Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 9 November 2025 Pekan XXXII

Posted on

Panduan Tata Perayaan Ekaristi untuk Pesta Pemberkatan Basilika Lateran Roma

Teks panduan tata perayaan ekaristi yang lengkap dan terstruktur ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, untuk pesta pemberkatan Basilika Lateran Roma pada pekan XXXII tahun C dengan warna liturgi putih. Teks ini dirancang untuk membantu para petugas liturgi dan umat beriman dalam mengikuti perayaan ekaristi secara penuh iman dan khusuk.

1. Persiapan Awal

Para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.

2. Tanda Salib dan Salam

Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.

3. Kata Pembuka

Pemimpin memulai dengan kata-kata: “Hari ini kita memasuki Minggu Ketigapuluh Dua dalam Masa Biasa.” Bacaan pertama dari kitab Yehezkiel mengajak kita melihat peran penting dari Bait Allah sebagai tempat di mana Allah hadir dan memberi kekuatan dan kehidupan kepada manusia. Rasul Paulus dalam bacaan kedua pun mengajak kita untuk menjadikan diri kita sebagai Bait Allah yang hidup. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan kisah Yesus membersihkan Bait Allah Yerusalem dari aktivitas ekonomi yang berlebihan. Ini juga kritikan bagi kita untuk tidak hanya mementingkan urusan materi dan melupakan urusan pembersihan Bait Allah di dalam hati kita. Mari kita siapkan batin kita untuk perayaan keselamatan ini.

4. Tobat dan Permohonan Ampun

Pemimpin meminta pengakuan dosa dan permohonan pengampunan agar hati kita menjadi layak untuk perayaan Sabda ini. Umat merendahkan diri dan memohon doa-doa dari Santa Perawan Maria, para malaikat, dan orang kudus.

5. Menyanyikan Lagu Kemuliaan

Lagu kemuliaan dinyanyikan dengan lantunan yang menunjukkan rasa syukur dan penghargaan kepada Allah. Kandungan lagu ini mencerminkan keagungan Allah dan keberadaan-Nya di surga serta damai di bumi.

6. Doa Pembuka

Pemimpin memimpin doa pembuka yang mengharapkan anugerah Roh Kudus dan keselamatan bagi Gereja. Umat menyahut dengan “Amin”.

7. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

Pemimpin mengajak umat untuk membuka hati mereka untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman dan tongkat penuntun jalan hidup.

8. Bacaan Pertama

Bacaan dari Kitab Yehezkiel menggambarkan air yang mengalir dari Bait Suci dan memberikan kehidupan bagi segala makhluk. Umat bersyukur kepada Allah atas sabda-Nya.

9. Mendaraskan Mazmur Tanggapan

Mazmur tanggapan dinyanyikan dengan refren yang mengingatkan bahwa Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan bagi umat-Nya.

10. Bacaan Kedua

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus mengingatkan bahwa kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita. Umat bersyukur kepada Allah atas sabda-Nya.

11. Alleluia

Pemimpin dan umat menyanyikan Alleluia, yang mengingatkan bahwa rumah Allah telah dipilih dan dikuduskan untuk kekal.

12. Injil

Injil dari Yohanes mengisahkan kisah Yesus membersihkan Bait Allah dari pedagang-pedagang dan penukar uang. Umat menyaksikan kebenaran sabda Tuhan.

13. Renungan Harian Katolik

Renungan harian mengajarkan dua hal: pertama, memperhatikan kedekatan dengan Tuhan; kedua, membersihkan hati kita sendiri menjadi tempat yang layak bagi Tuhan. Umat diajak untuk kembali kepada Allah dan tidak tenggelam dalam urusan duniawi.

14. Hening

Umat melakukan hening sejenak untuk mempersiapkan hati mereka.

15. Syahadat

Umat mengucapkan Syahadat sebagai bentuk keyakinan akan kepercayaan kepada Tuhan.

16. Doa Umat

Pemimpin memimpin doa umat untuk semua anggota umat, masyarakat, para gelandangan, dan diri sendiri. Umat menyampaikan doa-doa mereka dalam keheningan.

17. Doa Pujian

Pemimpin memimpin doa pujian yang mengungkapkan rasa syukur atas karya penyelamatan Allah. Umat memuji nama-Nya dengan lantunan yang penuh makna.

18. Ritus Komuni

Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).

19. Doa Penutup

Pemimpin memimpin doa penutup yang mengharapkan kehadiran Kerajaan Allah dalam Gereja. Umat menyahut dengan “Amin”.

20. Mohon Berkat Tuhan

Pemimpin memimpin doa untuk memohon berkat Tuhan. Umat membuat tanda salib dan menyahut dengan “Amin”.

21. Pengutusan

Pemimpin mengutus umat untuk pergi dan menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Yesus. Umat menyahut dengan “Amin”.

22. Lagu Penutup

Akhirnya, lagu penutup dinyanyikan untuk menyelesaikan perayaan ekaristi.