Pekerjaan Haji Maman Suherman Pemilik Rumah Mewah di Cilegon Dirampok hingga Tewaskan Anak Bungsu

Posted on

Ringkasan Berita:

  • Haji Maman Suherman dikenal seorang pengusaha sukses di Kota Cilegon, Banten  
  • Saat ini Maman Suherman tercatat sebagai Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.
  • Kini, Haji Maman berduka atas meninggalnya putra bungsu dalam tragedi perampokan sadis disertai pembunuhan di rumahnya, pada Selasa, (16/12/2025) 

PasarModern.comMaman Suherman, pemilik rumah di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, kehilangan anak bungsunya yang masih berusia 9 tahun usai rumahnya dirampok.

Diketahui, Maman Suherman saat ini tercatat sebagai Dewan Pakar PKS Kota Cilegon.

Haji Maman merupakan seorang pengusaha di Kota Cilegon, Banten, seperti dilansir dari Tribunbanten.com.

Selain itu, ia sempat aktif di bidang politik dan pernah menjabat Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon.

Ia bahkan sempat digadang-gadang untuk menjadi calon Wakil Wali Kota mendampingi calon Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati pada tahun 2020.

Meski banyak mendapatkan dukungan, namun saat itu Ratu Ati Marliati maju didampingi Sokhidin.

Adapun perampokan disertai pembunuhan terjadi pada Selasa, (16/12/2025) sekira pukul 14.20 WIB.

Saat tragedi yang menewaskan anaknya itu, Haji Maman tengah berada di kantor di wilayah Ciwandan.

Diberitakan sebelumnya, Haji Maman pemilik rumah mewah di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon yang diduga jadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Kronologi

Dalam insiden perampokan sadis itu, anak bungsu dari Haji Maman berusia 9 tahun berinisial MAHM dilaporkan meninggal dunia. 

MAHM ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka 14 tusukan.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D, yang berteriak meminta pertolongan.

 

D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.

Mendapat kabar tersebut, Haji Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” demikian keterangan awal yang diterima dari Polsek Cilegon, Polres Cilegon.

Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati membenarkan informasi tersebut.

“Ia betul (ada pembunuhan,-red), cuma saya belum bisa kasih statement banyak. Kita nunggu informasi dari pihak kepolisian dulu yah,” ungkapnya.

Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Garis polisi tampak terpasang di area pintu masuk, sementara petugas kepolisian terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.

“Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, kepada wartawan, Selasa malam.

Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif.

Polisi belum mengungkap motif maupun terduga pelaku, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban.

Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.

Rumah gedung berwarna putih tersebut memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik dengan panjang area bangunan sekitar 40 meter.

Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, rumah mewah yang menjadi lokasi kejadian diketahui milik Haji Maman Suherman.

Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga kompleks perumahan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.

Baca berita PasarModern.comlainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp PasarModern.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *