Kehidupan Putri Monica dan Melda Safitri: Dari Kesedihan Hingga Viral di Media Sosial
Seorang wanita bernama Putri Monica Laurensia Elias menjadi perbincangan publik setelah melakukan siaran langsung yang viral di media sosial. Ia memasang baliho yang berisi sindiran pedas terhadap suaminya, Joshua Sengkey, yang diduga selingkuh dengan seorang wanita bernama Meflita Lengkong. Baliho tersebut menampilkan ucapan selamat atas pelantikan suaminya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi juga menyertakan sindiran terhadap hubungan tidak sah suaminya.
Putri Monica mengungkapkan bahwa perselingkuhan suaminya sudah berlangsung sejak November 2023. Awalnya, sang suami dan Meflita Lengkong merupakan staf THL di kantor dewan Minsel. Selain itu, ia juga mengaku sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya. “Suami suka KDRT. Saya diusir dari rumah. Pas keluar rumah, mereka dua makin nekat,” jelas Putri.
Ia juga mengungkap bahwa setelah ia keluar rumah pada Oktober 2024, Meflita Lengkong ternyata hamil dan melahirkan anak pertama pada 5 Agustus 2025. Kejadian ini membuat Putri Monica merasa terdampak secara profesional. “Karena mau menutupi aib, perempuan itu posting dan tuduh saya yang selingkuh dengan suaminya. Siang itu juga kita dikeluarkan dari kantor karena reputasi,” tambahnya.
Banyak warganet yang bersimpati pada Putri Monica, sementara sebagian lainnya mengkritik tindakan sang suami. Hingga berita ini diunggah, belum ada klarifikasi dari pihak suami maupun wanita yang dituding sebagai selingkuhan.
Kisah Melda Safitri: Diceraikan Jelang Pelantikan PPPK
Selain Putri Monica, kasus serupa juga dialami oleh Melda Safitri atau yang akrab disapa Fitri. Ia menjadi perbincangan publik setelah diceraikan suaminya menjelang pelantikan PPPK. Fitri mengungkapkan bahwa penyebab perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah, ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan.
Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum sang suami menerima SK PPPK. “Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah.” Ujar Fitri dengan suara bergetar.
Fitri juga mengungkap bahwa suaminya menceraikannya bukan semata karena pertengkaran rumah tangga, melainkan karena sang suami akan dilantik menjadi PPPK. “Dia ceraikan saya karena mau jabatan. Padahal kami dulu berjuang bersama.”
Fitri bahkan mengaku telah membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil ia berjualan cabai dan sayuran di pasar. “Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan.”
Dua bulan pasca diceraikan secara lisan, hingga Oktober ini, Fitri mengaku bertahan dari hasil jualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya. Dari hasil tersebut dia juga mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.
Peran PPPK dalam Kehidupan ASN
PPPK adalah singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Mereka adalah warga negara Indonesia yang diangkat untuk melaksanakan tugas pemerintahan berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu. Status ini memberikan mereka gaji, tunjangan, cuti, dan perlindungan, tetapi berbeda dengan PNS dalam hal masa kerja dan jenjang karier.
Baju Korpri adalah seragam dinas yang digunakan oleh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Seragam ini berfungsi sebagai simbol profesionalisme, kedisiplinan, dan identitas ASN, serta wajib dikenakan pada acara-acara resmi tertentu seperti setiap tanggal 17, upacara hari besar nasional, dan rapat resmi Korpri.


