Pedagang Es Kue Viral Diduga Tidak Jujur, Dapat Dana dari KDM Malah Gunakan untuk Pesta

Posted on

Kehidupan Suderajat yang Penuh Perjuangan

Suderajat, seorang penjual es kue di wilayah Depok, memiliki cerita yang cukup menarik. Dalam perjalanan hidupnya, ia telah menjalani bisnis ini selama puluhan tahun. Menurut pengakuannya, ia sudah berjualan es kue sejak lebih dari 30 tahun lalu. Setiap hari, ia berangkat sejak jam 5 pagi dan sampai di sekolah di Kemayoran sekitar jam 7 pagi.

Bantuan yang Tidak Sesuai Harapan

Beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memberikan bantuan kepada Suderajat. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp 15 juta. Uang tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Rp 10 juta untuk kontrakan dan membayar utang, serta Rp 5 juta sebagai modal usaha. Selain itu, Dedi juga memberikan uang tambahan sebesar Rp 20 juta untuk upah pekerja yang memperbaiki rumah Suderajat.

Namun, kekecewaan muncul ketika Dedi mengetahui bahwa uang Rp 5 juta yang dimaksudkan sebagai modal usaha tidak digunakan sesuai harapan. Justru, Suderajat berniat menggunakan uang tersebut untuk menikahkan anaknya, Andi. Ini membuat Dedi merasa kecewa karena niat baiknya tidak terwujud seperti yang diharapkan.

Kekecewaan atas Hadiah Motor

Selain itu, Suderajat juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap hadiah motor yang diberikan oleh Kapolres Metro Depok. Ia mengaku berharap bisa mendapatkan mobil sebagai ganti atas kejadian yang dialaminya. Pengakuan ini membuat para host acara Pagi Pagi Ambyar terkejut.

Suderajat menjelaskan kronologi kejadian yang membuatnya harus dibawa ke kantor polisi. Menurutnya, seorang anak perempuan yang membeli dagangannya menyangka es kue yang ia jual palsu. Setelah diinterogasi, ternyata es kue tersebut asli. Meskipun demikian, ia masih merasa takut untuk kembali berjualan karena khawatir akan diincar kembali.

Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-harinya, Suderajat mampu membawa pulang keuntungan sebesar Rp 200 ribu. Harga es kue yang ia jual adalah Rp 2.000, dengan modal Rp 500 per buah. Setiap hari, ia setor Rp 75 ribu dan bisa membawa pulang Rp 300 ribu.

Meski begitu, hingga saat ini, ia masih belum berani kembali berjualan. Ia takut akan diincar atau bahkan dibunuh. Namun, ia tetap bersyukur atas apa yang telah diterimanya. Dewi Perssik pun mengingatkannya untuk tetap bersyukur, karena rezeki lain bisa datang lagi.

Penutup

Cerita Suderajat menunjukkan betapa perjuangan dalam kehidupan seorang pedagang kecil. Meski ada rintangan, ia tetap berusaha untuk bertahan. Semoga dengan bantuan yang diberikan, ia dapat membangun usaha yang lebih baik dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *