga klasik yang dimodernisasi dengan teknologi hybrid.
Nissan Serena e-Power lebih pas bagi konsumen yang ingin pengalaman berkendara modern ala mobil listrik, fitur melimpah, dan kepraktisan tinggi untuk penggunaan harian di kota.
Keduanya sama-sama nyaman, irit, dan ramah keluarga.
Pilihan akhirnya kembali pada preferensi konsumen.


